Astadharma atau Piwulang Wolu adalah 8 ajaran utama aliran Kebathinan Budhiroso
yang mengarah pada 8 arah mata angin kehidupan
agar warga Budhiroso memperoleh kebahagiaan hidup dunia akhirat.
1. Tuhan
Gusti Allah Mboten
Sare, oleh sebab itu Ia tempat merajuk dan meminta, baik siang maupun malam. Oleh karena Gusti Allah Sing Nggawe Urip, maka
berkuasalah Tuhan atas jagad dunia dan seisinya.
2. Jagad Raya\Alam Semesta
Alam Ndunyo Kuwi
Paringane Gusti Allah. Alam semesta pemberian Allah sudah diserahkan
sepenuhnya kepada manusia untuk dikelola dengan baik, tapi ingat Allah masih
menjaganya dengan memberi peringatan berupa gejala alam.
3. Guru
Guru Kuwi Sing Digugu
Lan Ditiru. Guru mengajari kita ilmu pengetahuan dan nilai nilai kehidupan yang lebih baik. Semua
pemberian guru akan bermanfaat bagi perjalanan hidup kita. Sudah selayaknya
kita wajib menghormati para guru.
4. Agama
Agomo Kuwi Agemanipun
Tiyang Waras. Agama mengajarkan kebajikan dari kitab suciNya. Dengan agama laku hidup kita tidak buta
tetapi awas dengan kejadian hidup didunia dan takdir akhirat.
5, Keluarga
Keluargo Panggonan
Bali Mulih soko Lelungan.
Keluargalah tempat kita kembali. Dalam taburan kasih sayang dan saling
menyayangi akan tercipta keluarga sakinah wa rahmah.
6. Sahabat
Kekancan Kuwi Bakal
Nggowo Rejeki. Barangsiapa memiliki banyak sahabat, maka hidupnya akan
mulia. Kepada sahabat kita dapat berkeluh kesah bila mendapat masalah, harapan
kita akan mendapat masukan yang berbuna untuk mengatasi masalah itu.
Persahabatan itu adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.
7. Bangsa
Ciri Manungso Wateking
Bongso. Menjadi bangsa besar adalah idaman para leluhur pendahulu kita.
Sekaranglah saatnya sumbangsih itu kita berikan dengan
tetesan semangat dan keringat. Membangun bangsa adalah membangun peradaban yang
luhur dan disegani bangsa lain.
8. Negara
Mbok Wenehi Opo
Negoromu? Karya adalah apa yang bisa
kita berikan untuk Negara. Dengan menciptakan karya disegala bidang, sekecil
apapun tapi bisa bermanfaat untuk memajukan Negara adalah hal yang utama.
Lambang "Paguyuban Budhiroso Sejati"
yaitu Bintang Bersayap Elang,
warna Kuning, Biru, Hitam
dalam bingkai pentagon ( segi lima) warna Putih dan bulatan merah.
Sri Kresna adalah hiasan dinding penganut Aliran Kebathinan Budhiroso
Meditasi Samadhi adalah jalan para penganut aliran kebathinan Budhiroso
mendapatkan relaksasi dan ketenangan bathin. Teknik Meditasi dengan menghadap ke arah Timur atau matahari terbit yang disertai lafal pengucapan keras pelan aksara Jawa "ha na ca ra ka da ta sa wa la pa da ja ya nya ma ga ba ta nga", yang diucapkan oleh salah seorang pimpinan meditasi
yang ditunjuk secara bergiliran.
Ki Ageng Salam
Lahir pada hari Kamis Wage, tanggal 10 Oktober 1963 di Surabaya
Pukul 20.00 di Rumah sakit RKZ Surabaya
Sajen gelas adalah sesajian yang wajib diracik oleh
penganut/penghayat Aliran Kebatinan Budhiroso
berupa makanan/minuman atau
hasil bumi yang ditempatkan dalam sebuah gelas
dan diganti bila sudah menjamur/hitam/lapuk,
untuk menghormati atau memuliakan ROH bakteri dan jamur
yang telah membantu pembusukan di dunia,hingga
terbentuk siklus kehidupan yang normal dan melenyapkan sampah di planet bumi.
$$$