Tampilkan postingan dengan label Korona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korona. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Oktober 2020

Nyanyi Sunyi #Dirumahaja Karena Virus Korona (3)


Ikan hias

Pandanglah ikan hias diakuarium anda. Coba perhatikan, betapa warna dan jenisnya amat beragam. Sungguh mengagumkan ciptaan tuhan yang satu ini, disamping burung tentunya, dan juga aneka warna bunga. Wah, banyak sekali ciptaan Tuhan yang mengagumkan kita. Padahal, Tuhan tidak menciptakan semua itu satu persatu. Betapa lamanya. Tuhan hanya berkata Kun Fayakun, jadilah! Maka mereka sudah dikaruniai “kecerdasan” untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Semuanya untuk menemani kesendirian kita saat menjalani  hukuman di planet bumi.

Semut

Semut adalah mahluk Tuhan yang paling kuat dimuka bumi. Bayangkan dengan tubuhnya yang nampak kerempeng, tapi mampu memikul beban seberat 52 kali berat badannya. Bandingkan dengan  manusia yang hanya mampu memikul  maksimal 5 kali berat badannya. Pelajaran apa yang dapat dipetik dari mahluk Tuhan ini? Tak lain adalah sifatnya yang suka  hidup bergotong royong dan selalu menyimpan persediaan makanannya. Itu terbukti saat semut menemukan makanan, yang akhirnya dibawa ramai ramai keliangnya.  Sedia payung sebelum hujan.

Katak

Apa persamaan katak dengan pocong? Jawabnya adalah sama sama berjalan dengan melompat. Katak adalah binatang ampibi (hidup didua alam), sedang pocong adalah arwah gentayangan yang keberadaannya tak diterima oleh alam kubur. Salah satu kelemahan katak adalah ia gampang lengah, sehingga ajalnya sering datang dari ular yang merayap perlahan, dan hap, si katak-pun berada dimulut ular. Padahal bila diadu kecepatan berjalan, maka ular akan ketinggalan jauh, alias katak lebih cepat bergerak daripada ular. Jadi berhati hati dengan kelengahan, sebab sering bisa mencelakakan diri. Kelengahan di jalan raya, bisa menyebabkab kecelakaan. Kelengahan di kendaraan umum, bisa menyebabkan kecopetan. Jaga diri anda jangan sampai anda mudah lengah.

Biawak

Binatang ini memiliki tubuh bersisik dan pandai berenang. Biawak termasuk bintang carnivore, pemakan daging. Di area pesawahan, biawak yang tak menemukan mangsa buruan, akan makan kepiting sawah atau yuyu. Yang menarik adalah sistim pencernakannya. Biawak akan mengisap daging si yuyu, sedangkan cangkangnya yang keras akan ditolak oleh usus perutnya alias akan dimuntahkan. Biawak memiliki cakar yang kuat. Dengan cakarnya yang digunakan untuk mengais-kais tanah dengan perlahan tapi pasti, alhasil  ia bisa meruntuhkan dasar bangunan jembatan. Pelajarannya adalah jangan terburu menanggapi berita/informasi yang penting, tetapi perlu dicari dulu kebenarannya. Jangan asal menelan informasi sesat, tapi teliti dulu kebenarannya. Uletlah dalam bekerja, niscaya akan mendapatkan hasil yang diharapkan.

Laba laba

Darimana laba laba makan? Tentu bukan dari pemberian orang, tetapi dari usaha sendiri. Laba laba berusaha mencari makanan dengan cara membuat jerat. Dengan kesabaran dan ketenangan luar biasa, laba laba akan menunggu hingga jaring yang dipasangnya mampu menangkap serangga, biasanya nyamuk atau lalat. Pelajarannya adalah bila anda ingin berwiraswasta, maka curahkan seluruh kemampuan anda untuk berusaha mandiri, focus, telaten dan sabar. Bila apa yang anda usahakan sudah benar dan sungguh sungguh, maka tinggal menunggu hasilnya sambil berdoa’a.

Ular 

Binatang ini tak memiliki kaki, tapi bisa berlari cepat. Dengan indra perasa yang ada dilidahnya yang bercabang, ular tak kesulitan mendapatkan mangsa. Ular bisa bertahan hidup di gurun pasir yang panas maupun diwilayah perairan. Yang unik adalah binatang ini mampu bertahan 1 bulan tak makan, setelah berhasil menelan mangsanya. Ular dilukiskan  sebagai pribadi penipu oleh karena lidahnya bercabang. Saat menjadi jelmaan iblis, ular berhasil  menipu   Adam dan  Hawa saat berada disorga. Saat itu ular yang jelmaan iblis itu menghasut bahwa dengan makan buah kuldi (buah larangan), maka Adam dan Hawa akan kekal berada disorga. Ternyata apa? Setelah makan buah itu, maka Adam dan Hawa diusir dari sorga. Jadi jangan menjadi pribadi yang suka menipu dalam kehidupan.

Kecoa

Kecoa adalah serangga yang senang hinggap di tempat tempat kotor dan berantakan, tetapi anehnya serangga ini tak pernah sakit. Ia memiliki kekebalan terhadap penyakit. Oleh karena itu mari kita tiru kekebalan serangga ini. Dengan apa kita akan tetap sehat, tak lupa minumlah multivitamin secara berkala.

 

Senin, 28 September 2020

Nyanyi Sunyi #Dirumahaja Karena Virus Korona (2)

Bekicot

Coba perhatikan binatang berlendir ini. Satu hal yang bisa kita ambil pelajaran dari hewan hama ini adalah “kesabaran”. Bagaimana tidak, dengan jargon “biar lambat asal selamat” si bekicot akan berjalan pelan dan hati hati dengan memilih menghindari jalan terjal dan sulit. Bukankah ini yang dimaksud “menjaga kesabaran”.  Bekicot memiliki kaki yang kuat mencengkeram landasan pijaknya, sehingga ia tidak mudah jatuh tergelincir apabila menaiki pohon atau batuan.

Kucing

Kalau binatang yang satu ini, ada pelajaran yang perlu kita tiru, yaitu saat bercinta. Kucing jantan akan melakukan serangan cinta, bila dirasa si kucing betina telah siap. Bila gagal menaiki si betinanya, maka si jantan akan sabar menunggu, hingga dilakukan serangan lagi. Binatang ini memiliki aksi kebiasaan, yaitu bersolek. Ia dengan sabar menjilati badannya untuk membersihkan diri.

Anjing

Pelajaran yang dapat kita ambil dari binatang ini adalah tentang “kesetiaan”. Tak dapat disangkal bahwa anjing akan selalu mengikuti  tuannya yang memberi makan pada dirinya. Bila bertemu dengan orang asing yang akan masuk rumah, anjing akan menggonggong, oleh karena itu anjing bisa disebut sebagai satpam yang baik.

Kupu Kupu

Binatang ini memberi  pelajaran bagi kita tentang pentingnya siklus kehidupan dan manfaat bermeditasi. Perjalanan hidupnya dimulai dari masa telur-ulat-kepompong hingga menjadi kupu kembali. Saat masih menjadi kepompong  si kupu  yang diam, tidak makan. Itu semua dilakukan  untuk  move on, ber” meditasi” . Si ulat yang berwajah buruk dan menjijikkan akan berubah menjadi kupu kupu yang berwajah cantik, bila meditasinya berhasil. Maknanya dengan bermeditasi, si kupu akan meninggalkan sifat buruk untuk berubah menjadi kebaikan.

Lalat

Keistimewaan yang ada pada lalat adalah indra penciumannya yang tajam. Lalat akan datang pada bangkai, sebab itulah rejekinya. Bisa diibaratkan kalau ia menjadi manusia yang insting bisnisnya baik, dimana ada penghasilan, disitu ia akan datang untuk menangguknya.

Nyamuk

Sungguh menjengkelkan binatang ini. Ia akan mencari celah celah pada badan kita untuk dicuri darahnya. Apakah benar ia mencuri? Sebab kadang biasanya nyamuk akan berbunyi dulu bila akan mengisap darah kita pada malam hari. Oleh karena bunyi kehadirannya itu nyamuk mudah dikalahkan dengan sekali tepuk. Nasehat baik dari keberadaan nyamuk adalah “Jangan mudah kalah dalam mengarungi kehidupan.” dan "Jangan Maenjadi Pribadi Yang Mejengkelkan"

Burung

Mengapa burung bisa terbang? Sebab memiliki bulu, ekor dan sayap. Burung memiliki sayap yang sama panjang baik disisi sayap kanan dan kiri. Ini menimbulkan keseimbangan dalam terbang. Dengan sayap, badan burung bergerak maju, dengan ekor bergerak naik turun untuk  pengendalian badan (juga berfungsi sebagai rem untuk berhenti). Bila ingin kebebasan, maka burunglah simbolnya. “Aku ingin terbang bebas sepert burung”. Tentunya ini tidak berlaku untuk burung piaraan yang ada didalam sangkar, sebab burung dalam sangkar dikurung untuk diambil kemerduan kicauan suaranya.

Lebah

Dimana ada sari bunga/nectar, maka disitulah biasanya lebah hinggap untuk menghisapnya. Dengan nectar itu lebah akan menghasilkan madu, makanan persediaan dikala musim tanaman tak lagi berbunga. Masyarakat lebah adalah masyarakat gotong royong. Demi sang ratu, lebah pekerja akan membuat sarang dan mencari sari bunga. Inilah wujud “pengabdian” pada sang ratu.

Sabtu, 22 Agustus 2020

Sugeng Rawuh "New Normal"

 

Siapa sangka bahwa keadaan demikian cepat berubah. Apa yang disebut gaul itu penting, tapi tiba tiba menjadi aksi yang amat berbahaya. Tertular wabah/pandemi virus Covid-19 oleh kerumunan orang yang satu diantaranya telah tertular lebih dulu. Apa hendak dikata, ibarat buah pisang yang masak satu, lalu masak pula yang lainnya dalam beberapa waktu. WHO, organisasi kesehatan dunia itu memperingatkan bahwa virus Covid-19 bisa menular melalui udara dalam bentuk aerosol. Itu berarti dalam satu ruangan tertutup bila terisi manusia pembawa virus, maka kemungkinan akan tertular lebih besar daripada ruangan terbuka.Di Indonesia kabarnya 80% penularan virus ini dilakukan oleh OTG (Orang Tanpa Gejala), yang artinya orang tersebut bisa menularkan virus walaupun tanpa disertai tanda tanda kejangkitan. Oleh karena itu ada upaya hidup berdampingan dengan virus ini, karena menurut pehitungan WHO, tak cukup 5 tahun untuk menghilangkan virus ini dari planet bumi. Mau tak mau kita harus menyesuaikan diri dengan perilaku virus ini pada kehidupan gaul baru, yaitu tatanan New Normal, yaitu suatu perilaku hidup dengan 8 jaga, yaitu :

1. Jaga Lendir

Yang dimaksud lendir ini adalah lendir dari air liur yang keluar dari mulut saat bicara dan air ingus saat bersin. Lendir ini adalah media penularan paling efektif untuk memindahkan virus korona baru Covid-19. Oleh karena itu tutuplah mulut dan hidung sampeyan dengan masker. Benda sederhana ini akan menghindarkan anda dari penularan virus hingga 80%.

2. Jaga Jarak

Yang dimaksud jarak disini adalah jarak antar tubuh manusia satu dengan lainnya bila bertemu. Dengan jaga jarak diharapkan lendir yang keluar oleh penderita saat berbicara atau bersin tidak langsung menimpa sampeyan karena sampeyan hisap dan masuk kedalam sistim pernafasan. Jarak aman antar posisi tubuh adalah 1 - 1.5 meter.

3. Jaga Tangan

Jangan berjabat tangan, karena telapak tangan dapat menularkan virus yang bisa bertahan selama 9 jam sebelum tangan itu dicuci dengan sabun. Sekarang era New Normal, salam sembah saja. Sering seringlah mencuci tangan dengan sabun atau lumuri telapak tangan dengan handsanitizer -juga semprotkan desinfektan pada benda benda di fasilitas umum tempat orang ramai berkumpul.

4. Jaga Pergaulan

Batasi kumpul kumpul atau berkerumun dengan orang orang, terutama yang tak dikenal. Bila harus berkumpul juga, maka bersikaplah cerdas dengan melakukan protokol kesehatan. Selama pandemi, lebih baik melakukan kegiatan #dirumahaja.

5. Jaga Kesehatan

Jangan lupa untuk makan makanan yang bergizi disertai dengan asupan multi-vitamin (terutama vit.C dan B complex) agar daya tahan tubuh kuat, sehingga tak mudah terjangkit penyakit. Boleh juga mengkonsumsi minuman herbal yang mengandung jahe, kunir, temu lawak, serai dll.

6. Jaga Waspada

Bila menderita 3 gejala ini : suhu panas tinggi (diatas 38 derC), batuk-batuk dan sesak nafas segeralah pergi ke Puskesmas untuk mendapatkan Rapid Test (plus Swab Test jika diperlukan). Gratis atau berbayar Rp 150.000. Bila terkena virus korona atau positip, maka segera isolasi mandiri dirumah atau menuju rumah sakit rujukan untuk perawatan. Ingat bagi yang terkena virus ini masih bisa disembuhkan dengan tingkat kematian 2%.

7. Jaga Uang

Kawan, saat ini pertumbuhan ekonomi negara didunia melambat, bahkan banyak terjadi tumbuh minus. Dunia akan segera menuju resesi global, bila virus ini tak bisa diatasi segera dengan temuan vaksin penangkalnya. Saat ini banyak Negara sedang berlomba menemukan obat untuk mencegah penularan virus Covid-19. Berhematlah dengan uang yang ada ditangan karena semua kebutuhan hidup akan menjadi mahal.

8. Jaga Wilayah

Bagi anda yang berada di zona merah (klaster penyebaran virus) sebaiknya tidak bepergian keluar wilayah. Batasi gerakan sampeyan untuk tidak gampang kluyuran/bepergian ke mana mana sebab bila anda ternyata telah terjangkit, maka berarti anda pembawa virus yang siap menularkan virus ini ke orang lain. Taatailah himbauan pemerintah yang berkenan menerapkan PSBB atau Lockdown (karantina wilayah).

                                                            ###

Jangan lupa untuk terus berdoa’a agar wabah ini cepat sirna dari kehidupan umat manusia yang saat ini populasinya sudah 7.800.000.000 (7.8 milyar per-2020) di planet bumi. Padat memang. Apakah Tuhan menurunkan wabah ini untuk mengurangi jumlah penduduk planet biru ini agar nyaman untuk ditempati? Waallahualam bishawab.

Selasa, 07 April 2020

Nyanyi Sunyi #dirumahaja Karena Virus Korona (1)

Belajar,
Bekerja,
Beribadah, Di Rumah

Anda bosan di rumah dan merasa stress, coba perhatikan nilai nilai kehidupan yang ada disekitar kita.
Perhatikan para binatang dan tumbuhan (bunga) di sekeliling rumah.

 Cicak 

Coba perhatikan si cicak itu, kok diam. Tidak bergerak. Apakah ia mati. Ow, tidak. Cicak itu sedang berdoa, kawan! karena belum dapat seekor nyamuk-pun. Ia tahu keterbatasannya yaitu gerak yang lamban. Ia tahu keterbatasannya tak bisa terbang seperti nyamuk, makanan utamanya. Coba perhatikan baik baik. Tiba tiba cicak itu merayap perlahan, berbelok lalu merayap pasti menuju sasaran, sang nyamuk. Hap dengan satu patukan cepat dan pasti, maka nyamuk sudah menjadi sarapan malamnya. Sebagai pelajaran dalam kasus cicak dan nyamuk ini adalah menyoal "keterbatasan". Keterbatasan kerja kantoran adalah bahwa kenaikan jenjang karir tak semulus apa yang diharapkan karena ditentukan oleh orang lain, sehingga walaupun usia semakin tua tetapi semakin sulit menjadi figur yang duduk dijajaran top management. Keterbatasan lain adalah tiadanya modal untuk memulai usaha mandiri, tapi ini bisa diatasi asalkan proposal yang menjanjikan dapat anda susun untuk meraih kepercayaan pemegang saham.Carilah kesempatan, peluang dan nasib baik, bila bekerja makan gaji alias bekerja pada orang lain, bukan perusahaan sendiri.

Rama-rama  

Coba perhatikan rama-rama itu. Kenapa berputar putar saja mengelilingi lampu, yang akhirnya putarannya semakin kecil hingga menyentuh bola lampu dan akhirnya tewas terjatuh karena kepanasan. Si rama-rama tak sadar bahwa cahaya lampu itu telah membiusnya yang berakibat akan memupuskan usianya alias sampai ajalnya. Sebagai pelajaran kasus rama-rama dan lampu ini adalah bahwa dalam kehidupan itu banyak sekali godaan, baik itu berupa harta, tahta atau wanita. Berhati-hatilah bila mengejar sesuatu baik itu karir di kantor, wanita yang sedang berjalan atau gaji yang tinggi. Bila tak hati hati, maka bukan tak mungkin kita akan menghadapi persaingan tak sehat di perusahaan, mengejar istri/suami orang atau kerja overload sehingga membuat kita sakit.

Tikus

Tikus adalah binatang pengerat. Gigi/rahanya akan merasa gatal kalau tidak dipakai untuk mengerat, sebab gigi itu akan terus tumbuh, tidak berhenti sampai ia mati. Sifat perkembang biaknya amat cepat, hingga mampu memiliki anak sebanyak 10 ekor sekali melahirkan. "Banyak anak sungguh banyak merepotkan" sampai uisa 3 bulan si tikus akan terbebani anaknya baik menyusui hingga mencarikan makan.
 

Ayam 

Ayam termasuk binatang peliharaan. Dagingnya yang empuk, sungguh terasa nikmat bila digoreng atau dipanggang. Oleh karena itu ada hewan ini banyak dipelihara atau diternakkan. Satu hal yang paling menonjol dari ayam (betina) adalah "sifat melindungi" dari si betina. Induk ayam akan selalu melindungi anak2nya dari serangan hewan lain.


(bersambung)

Senin, 23 Maret 2020

Virus Korona Covid-19 merebak, saatnya menyendiri

Virus Korona Baru, timbul Akibat Keserakahan Umat Manusia.
Sobat, dunia saat ini mengalami apa yang disebut orang tua jaman dulu sebagai wabah penyakit pagebluk Suatu penyakit yang mematikan. yang diibaratkan sebagai "sore sakit paginya mati", "pagi sakit sorenya mati". Pagebluk Korona yang disebabkan oleh -tergolong virus "flu" ini, menyerang saluran pernafasan sehingga menyebabkan seseorang sulit bernafas karena bukan sakit pneumonia biasa. Sampai saat ini, Maret 2020 belum ditemukan obatnya. Para ahli kesehatan hanya memberikan obat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh saja, belum bereaksi langsung menyerang keberadaan virus itu sendiri. Virus yang berasal dari kota Wuhan di Tiongkok ini sebelumnya memiliki inang pada tubuh kelelawar, lantas berpindah ke manusia melalui asupan makanan.Sekarang kita tahu bahwa binatang bertaring memiliki pertahanan diri bila terus dieksploitasi keberadaannya.Itu berarti kita harus waspada pada asupan gizi yang nyeleneh yang berasal dari daging binatang yang bertaring.Sobat, kita bertanya kenapa semua ini terjadi dan amat mematikan umat manusia. Tak lain karena kita telah lupa pada apa yang disebut dengan keserakahan mengesksplotsi sumber daya alam dengan berlebihan. Apa yang kita bangga-banggakan dengan jor joran pertumbuhan ekonomi suatu negara misalnya hal itu hanya akan menyebabkan kita segera mengakhiri kehidupan di planet bumi. Buat apa bila pertumbuhan ekonomi tinggi yang hanya mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan akan mengakibatkan berbagai kepincangan kehidupan mahluk lain hingga musnahnya spesies hewan karena perburuan liar, juga bisa disimak disini -semisal, gajah  masuk area perkebunan karena lahan habitat kehidupannya menyempit, macan masuk ke perkampungan karena kelaparan sebab kehilangan bahan buruan di hutan, minyak bumi yang terus ditangguk dari perut bumi yang berakhir ke meningkatnya polusi udara yang berakhir ke efek rumah kaca hingga mencairnya bukit es di antartika yang dalam jangka panjang akan meningkatkan permukaan air laut, hutan habis dibabat sehingga gundul dan menyebabkan banjir bandang, belum lagi pertumbuhan penduduk dunia yang terus meningkat sehingga butuh pemukiman yang menutupi tanah resapan dan terus meningkatnya pengaspalan jalan hingga yang menyebabkan banjir. Bukankah wabah Korona ini mengetuk hati nurani kita agar kita senantiasa berhati hati dalam mengkesploitasi alam. Bukankah wabah ini meningatkan kita akan kepedulian pada keberadaan mahluk lain, yaitu binatang - yang diciptakan oleh Tuhan sebagai sisihan atau kawan di planet bumi. Bukankah social distancing (jarak sosial) sebagai pemutus rantai penyebaran Korona ini merupakan peringatan bahwa kita perlu sejenak untuk hidup menyendiri, bertafakur merenungkan masa lalu kita yang penuh dengan kehidupan serakah. Sekarang saatnyalah ber-samadi/ber-meditasi, berusaha menenangkan pikiran agar jalan kedepan yang akan kita lalui penuh dengan kasih pada kazanah alam. Mari!