Senin, 01 Agustus 2011

Apa Itu Keris Pusaka?


Keris adalah senjata khas yang mayoritas dimiliki oleh suku suku yang mendiami 4 pulau besar di nusantara, yaitu pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Keris bisa dibedakan menjadi 2 yaitu keris piandel (pusaka) dan keris cundrik (pembunuh). Keris piandel (pusaka) biasanya disimpan turun temurun dalam satu generasi keluarga ke generasi berikutnya.  Keris biasa disandang diselipkan dipinggang baik belakang maupun depan. Digunakan sebagai perangkat upacara ritual keagamaan, pernikahan atau budaya (contoh: dalang wayang kulit). 
Keris telah ditetapkan UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia. Kita patut bersyukur atas penetapan/pengakuan secara internasional ini. Keris piandel (pusaka) biasanya disimpan di dalam lemari, sedang keris cundrik biasanya dipajang di ruang tamu.

Bukankah kita lahir dalam kondisi telanjang? Tatkala isi batin masih kosong, mata rabun, gerak minim karena pancaindera belum sepenuhnya berfungsi dengan penuh dan  tentu saja kita belum bisa mengenali sosok sekitar kita bukan? kecuali bau air susu (tetek) ibu, yang senantiasa menetes menanti kucupan. Ibu tak mengerti bahasa lain, selagi kita masih bayi dalam buaian kecuali rengekan dan tangisan belaka. Seluruh ujung syaraf sensorik-motorik kita senantiasa bergerak mencari mencari dan berusaha mencari-kenali . Dimana saat ini aku berada? Tentunya dalam gendong-ayunan ibu atau yang merasa bersedia menjadi “ibu” kita. Ya, kita telah terlahir ke dunia yang terang, setelah 9 bulan 10 hari dalam dekapan hangat - cairan ketuban indung kita, yaitu ibu. Apakah sesungguhnya yang kita pikirkan dalam masa gendongan ini? Tentu pengharapan agar kita bisa cepat terang melihat, lalu berusaha mendengar dan merekam apa yang diucapakan ibu. Demikian penting arti bayi bagi ibu. Ia adalah anak yang perlu dirawat dan dijaga, hingga suatu saat akan menjadi dewasa dan dapat hidup mandiri setelah melalui proses dengar-belajar dari ibu. Demikian juga dengan keris pusaka yang kita miliki, ia ibarat anak kita yang harus kita rawat dan jaga. Suatu saat keris itu akan kita jamas (keramas), agar terhindar dari karat dan senantiasa wangi. Keris pusaka kita simpan, hingga kelak akan kita wariskan kepada anak cucu kita, sebagai tanda dan rasa kekeluargaan serta kehormatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar