Tampilkan postingan dengan label Doktrin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doktrin. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2021

Pancasikep Kejawen


Ki Ageng Salam  menerima wangsit langsung melalui pesan penampakan seorang leluhur dan diperintahkan untuk  menyebarkan paham PANCASIKEP KEJAWEN, yang berdasarkan wangsit itu, ternyata adalah :

1. Memayu Hayuning Bawana : Kepedulian untuk menjaga kelestarian alam dengan cara menghijaukan planet bumi agar tidak rusak perlahan.

2. Manunggaling Kawula Lan Gusti:  Suatu sikap perilaku tentang kemanunggalan antara atasan dengan bawahan atau antara majikan dengan buruh.

3. Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mbangun Karsa, Tutwuri Handayani:  Suatu sikap perilaku sopan santun kepemimpinan dalam organisasi/kelompok, yaitu

Ing Ngarso Sung Tulodho, maknanya: “ Bila menjadi atasan harus bisa menjadi panutan bagi bawahannya”

Ing Madya Mbangun Karsa, maknanya : “ Bila posisinya ditengah harus  mampu membangun  gagasan/ide”

Tutwuri Handayani, maknanya : “Bila  posisinya dibelakang, harus menjadi pengikut yang mampu memberikan kekuatan dan semangat"

4. Setya Tuhu  Lan Sadu: Ilmu tentang bagaimana menjadi pekerja yang baik.

Setya artinya kesetiaan, maksudnya pekerja yang baik harus memiliki kesetiaan pada pekerjaan yang diembannya.

Tuhu  artinya kesungguhan, maksudnya pekerja yang baik harus bersungguh sungguh dalam menekuni pekerjaannya.

Sadu artinya kerendahan hati, maksudnya pekerja yang baik harus memiliki kerendahan hati dihadapan publik.

5. Tanggap Ing Sasmito: Ilmu tentang kemampuan membaca rasa/perasaan artinya tahu diri lalu bereaksi peduli akan keadaan sekitar atau pesan didekatnya atau yang disampaikan. 

 &&&

Kamis, 16 Oktober 2014

Apa itu Tribhinaya?



Tribhinaya adalah 3 sifat alam kehidupan dunia , yang meliputi yaitu :

1. Sifat siklus kehidupan : bahwa tejadi proses berulang pada kehidupan normal mahluk tumbuhan,, binatang.dan manusia untuk lahir-hidup-mati. Sebagai contoh : Katak-telur-kecebong-percil/anak katak-katak, kupu kupu-telur-ulat-kepompong-kupu kupu.

2. Sifat Sebab akibat bahwa secara normal akibat timbulnya benda karena didahului oleh sebab benda lain. Contoh : adanya hujan didahului dengan adanya mendung, didahului adanya awan yang menggumpal, didahului adanya asap, didahului adanya panas yang membakar/api. Jadi secara normal api yang membakar dan menimbulkan asap akan mengakibatkan hujan sebagai hasil akhir.

3. Sifat Keseimbangan Alam : bahwa hidup saling ketergantungan di alam menyebabkan satu mahluk hidup kelangsungan hidupnya tergantung eksistensi mahluk yang lain. Contoh : Populasi kijang akan meningkat bila banyak tersedia makanan/rumput melimpah, maka populasi pemangsa (macan. singa, srigala dll) akan meningkat pula agar tidak terjadi ledakan populasi kijang. Sehingga populasi rumput-kijang-macan akan seimbang dalam satu kawasan dengan sendirinya. Alam sudah mengetahui jalan terbaiknya.


Senin, 14 Mei 2012

Apa Itu Astadharma?

 
Astadharma atau Piwulang Wolu adalah 8 ajaran utama aliran Kebathinan Budhiroso 
yang mengarah pada 8 arah mata angin kehidupan 
agar warga Budhiroso memperoleh kebahagiaan hidup dunia akhirat.

1. Tuhan

Gusti Allah Mboten Sare, oleh sebab itu Ia tempat merajuk dan meminta, baik  siang maupun malam. Oleh karena Gusti Allah Sing Nggawe Urip, maka berkuasalah Tuhan atas jagad dunia dan seisinya.

2. Jagad Raya\Alam Semesta

Alam Ndunyo Kuwi Paringane Gusti Allah. Alam semesta pemberian Allah sudah diserahkan sepenuhnya kepada manusia untuk dikelola dengan baik, tapi ingat Allah masih menjaganya dengan memberi peringatan berupa gejala alam.

3. Guru

Guru Kuwi Sing Digugu Lan Ditiru. Guru mengajari kita ilmu pengetahuan dan  nilai nilai kehidupan yang lebih baik. Semua pemberian guru akan bermanfaat bagi perjalanan hidup kita. Sudah selayaknya kita wajib menghormati para guru.

4. Agama

Agomo Kuwi Agemanipun Tiyang Waras. Agama mengajarkan kebajikan dari kitab suciNya.  Dengan agama laku hidup kita tidak buta tetapi awas dengan kejadian hidup didunia dan takdir akhirat.

5, Keluarga

Keluargo Panggonan Bali Mulih soko Lelungan.  Keluargalah tempat kita kembali. Dalam taburan kasih sayang dan saling menyayangi akan tercipta keluarga sakinah wa rahmah.

6. Sahabat

Kekancan Kuwi Bakal Nggowo Rejeki. Barangsiapa memiliki banyak sahabat, maka hidupnya akan mulia. Kepada sahabat kita dapat berkeluh kesah bila mendapat masalah, harapan kita akan mendapat masukan yang berbuna untuk mengatasi masalah itu. Persahabatan itu adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.

7. Bangsa

Ciri Manungso Wateking Bongso. Menjadi bangsa besar adalah idaman para leluhur pendahulu kita. Sekaranglah saatnya sumbangsih itu kita berikan dengan tetesan semangat dan keringat. Membangun bangsa adalah membangun peradaban yang luhur dan disegani bangsa lain.  

8. Negara

Mbok Wenehi Opo Negoromu?  Karya adalah apa yang bisa kita berikan untuk Negara. Dengan menciptakan karya disegala bidang, sekecil apapun tapi bisa bermanfaat untuk memajukan Negara adalah hal yang utama.


Lambang "Paguyuban Budhiroso Sejati
 yaitu Bintang Bersayap Elang, 
warna Kuning, Biru, Hitam
dalam bingkai pentagon ( segi lima) warna Putih dan bulatan merah.



Sri Kresna adalah hiasan dinding penganut Aliran Kebathinan Budhiroso



Meditasi Samadhi adalah jalan para penganut aliran kebathinan Budhiroso
mendapatkan relaksasi dan ketenangan bathin. Teknik Meditasi dengan menghadap ke arah Timur atau matahari terbit yang disertai lafal pengucapan keras pelan aksara Jawa "ha na ca ra ka da ta sa wa la pa da ja ya nya ma ga ba ta nga", yang diucapkan oleh salah seorang pimpinan meditasi
yang ditunjuk secara bergiliran. 


Ki Ageng Salam

Lahir pada hari Kamis Wage, tanggal 10 Oktober 1963 di Surabaya
Pukul 20.00 di Rumah sakit RKZ Surabaya 




Sajen gelas adalah sesajian yang wajib diracik oleh
 penganut/penghayat Aliran Kebatinan Budhiroso
berupa makanan/minuman atau
 hasil bumi yang ditempatkan  dalam sebuah gelas
 dan diganti bila sudah menjamur/hitam/lapuk, 
untuk menghormati atau memuliakan ROH bakteri dan jamur 
yang telah membantu pembusukan di dunia,hingga
terbentuk siklus kehidupan yang normal dan melenyapkan sampah di planet bumi.

$$$

Apa Itu Caturwening ?




Budhiroso aliran kebatinan yang bersendikan 4 landasan utama 
yang disebut Caturwening, yaitu : 

1. Wening Roso atau Perasaan Yang Tenang (Tidak Gelisah)
2. Wening Ati atau Hati Yang Bersih (Tidak Kotor)
3. Wening Penggalih atau Pikiran Yang Jernih (Tidak Keruh)
4. Wening Pitutur atau Perkataan/Nasehat Yang Baik (Tidak Diam)
Ke-4nya merupakan modal utama menuju laku hidup dengan ketenangan bathin untuk mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.

Bung, kebatinan bukanlah sekedar aksi pejam mata sembari merenung,
ia merupakan katalisator dan perangkat hidup damai-sejahtera.
Bukankah kita lahir tak meminta?
Atau bukankah kita terlahir tanpa meminta berasal dari suku apa,
asal bapa-ibu kita? Ya, kita mung cuma nrimo dan obyek kuasa Roh Suci.
Lantas, siapa diri-kita sebenarnya (sangkan paraning dumadi)?
Apa alam semesta, jagad gede-cilik itu?
semuanya akan terjawab kalau kita sudah menyerap bersih ilmu kebatinan,
yang juga disebut spiritualism itu. Ke-kita-an,
bukanlah ke-sendiri-an, ada juga, mereka-orang lain, komunitas lain.
Kalau kita ga bisa hidup gaul, maka akan terjadi ketegangan,
apalagi bila dengan kepentingan yang sama,
namun tekstur-corak komunitas itu beda. Wajar bukan?
sebab dunia yang seragam akan membosankan.
Nah, kebatinan ini salah satu upaya menuju damai,
tidak perang, baik pribadi atau komunitas.
Mengapa orang berselisih?
Ya, itu terjadi karena dua-duanya memiliki satu tujuan,
namun beda inner-corak. Inner-corak disini adalah rupa-wujud bathin dan juga gelagatnya. Jadi jelas sudah kenapa orang sunni dan syiah kerap berselisih?
Atau NU-Muhammadiyah? Kapitalisme-komunisme?
Dengan ilmu kebatinan, maka cara pandangnya bukanlah wujud kenampakan visual,
tapi apa yang tersirat dan tersamar.
Lalu pemahamanpun lancar mengalir,
karena esensi-nya sudah tertangkap. Slamet seger waras kabeh!

He, poro manungso ing ngalam dunyo 
enggal siro podo anggayuh Wening Roso, Wening Ati, 
Wening Penggalih lan Wening Pitutur siro,
 supoyo lelaku niro 
podo slamet seger waras 
biso urip mangayubagyo sejati.
Bab urip ono ing ngalam dunyo kuwi cacahe mung sedelo, 
ibarate mampir ngombe, mengko kabeh podo bali 
marang ngarso Gusti Allah Kang Moho Suci.  

( Wahai manusia yang hidup di alam dunia, cepatlah raih peri kehidupan dengan perasaan tenang, hati tenang, pikiran tenang dan bernasehat baik, agar dapat menjalankan kehidupan dengan selamat dan bahagia, sebab hidup itu sementara, semuanya akan kembali kehadapan Allah, Tuhan Semesta Alam)