Minggu, 09 Juni 2013

Ki Ageng Menjawab (3)


  1. Guru, apa bedanya antara Terorisme, Radikalisme dan Extrimisme ?
-         Terorisme adalah suatu faham yang beranggapan bahwa hanya dengan jalan teror, maka suatu tujuan bakal tercapai. Radikalisme adalah suatu faham bahwa untuk mencapai tujuan, maka perlu ditegakkan dengan keras, sedangkan Extrimisme adalah suatu faham yang diyakini dengan berlebih lebihan. Dalam perjalanannya, Radikalisme dan Extrimisme sering bermuara pada Terorisme atau bisa dikatakan bahwa keduanya adalah bibit atau embrio Terorisme tergantung sejauhmana hambatan yang dilalui dalam meraih tujuan atau cita citanya..

  1. Guru, ada berapa macam Terorisme dipandang dari bentuknya?
-         Terdapat 2 macam Terorisme, yaitu Terorisme fisik dan mental. Terorisme fisik  dilakukan dengan jalan penyanderaan, pembunuhan atau sampai aksi bunuh diri atau pemasangan bom betulan, sedangkan Terorisme mental dilakukan dengan ancaman ancaman gelap atau pemasangan bom palsu.

  1. Guru, ada berapa macam Terorisme dipandang dari bentuk gerakannya?
-         Terdapat 3 macam Terorisme didunia, yaitu :
a.       Terorisme mikro, yaitu teror yang terjadi dalam rumah tangga yang biasa disebut KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang biasa terjadi pada si lemah atau yang dianggap lemah yaitu isteri atau anak oleh kekerasan orang tuanya (suami atau isteri). Ini sering disebut incidental teror atau teror insidental atau tiba tiba, yang sering diakibatkan oleh ketidak harmonisan rumah tangga atau kesulitan ekonomi.

b.      Terorisme lokal, yaitu teror yang terjadi dilingkup suatu tempat atau negara. Mereka bertujuan membentuk negara baru atau pemisahan diri atau mempengaruhi kebijakan pemerintahan pada kelompok mereka.

c.       Terorisme global, yaitu teror yang ditebar hampir di semua tempat didunia dimana target bisa dirugikan atau bercokol kepentingannya.

  1. Guru, apa yang melatarbelakangi terjadinya faham Terorisime ?
-         Terdapat 3 macam Terorisme. Yaitu  :
a.       Terorisme berlatar belakang eksistensi kelompok atau partisan. Contoh :  Kelompok W*rsidi di Lampung Selatan dalam peristiwa Talangsari 1989..

b.      Terorisme berlatar belakang balas demdam karena keyakinan atau fahamnya diberangus atau dihalangi dalam mencapai tujuannya. Contoh : Sekte Koresh di Waco – Texas – USA yang melancarkan aksinya pada tahun 1993. .
 
c.       Terorisme yang berlatar belakang tujuan politik/negara. Contoh : serangan pada menara kembar WTC di Manhattan AS pada tanggal  9 September 2011 oleh kelompok Al-Qaeda dan serangan oleh kelompok September Hitam (Black September) Palestina terhadap atlet olimpiade Israil pada tahun 1972 di Munchen – Jerman.

Ke-tiganya bisa saling kait mengait atau bersinggungan sehingga sering sulit dibedakan.

  1. Guru, bagaimana cara meredam berjangkitnya Terorisme?
-         Agar tidak timbul bibit bibit Terorisme, maka bisa diusahakan dengan seringnya diadakan dialog diantara mereka yang saling berseberangan faham atau kepentingan atau dengan cara memberikan penyuluhan pada kelompok yang dicurigai atau disinyalir bisa membangkitkan faham Terorisme, serta yang tak kalah pentingnya adalah dengan penetrasi pada faham faham radikal atau ekstrim yang timbul.saat mereka masih kecil atau baru merupakan bibit Terorisme, karena timbulnya Terorisme mirip dengan kobaran api  atau  kemarahan.

  1. Guru, mengapa mereka mengambil jalan dengan menerapkan Terorsime?
-         Kelompok itu berkeyakinan bahwa tujuan mereka adalah suci dan bila “gugur”, maka mereka berkeyakinan akan masuk surga dan atau mereka akan disebut martir/pahlawan.

  1. Guru, mengapa sering terjadi bahwa pelaku Terorisme dalam prakteknya adalah rata rata terjadi pada mereka yang berpendidikan rendah ?
-         Karena orang yang berpendidikan rendah gampang dipengaruhi atau dikendalikan. Orang yang berpendidikan rendah sering mengalami kesusahan, kemiskinan atau kesulitan hidup. Kelompok marginal ini selalu bergulat untuk mengatasi problemnya, tetapi sayang untuk keluar dari kondisi tersebut mereka terperangkap dalam pemahaman yang sempit atau mudah diiming imingi dengan janji janji yang melenakan pikiran mereka, yaitu surga dan martir, tetapi dengan maraknya teknologi informasi terdapat suatu kelompok yang melakukan teror di media untuk tujuan popularitas, misalnya sosok A*ya Wiguna pada kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar