SULUK JAGAD: "Alam terkembang jadi Ayatullah, Ayatullah terkembang jadi Guru". Selamat datang, ayo bergabung! Salam Rahayu, Sagung Dumadi! dari Paguyuban Budhiroso Sejati. Pertanyaan, kritik dan saran, harap ditujukan langsung ke roosdiansyahpribadi@gmail.com. Donasi mohon ditransfer ke Bank Mandiri Norek 140-00-1351363-6
Minggu, 27 Juni 2021
Apa Itu Suluk Jagad ?
Kamis, 24 Juni 2021
Prinsip Lelaku Tasawuf Budhiroso
Apa itu Tasawuf Budhiroso?
Zikir Al-Iqro
Zikir adalah proses pemurnian hati, pembersihan dan pelepasan. Orang-orang yang melakukan zikir bertujuan mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan melantunkan lafaz dzikir. Dzikir aliran kebathinan Budhiroso yang paling utama adalah dengan menyebut asma Allah, malaikat Jibril dan nama diri pribadi, misalkan Ya Allah Ya Jibril Ya Rosul Ya Joko (misalkan nama anda Joko)
Fikr (Meditasi)
Saat pikiran bingung atau bertanya-tanya, pusatkan perhatian ke
dalam diri dengan berkonsesntrasi di satu titik. Meditasi yaitu perjalanan
kegiatan mental dari dunia eksternal menuju esensi diri. Meditasi dalam
kebathinan Budhiroso adalah Meditasi Samadi, meditasi Alowo dan Meditasi Obori..
Sahr (Bangkit)
Membangkitkan jiwa dan tubuh sebagai proses mengembangkan
kesadaran mata dan telinga. Selain itu juga sebagai proses mendengarkan hati,
dan proses meraih akses menuju potensi diri yang tersembunyi. Budhroso menyarankan
untuk bangkit memberi pitutur atau saran untuk menuju kebaikan bersama.
Ju'i (Merasa Lapar)
Merasakan lapar hati dan pikiran untuk bertahan mencari dan
mendapatkan suatu kebenaran. Proses ini melibatkan hasrat dan keinginan yang
mendalam untuk tetap tabah dan sabar mencari jati diri. Berhentilah makan
sebelum kenyang, sebab sumber segala penyakit adalah isi perut.
Shumt (Menikmati Keheningan)
Berhenti berpikir dan mengatakan hal yang tidak perlu. Kedua ini
merupakan proses menenangkan lidah dan otak serta mengalihkan dari godaan
eksternal menuju Tuhan. Sempatkan bersunyi diri, sejenak hindari keramaian.
Coba layari dunia dalam gelap/sunyi, dengarkan nyanyian alam yaitu suara angin,
suara belalang dan jengkerik dimalam hari.
Shawm (Puasa)
Tidak hanya tubuh yang berpuasa melainkan pikiran juga. Proses ini termasuk puasa fisik, bermanfaat untuk melepaskan diri dari hasrat dan keinginan otak serta pandangan atau persepsi indera eskternal. Dengan berpuasa akan terasa nikmat makanan pemberian Allah.
Khalwat (Bersunyi Sendiri)
Berdoa dalam kesunyian, baik secara eksternal maupun internal
dan melepaskan diri. Bersunyi sendiri tetap bisa juga dekat dengan orang lain
atau di tengah orang banyak. Budhiroso memilih jalan bertafakur, menghayati kehidupan
yang telah dijalani. Untuk selanjutnya melangkah lagi menjadi lebih baik.
Khidmat ( Melayani)
Menyatu dengan kebenaran Tuhan. Seseorang menemukan jalan jiwa
untuk pelayanan dan pertumbuhan diri. Penganut kebathinan Budhiroso harus
terbuka pada orang yang sedang mencari kebenaran. Bisa memberikan kerelaan diri
untuk berbagi nilai nilai kehidupan.
(Disadur dan diolah dari Profesor Angha dalam The Hidden
Angels of Life)
Selasa, 04 Mei 2021
Bertemu Pak Gentong
Malam itu, setelah aku ber-semedhi di kamar, aku selanjutnya
mencari sepi keluar rumah, menuju area persawahan yang jaraknya kira kira 200
meter. Luas wilayah persawahan ini merupakan sisa wilayah hijau di Kelurahan Kedurus
yang masih tersisa. Semoga saja wilayah hijau ini tidak turut tergusur,
sehingga masih bisa bermanfaat sebagai wilayah rehat bagi penduduk sekitarnya.
Bila sore tiba, maka jalanan menuju area pesawahan biasanya dikunjungi anak
anak muda remaja nongkrong bercengkerama membuang waktu ada juga beberapa orang
membawa keluarganya untuk berwisata
rehat melihat area pesawajhan yang mulai menyusut di tanah Jawa. Para petani
penggarap sawah tinggal diwilayah itu dengan mendirikan rumah berdinding bambu ditepi
jalan menuju pekuburan Bogangin itu. Diantara para petani itu ada yang kukenal,
yaitu Pak Gentong namanya. Jangan membayangkan Pak Gentong bertubuh gemuk besar
seperti sebuah gentong,
justru berlawanan dengan namanya, beliau bertubuh kurus dan agak ringkih.
Walaupun begitu semangatnya dalam mengolah sawah sungguh luar biasa. Ia bisa
mencangkul seharian tanpa mengeluh. Malam itu disinari temaram bulan purnama,
beliau duduk ditepi sawah beralaskan tikar, lalu aku lewat bersepeda. Beliau
menyapaku dan mempersilahkan berhenti mampir untuk bercengkerama. Aku turun
dari sepeda lalu duduk bersila, saling berhadapan. Rupanya secara diam diam ia memperhatikan aku
yang sering bermeditasi menghadap sawah. Ia lalu bertanya padaku, apakah sedang mencari petunjuk dari Gusti Alloh?
Kujawab bahwa aku sedang bersemedi untuk menyelaraskan pola pikirku dengan
gerak alam sekitar. Entah siapa yang memberi tahu bahwa aku sedang mencari
petunjuk untuk membuat logo perkumpulan kebatinan yang aku dirikan. Yang jelas
tiba tiba saja aku diberi wejangan agar selalu rendah diri dan menghindari
pertengkaran, sampeyan pek nisore wae,
yang artinya ambil sikap membawahi saja jangan jumawa, kudu andap asor tepo seliro marang liyan (jangan sombong,
harus merendahklan diri pada orang lain). Alhasil, Pak Gentong menyarankan lambang burung garuda, sebagai ikon perkumpulan kebathinan Paguyuban Budhiroso Sejati.
Lalu aku berpikir dan berkreasi dengan lambang itu, maka jadilah “Bintang Bersayap
Elang” sebagai hasil akhirnya lambang ini bermakna “bahwa kekuatan spiritual
(bintang) harus mengelana jauh (terbang) mencari kesejatian diri pribadi menuju
kepribadian asli yang kokoh”
Kamis, 01 Oktober 2020
Rahayu, Salam Kenal
1. Aku ingin menjadi Juru Damai antara Trah Majapahit dan Trah Pajajaran, yang berselisih selama 600 tahun, sejak gugurnya Raja Sunda Galuh, Prabu Lingga Buana dan Putrinya, Diah Pitaloka Citraresmi serta pengawalnya dalam perang Bubat.
2. Aku ingin menjadi Juru Damai antara Tahta Majapahit dan para pembalelo/pemberontak tahta kerajaan Majapahit yang gugur dalam usaha menegakkan sikap pendiriannya atau keputusannya/kemauannya.
3. Aku ingin menjadi Juru Damai atas sentimen perang antara trah tahta kerajaan Islam Demak dan trah tahta Hindu-Budha Kerajaan Majapahit.
4. Aku ingin menjadi Juru Damai pada para pengikut Sunan Kalijogo dan pengikut Syekh Siti Jenar, yang lagi berperang sejak 500 tahun yang lalu.
SILSILAH KETURUNAN
$$$
Jumat, 10 April 2020
Asal usul aliran Ilmu Kebathinan Budhiroso
Asal usul ajaran aliran kebathinan Budhiroso adalah surat Al-'Alaq atau Surat Iqro' dalam kitab suci Al-Qur'an, yang merupakan surat pertama dan juga wahyu pertama.
Minggu, 19 Mei 2019
Saya "Pembunuh" Yang Kejam
Semalam 6 Nyawa Melayang Sia-sia.
Malem kemaren aku tidak tidur, hanya mengendap-endap melakukan
pembunuhan berencana yaitu pencabutan hak hidup pada 6 mahluk Tuhan,
yang apes dengan kelihaianku dalam membunuh.
Walaupun aku tahu ini hari puasa emosi untuk
menghillangkan nyawa mahluk Tuhan ini tak selayaknya dilakukan.
Akan tetapimaukah kamu tergusur oleh mahluk ini dengan sengaja
mereka mengundang rekan-rekannya untuk berlarian di bawah meja makan, ruang tamu dan ruang tidurku.
Mereka seakan sudah congkak dan sombong sebab tahu bahwa yang
empanya "istana" tak tegaan dan takut kuwalat/terbawa karma.
Sekiranya saja mereka tidak mengusik kenyamanan tidur lelapku.
- dan sudah berani menggigit ujung jari kakiku.
Sekiranya saja mereka tidak membuang tinja di istanaku
(didepan pintu, di kamar mandi dan di kamar sholatku)
Sekiranya saja mereka tidak membawa virus itu.
Sekiranya saja mereka sudah dewasa
Sekiranya saja mereka tidak kelaparan
Sekiranya saja mereka sudah dewasa, maka TAK AKAN MATI MUDA.
(6 Tikus remaja mati sia-sia secara beruntun, kumasukkan dalam ember hingga mati, betapa sakitnya.
Ya Allah janganlah kau matikan aku seperti para jahanam ini - aku hanya membela diri)
Minggu, 10 April 2016
Senin, 06 Juli 2015
Rahayu Budhiroso

Ajaran Caturwening Budhiroso
Wening-no ati-mu ben padhang dalanmu.
Wening-no roso-mu ben landep pikiranmu.
Wening-no penggalih-mu ben bener kekarepanmu.
Wening-no pitutur-mu ben apik/kasil lakune urip awakmu.
Rabu, 17 Desember 2014
Bunga Tetenger Budhiroso
"Bunga atau kembang tetenger
Minggu, 05 Oktober 2014
Aliran Kebatinan Budhiroso
Budhiroso adalah aliran kebatinan yang dilandasi ajaran tarekat yang berkaitan dengan sikap hidup yang dilandasi budi pekerti yang telah berafiliasai dengan pengaruh filsafat Jawa
Aliran Kebatinan Budhiroso bukan agama,tapi adalah "jalan" atau
"tarekat" panuntun urip mulyo
Aliran ini untuk diagem/dipakai oleh diri pribadi atau kelompok dan boleh
disebarkan secara langsung"saat menerima risalah curhat" atau
"bila telah melihat sesuatu yang -perlu diperbaiki- disekitar kita,
Aliran Kebatinan Budhiroso punya Kitab Paweruh/Piwulang/ Pengetahuan yang berguna untuk menikmati/menjalani hidup bahagia di alam dunia yang bernama Kitab Songgo Langit .(203 seloka)
Suatu Kitab Paweruh tidak harus tertulis, tetapi sudah tertulis pada lisan dan pikiran Sang Panemu dengan kondisi ghoib dan siap diturunkan dengan wangsit/petunjuk.
CATURKARSA adalah 4 ajaran Kejawen
Budhiroso yaitu :
1. Ajaran Caturwening (Wening Roso, Wening Ati, Wening Penggalih dan Wening Pitutur)
2. Ajaran Tribhinaya (Siklus
Kehidupan, Hukum Sebab Akibat dan Keseimbangan Alam)
3. Ajaran Astadharma (8 Mata Angin Dharma Kehidupan)
4. Ajaran PancasikepKejawen (5 Butir Kebajikan Hidup)
Ki Ageng Salam adalah Sang Penerima Wangsit
Kamis, 03 Juli 2014
Apakah Budhiroso Itu?
1) Apakah Budhiroso itu?
>Budhiroso adalah “jalan (mahzab) pencerahan batin” dengan membentuk komunitas olah spiritual berdasarkan semangat keluhuran budaya leluhur. Karena berbicara menyangkut budaya leluhur, maka mau tidak mau harus melibatkan atau tidak bisa terlepas diri dari budaya Jawa dengan 6 atribut utama yaitu keris, batik, gamelan, wayang, kaligrafi, tembang macapat dan candi.
2) Apa alasan Budhiroso didirikan?
>Budhiroso didirikan berdasarkan wangsit (pesan) yang datangnya dari Malaikat Jibril, yang bertujuan untuk Memayu Hayuning Bawana (menjaga kelestarian alam).Bertujuan untuk mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia. Secara harfiah Budhiroso adalah "jalan kepasrahan", yaitu saat pasrah menghadapi kematian seperti pasrah saat dilahirkan, karena saat dilahirkan bayi adalah suci, begitu pula saat menghadapi kematian dan kembali kepada Allah, maka harus suci pula.
3) Dalam prakteknya, apakah Budhiroso memiliki jalan untuk pencapaian kwalitas hidup yang lebih baik?
> Ya, Budhiroso memiliki 3 jalan praktis, yaitu berupa laku meditasi yang berketuhanan..
a. Meditasi Samadhi :
yaitu meditasi yang
bersumber dari ajaran kejawen.
Meditasi ini dilakukan dengan mendengarkan suara nafas dani cep klakep (diam
mematung).
Dengan sikap nyenyuwun marang Gusti Allah agar diperoleh
relaksasi pikiran dan tubuh, sehingga jiwa menjadi bersih dan sehat. Samadhi
bisa dilakukan sendirian didalam kamar atau secara bersama-sama dalam sanggar.
Guru akan memimpin Samadhi dalam sanggar dengan melafalkan / mengucapkan urutan
huruf jawa hanacaraka secara pelan dan keras agar terdengar.
b. Meditasi Obori :
yaitu meditasi dalam
ruangan sanggar. Dilakukan dengan mata terpejam serta gerak tangan terkembang
bebas, mengikuti suara hati atau irama alam (gerak angin, gerak daun jatuh dll)
yang dilakukan sambil duduk bersila atau berdiri.
c. Meditasi Alowo :
Yaitu meditasi yang dilakukan diluar ruangan atau alam terbuka pada malam hari, dibawah sinar rembulan atau bintang bintang di langit. Meditasi ini dilakukan pada saat bulan purnama. Meditas ini dikerjakan dengan sendirian atau bersama sama tanpa bimbingan Guru. Pelaku meditasi hanya boleh atau berusaha mendengarkan suara angin atau binatang malam.
&&&
Senin, 24 Juni 2013
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
- Mengamalkan ajaran Caturwening, Astadharma, Tribhinaya dan Pancasikep Kejawen. dalam kehidupan bersosial- kemasyarakatan sehari hari selaku warga negara dari suatu negara.
- Mewujudkan perdamaian dunia dengan landasan cinta kasih kepada jagad raya yaitu alam seisinya yang meliputi manusia, hewan, tumbuhan dan roh leluhur (ziarah kubur).
- Menjaga kelestarian sumber daya alam.
- Mencari ketentraman hidup, lahir dan batin.
- Meningkatkan semangat dan kwalitas hidup melalui studi olah spiritual dengan 3 cara meditasi, yaitu Samadhi, Obori dan Alowo.
- Menciptakan budaya hidup bergotong royong dan rukun saling asah asuh dan asih.
- Mempelajari budi pekerti jawa.
- Memahami isi 200 seloka Kitab Songgolangit, kitab panuntun urip mulyo bagi warga "BUDHIROSO"
sanggar meditasi Yogadi, gamelan, wayang, keris, batik, candi, panji panji/pataka, dan lambang.
SANGGAR YOGADI
Adalah ruangan yang berbentuk gedung dengan halaman yang difungsikan sebagai tempat olah spiritual berupa meditasi samadhi dan meditasi obori yang mampu menampung 30 orang peserta atau anggota dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Sanggar wajib dimiliki oleh tingkatan cabang dan pusat.
b. Setiap tingkatan boleh memiliki lebih dari satu sanggar.
c. Sanggar boleh dimiliki oleh pihak luar organisasi baik untuk kepemilikan secara pribadi atau perusahaan setelah membayar sejumlah royalti kepada organisasi "BUDHIROSO" dengan catatan 40% royalti untuk kas tingkat Pusat, 30 % untuk tingkat Cabang, 20 % untuk tingkat Ranting.
dan 10% untuk Guru Agung
d. Nama sanggar untuk kepemilikan pribadi atau perusahaan di luar organisai "BUDHIROSO" adalah "Sanggar Olah Spiritual dan Budi Pekerti dengan nama milik sendiri -misalkan Paguyuban Budhiroso Sejati, Komunitas Kejawen Budhiroso, Paguyuban Manunggal Budhiroso dll dengan mencantumkan kata Budhiroso pada nama organisasinya dengan catatan memiliki nama pengurus/Ketua dan keangotaan sendiri. Hal ini berlaku untuk diseluruh wilayah Indonesia.
BAB III
- Setiap orang yang mengajukan permohonan baik lisan atau tertulis, dapat diterima menjadi anggota ”BUDHIROSO” dengan syarat minimal berusia 15 tahun. Bila ia seorang wanita bersuami, maka wajib memiliki surat ijin dari suaminya dan bila ia masih dalam tanggungan keluarga, maka wajib memiliki surat ijin dari keluarga/orang tuanya.
- Ketentuan tentang keanggotaan diatur dalam anggaran rumah tangga.
- Dewan Pembina
- Dewan Penasehat
- Dewan Pengawas
- Pengurus Pusat disebut Pimpinan Pusat
- Pengurus Cabang disebut Pimpinan Cabang
- Pengurus Ranting disebut Pimpinan Ranting
- Pengurus Inti, yaitu Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Pembantu Umum, sesuai dengan tingkatannya.
- Sumbangan para Guru, Pimpinan Pusat, Cabang atau Ranting.
- Uang pangkal /Sumbangan Anggota
- Sumbangan yang tidak mengikat dari pihak lain
- Hasil bidang usaha yang dididrikan oleh organisasi.
ASSET YAYASAN
20% (dua puluh prosesn) asset total yayasan merupakan hak milik anak anak Yatim atau Yatim Piatu yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BAB VII
- Jalur spiritual : penyelesaian diserahkan pada keputusan GURU setelah bermusyawarah dengan Pengurus Inti, baik atas petunjuk Guru Agung atau tidak, bergantung pada berat tidaknya sengketa yang dihadapi.
- Jalur organisasi : penyelesaian dilakukan dengan cara pertemuan antara pihak pihak yang bersengketa dengan penengah Ketua Pusat, Ketua Cabang Ketua Ranting atau yang ditunjuk oleh Guru.
- Jalur hukum : penyelesaian sengketa dilakukan dengan menempuh jalur hukum pemerintahan dengan menghadirkan saksi saki dan pihak yang bersengketa
- Hal-hal lain yang belum ditetapkan dalam Anggaran Dasar diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan yang ditetapkan oleh Guru Agung.
- Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal di tetapkan.
ttd
- Persyaratan menjadi anggota :
- Anggota wanita yang telah bersuami, maka wajib melampirkan Surat Persetujuan dari suaminya dan anggota yang masih menjadi tanggungan orangtua, wajib melampirkan Surat Persetujuan dari orangtua/walinya.
- Terdapat 3 jenis keanggotaan, yaitu :
- Anggota biasa, direkrut melalui surat permintaan menjadi anggota
- Anggota khusus, diangkat berdasarkan rekomendasi pejabat pemerintah
- Anggota kehormatan, diangkat oleh Pimpinan Pusat karena kontribusinya dalam bidang ilmu olah rohani / kebatinan, baik secara materiil atau non materiil.
- Pendaftaran anggota dicatat dalam buku keanggotaan dan berhak menerima kartu tanda anggota selambat-lambatnya 3 bulan setelah pendaftaran.
- Mentaati Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
- Mentaati keputusan-keputusan organisasi serta bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diamanatkan kepadanya.
- Mengamankan Wejangan Guru Agung.
- Mengikuti kegiatan organisasi yang diperuntukan bagi seluruh anggota.
- Memberikan usul, saran ataupun koreksi dan pendapat lain secara baik.
- Meninggal dunia
- Atas permintaan tertulis.
- Diberhentikan
- Pimpinan Pusat
- Pimpinan Cabang
- Pimpinan Ranting
- Pimpinan Seksi
- Guru Agung sebagai penasehat dan pertimbangan organisasi di tingkat Pusat.
- Guru sebagai penasehat dan pertimbangan organisasi di tingkat Cabang dan Ranting.
- Guru Agung menerima permintaan nasehat di semua tingkatan
- Pimpinan Pusat mewakili organisasi dalam tindakan kedalam dan keluar di tingkat pusat
- Pimpinan Cabang mewakili organisasi dalam tindakan kedalam dan
- Pimpinan Ranting meawkili organisasi dalam tindakan kedalam dan
- Melaksanakan AD / ART.
- Melaksanakan dan menyusun kegiatan organisasi.
- Menyampaikan pertanggungjawaban kepada Pendiri.
- Susunan pengurus terdiri dari : Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Pembantu Umum di tingkat Pusat dipilih dan di tetapkan dengan SK (Surat Keputusan) dengan penerimaan simbol yang berupa Keris Pusaka dan Pataka serta diberhentikan oleh Guru Agung.
- Susunan pengurus di tingkat Cabang dipilih dan diberhentikan oleh Pengurus Pusat, baik atas saran Guru Agung atau tidak.
- Susunan pengusur di tingkat Ranting dipilih dan diberhentikan pleh Pengurus Cabang, baik atas saran Pimpinan Pusat atau tidak.
- Setiap musyawarah diselenggarakan dan diundang oleh Pimpinan sesuai tingkatan. Khusus untuk musyawarah tingkat Pimpinan Pusat perlu memperhatikan saran Guru Agung bila ada.
- Jenis jenis Musyawarah dalam ”BUDHIROSO” adalah : Musyawarah Pusat, Musyawarah Cabang, Musyawarah Ranting dan Musyawarah Khusus
- Musyawarah Khusus diselenggrakan dan diundang oleh Guru Agung atau Guru untuk suatu keperluan yang bersifat mendadak atau luar biasa, sesuai dengan tingkat kepntingannya.
- Sumbangan yang tidak mengikat dapat diberikan oleh perorangan/lembaga/badan/organisasi.
- Khusus sumbangan dari suatu badan yang bersifat politis atau Partai Politik bisa diterima atas saran Guru Agung.
- Organisasi “BUDHIROSO” berhak untuk medidirikan/membentuk atau memulai suatu usaha yang bersifat profit atau menguntungkan.
- Guru Agung berhak menolak atau membatalkan setiap usaha yang tidak sejalan dengan jiwa dan semangat “BUDHIROSO”
















