Minggu, 19 Mei 2019

Hasil Terawangan Guru Agung :

“Bila melihat seseorang berlari meloncati pagar apa tindakan/komentar mereka?” 

1. Suku M*dura : “Kalau berhasil dibiarkan, kalau gagal disuruh berobat karena berdarah atau dikomentari bila tersenggol” - Suku Madura terkenal sebagai suku yang mengerti risiko, karena mereka punya pepatah "Daripada berputih tulang lebih baik berputih mata".

2. Suku M*luku : “Berhasil atau tidak, akan diteriaki” 

3. Suku B*tak : “Akan meniru tindakan itu karena dianggap berprestasi” 

4. Suku J*wa : “Akan mengomentari tindakan itu, dengan mengatakan kenapa meloncat, kan ada pintunya!” 

5. Suku B*njar : ”Akan menangkap yang bersangkutan karena dianggap maling” 

6. Suku S*nda : ” Tidak Berkomentar” 

7. Suku M*kassar : ”Yang bersangkutan akan ditempeleng”

8. Suku P*pua : “Terkejut, lalu berdiri” 

9. Suku K*pang :”Akan menjebol pagar dan meninggikannya” 

10. Suku B*li : “ Akan mengejar lalu memukul dengan rotan” 

11. Suku L*mbok : ”Membuka pintu pagar, masuk, lalu menjebolnya” 

12. Suku P*lembang :”Akan mengejarnya” 

13. Suku Ac*h :”Akan Melempar orang itu” 

14. Suku D*yak :”Akan menjebol pagar itu dari luar” 

15. Suku B*nten : “Akan meneriakinya maling!” 

16. Suku M*nado : ”Akan menantang berkelahi” 

17. Suku L*mpung : ” Lari” 

18. Suku P*dang : ”Akan mengejarnya sambil meneriakai maling” 

19. Suku P*lu : “Akan mengecek pintu itu, kenapa ga berfungsi” 

20. Suku T*onghoa : “Akan mengukur tinggi pintu itu, lalu pulang”

Saya "Pembunuh" Yang Kejam


Semalam 6 Nyawa Melayang Sia-sia.
Malem kemaren aku tidak tidur, hanya mengendap-endap melakukan
pembunuhan berencana yaitu pencabutan hak hidup pada 6 mahluk Tuhan,
yang apes dengan kelihaianku dalam membunuh.
Walaupun aku tahu ini hari puasa emosi untuk
menghillangkan nyawa mahluk Tuhan ini tak selayaknya dilakukan.
Akan tetapimaukah kamu tergusur oleh mahluk ini dengan sengaja
mereka mengundang rekan-rekannya untuk berlarian di bawah meja makan, ruang tamu dan ruang tidurku.
Mereka seakan sudah congkak dan sombong sebab tahu bahwa yang
empanya "istana" tak tegaan dan takut kuwalat/terbawa karma.

Sekiranya saja mereka tidak mengusik kenyamanan tidur lelapku.
- dan sudah berani menggigit ujung jari kakiku.
Sekiranya saja mereka tidak membuang tinja di istanaku
(didepan pintu, di kamar mandi dan di kamar sholatku)
Sekiranya saja mereka tidak membawa virus itu.
Sekiranya saja mereka sudah dewasa
Sekiranya saja mereka tidak kelaparan
Sekiranya saja mereka sudah dewasa, maka TAK AKAN MATI MUDA.

(6 Tikus remaja mati sia-sia secara beruntun, kumasukkan dalam ember hingga mati, betapa sakitnya.
Ya Allah janganlah kau matikan aku seperti para jahanam ini - aku hanya membela diri)