Minggu, 12 April 2020

Apa Itu Dzikir Al-Iqra' ?


Dzikir ini dilafalkan oleh para penganut Tarekat Al-Iqra' Wujudiyah (Tarekat Syifaiyah) untuk menghormati Malikat Jibril, Diri Pribadi dan Allah.Dzikir dilakukan setelah kita mengerjakan sholat wajib, bisa dilakukan di masjid atau di kamar.
Dzikir ini berlafal dibawah ini :


 Ya Allah, Ya Jibril sebanyak 99 kali.
Ya Allah, Ya Rosul sebanyak 99 kali
 Ya Allah, Ya Fulan (sebutkan nama panggilan anda-pelafal dzikir), sebanyak 99 kali.

Manfaat Dzikir Al-Iqra' adalah "agar sang pemberi wangsit yaitu Allah melalui malaikat Jibril berkenan untuk membantu secara spiritual para pelafal dzikir dalam mengatasi problema hidup yang akan datang dengan memberikan petunjuk/ilham/ide berupa penampakan fenomena alam, baik secara langsung atau melalui mimpi serta bermanfaat untuk menebalkan kekuatan bathin karena menyebut dirinya sendiri dan Allah untuk bersekutu".

"Ternyata Allah lebih dekat daripada urat leher kita, mari kita sapa"

Dzikir Al-Iqra' bersadarkan Surah Al-Ahzab 41-44

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (42) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (43) تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا (44) }
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: "Salam, " dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.
Sedangkan,
Dzikir menyebut diri sendiri, dasarnya adalah bahwa semua manusia merupakan kalifatullah (wakil Allah di planet bumi)

Allah berfirman,
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. al-Baqarah: 30).








Jumat, 10 April 2020

Asal usul aliran Ilmu Kebathinan Budhiroso


Asal usul ajaran aliran kebathinan Budhiroso adalah surat Al-'Alaq atau Surat Iqro' dalam kitab suci Al-Qur'an, yang merupakan surat pertama dan juga wahyu pertama.


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).


Konon saat Rosul Muhammad menyepi bersamadhi/meditasi di gua hira selama 10 malam, maka pada malam terakhir (ke-10) terdengarlah suara malaikat jibril yang berusaha berkomunikasi dengan rosul. Jibril memperdengarkan suara onta-nya, tapi rosul tak terusik, kemudian suara tambur. Suara ini juga tak membuat rosul beranjak dari samadhinya alias diam memaku, yang terakhir suara burung merpati, juga tak bergeming. Mungkin itu godaan setan, bathin rosul. Akhirnya malaikat Jibril menggoyang-goyangkan pundak rosul agar bangun, maka seketika bubarlah samadhi rosul. Ia membuka mata, tapi tak ada orang, yang ada hanyalah suara. Bacalah, bacalah, bacalah sampai 3 kali. Ini wahyu pertama kenabian yang terjadi pada tahun 610 M, maka 14 abad kemudian yaitu tepatnya tanggal 10-10- 2008, Ki Ageng Salam mendirikan aliran kebathinan Budhiroso yang butir butir pemhamannya di selaraskan dengan gerak alam raya seisinya, yaitu dengan membaca nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah pada eksistensi tumbuhan, hewan, manusia dan alam sekitarnya. Sebagai pemeluk agama Islam, Ki Ageng Salam atau mempunyai nama Islam, Ahmad Nur Sifa Al-Kedurusi merupakan pendiri Tarekat Al-Iqra' Wujudiyah/Tarekat Syifaiyah, suatu kelompok dzikir yang nilai-nilai pemahamannya diselaraskan dengan wujud fenomena alam semesta.
$$$

Selasa, 07 April 2020

Nyanyi Sunyi #dirumahaja Karena Virus Korona (1)

Belajar,
Bekerja,
Beribadah, Di Rumah

Anda bosan di rumah dan merasa stress, coba perhatikan nilai nilai kehidupan yang ada disekitar kita.
Perhatikan para binatang dan tumbuhan (bunga) di sekeliling rumah.

 Cicak 

Coba perhatikan si cicak itu, kok diam. Tidak bergerak. Apakah ia mati. Ow, tidak. Cicak itu sedang berdoa, kawan! karena belum dapat seekor nyamuk-pun. Ia tahu keterbatasannya yaitu gerak yang lamban. Ia tahu keterbatasannya tak bisa terbang seperti nyamuk, makanan utamanya. Coba perhatikan baik baik. Tiba tiba cicak itu merayap perlahan, berbelok lalu merayap pasti menuju sasaran, sang nyamuk. Hap dengan satu patukan cepat dan pasti, maka nyamuk sudah menjadi sarapan malamnya. Sebagai pelajaran dalam kasus cicak dan nyamuk ini adalah menyoal "keterbatasan". Keterbatasan kerja kantoran adalah bahwa kenaikan jenjang karir tak semulus apa yang diharapkan karena ditentukan oleh orang lain, sehingga walaupun usia semakin tua tetapi semakin sulit menjadi figur yang duduk dijajaran top management. Keterbatasan lain adalah tiadanya modal untuk memulai usaha mandiri, tapi ini bisa diatasi asalkan proposal yang menjanjikan dapat anda susun untuk meraih kepercayaan pemegang saham.Carilah kesempatan, peluang dan nasib baik, bila bekerja makan gaji alias bekerja pada orang lain, bukan perusahaan sendiri.

Rama-rama  

Coba perhatikan rama-rama itu. Kenapa berputar putar saja mengelilingi lampu, yang akhirnya putarannya semakin kecil hingga menyentuh bola lampu dan akhirnya tewas terjatuh karena kepanasan. Si rama-rama tak sadar bahwa cahaya lampu itu telah membiusnya yang berakibat akan memupuskan usianya alias sampai ajalnya. Sebagai pelajaran kasus rama-rama dan lampu ini adalah bahwa dalam kehidupan itu banyak sekali godaan, baik itu berupa harta, tahta atau wanita. Berhati-hatilah bila mengejar sesuatu baik itu karir di kantor, wanita yang sedang berjalan atau gaji yang tinggi. Bila tak hati hati, maka bukan tak mungkin kita akan menghadapi persaingan tak sehat di perusahaan, mengejar istri/suami orang atau kerja overload sehingga membuat kita sakit.

Tikus

Tikus adalah binatang pengerat. Gigi/rahanya akan merasa gatal kalau tidak dipakai untuk mengerat, sebab gigi itu akan terus tumbuh, tidak berhenti sampai ia mati. Sifat perkembang biaknya amat cepat, hingga mampu memiliki anak sebanyak 10 ekor sekali melahirkan. "Banyak anak sungguh banyak merepotkan" sampai uisa 3 bulan si tikus akan terbebani anaknya baik menyusui hingga mencarikan makan.
 

Ayam 

Ayam termasuk binatang peliharaan. Dagingnya yang empuk, sungguh terasa nikmat bila digoreng atau dipanggang. Oleh karena itu ada hewan ini banyak dipelihara atau diternakkan. Satu hal yang paling menonjol dari ayam (betina) adalah "sifat melindungi" dari si betina. Induk ayam akan selalu melindungi anak2nya dari serangan hewan lain.


(bersambung)

Bermunculan Kerajaan Baru, Pertanda Apa?


4 Diantara kerajaan itu adalah 
Keraton Agung Sejagat (Purworejo-Jawa Tengah)
Sunda Empire  (Bandung-Jawa Barat)
Kerajaan Ubur Ubur (Serang-Banten)
Kesultanan Selaco (Tasikmalaya-Jawa Barat)
 
 

Apakah kau kira mereka itu main-main, tidak mereka serius.
Lalu apa yang mereka cari?

Dibawah ini terdapat 12 hal yang mereka cari, yaitu :
1. Sensasi, -ya, mereka akan mengalami ejakulasi bathin bila berhasil melaksanakan hajatnya.
2. Tuhan, -ya mereka merasa adalah pilihan Tuhan karena bukankah hanya Tuhan-lah yang berada diatas raja, tidak ada lagi
3. Kekuasaan, bukankah titah raja itu wajib dilaksanakan.
4. Harta, mana ada raja miskin.
5. Popularitas
6. Persembahan terbaik dari rakyatnya, bukankah hanya persembahan untuk raja-lah yang terbaik?
7. Gelora atau semangat ber-karya di masa lalu yang telah terbukti melahirkan bangunan2 semisal candi Borobudur yang merupakan 7 keajaiban dunia.
8. Mengatasi kesulitan hidup  
9. Menyalurkan hasrat paranoid-nya.
10.  Pengaruh, mampu mengalahkan popularitas kerajaan yang sesungguhnya
11. Orang sakti, -ya, ternyata raja raja baru itu suka mengeluarkan kutukan
12. Kerinduan induk budaya, misalkan rindu pada kejayaan kerajaan Majapahit