Bagiamana menerangkan wujud Pangeraniro?
Siapa Pangeraniro itu?
- Pangeraniro (Tuhanmu) adalah sosok Sang Pencipta mula/awal
jagad raya seisinya dan Pangeraniro Maha Kuasa, sebelum mahluk manusia turun kebumi.
Setelah manusia berada di bumi, maka Awoh bukan satu satunya Sang Maha Pencipta di
jagad raya, karena faktanya Awoh tak mampu menciptakan mobil atau meja. Juga awoh tak
Maha Maha Kuasa lagi karena tak kuasa menyelamatkan seorang bayi dari kematian ketika
dalam todongan belati manusia dewasa. Oleh karena itu manusia dianggap "Pangeraniro Katon" (Tuhan Yang Tampak) di bumi untuk mengelola isi jagad raya termasuk "mematikan" atau "mencabut" nyawa manusia seperti pada masa perang, aborsi serta pembunuhan. Kuasa manusia pada jagad raya akan berhadapan dengan "sifat wujud Pangeraniro sing tinakdir marang jagad gede" (sifat Pangeraniro yang ditakdirkan ada pada jagad raya", yaitu "siklus kehidupan, sebab akibat dan keseimbangan alam"
Dimana kedudukan Pangeraniro berada?
- Sebelum Bapa Adam dan Ibu Siti Hawa diciptakan, maka
kedudukan Awoh ada di Sorga. Setelah Bapa Adam dan Siti Hawa diciptakan untuk
menghuni sorga, maka sosok Pangeraniro menghilang dan akan muncul lagi seperti “keringat
yang keluar dari pori pori kulit “untuk berkomunikasi dengan penghuni sorga, lalu
menghilang lagi.
Dimana sekarang Pangeraniro berada?
- Setelah Bapa Adam dan Ibu Siti Hawa (asal usul manusia menurut Islam, Nasrani dan Yahudi) diturunkan dari
sorga menuju dunia, maka wujud Pangeraniro menghilang berubah "wujud" menjadi dzat “wujud
Jagad Raya seisinya termasuk setiup roh Awoh untuk membuat manusia bernyawa” untuk melihat dan mengawasi manusia.
Jadi sekarang Pangeraniro berwujud “binatang, tumbuhan, manusia, air, planet, bulan,
matahari, galaksi, meteor, nebula dll”
Jadi ungkapan Gusti Pangeran Mboten Sare (Tuhan tidak tidur) itu benar, karena Pangeraniro terus berkomunikasi dengan
manusia melalui gejala alam/rekasi reaksi alam. Kalau hutan kita tebang, maka Pangeraniro mereaksikan wujudnya dengan tanah longsor dan banjir. Sifat Pangeraniro di jagad
raya adalah berupa siklus kehidupan,sebab akibat dan keseimbangan alam.
- Antara matahari, planet dan bulan terkandung keseimbangan gaya yang menimpanya,sehingga ke-tiga benda
ini membentuk sistim kehidupan yang memiliki sikuls edar yang membentuk waktu
siang dan malam.
- Buah kelapa jatuh ke tanah tumbuh menjadi pohon kelapa
baru setelah itu induknyamati karena tua.
- Pohon pisang beranak/bertunas untuk meneruskan
kehidupan pohon induknya.
- Seekor singa hanya membunuh bila lapar, untuk menjaga keseimbangan alam.
Jadi sekarang sosok Pangeraniro bukan
lagi sebuah pribadi, seperti seorang komandan menghadapi bawahan saat berdialog
dengan malaikat ketika akan menciptakan manusia pertama (Adam-Hawa), tapi telah
melebur dalam diri pribadi berwujud dzat alam jagad raya seisinya termasuk setiup
roh Pangeraniro yang hadir dalam diri manusia ketika dalam kandungan ibu.
Oleh karena itu sekarang Pangeraniro bisa
berkomunikasi langsung dengan manusia melalui wahyu/wangsit dengan perantaraan
ciptaanya yaitu malaikat pada nabi/rasul atau sosok wujud Pangeraniro melalui
pertanda/firasat yang disampaikan, misalkan oleh binatang,angin, suara alam dll
kepada manusia. Jadi Pangeraniro mboten sare (Tuhan tidak tidur). Bila sifat ketuhanan/Pangeraniroiyah/suci/baik
manusia hilang, maka akan muncul sosok iblis/setan yang menggantikan dan akan
membimbing manusia dalam alam kegelapan/kejahatan yang merusak sifatnya. Sifat
merusak ini bisa hilang hanya dengan eling/ingat kepada Awoh.
$$$
Tidak ada komentar:
Posting Komentar