Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2015

Apa itu Novel?

Teknik Membuat Novel Dengan Metoda LDT (Light, Dark, Trace)

Oleh Ki Ageng Salam

 1.  Beli sebuah senter/sentolop (ide cerita:Kemiskinan, Percintaan, Perang dll) 
yang disesuaikan dengan besar ruangan kamar (jumlah bab).
2. Matikan aliran listrik (fokus/benang merah cerita) , 
saat lampu (ide cerita lain sebagai referensi) padam  bergeraklah mencari posisi senter
3. Biarkan meja, kursi, vas terguling dll, yang bergerser  karena 
anda meraba-raba dan menubruk barang sekitar, saat mencari senter dalam kondisi gelap.
 4. Setelah posisi senter diketahui, maka raih dan nyalakan  senter, 
tekan skaklar agar mengeluarkan cahaya yang menerangi jalan anda 
(plot cerita) untuk mencari korek api dan lilin (pesan moral cerita)
5.  Setelah lilin menyala (semua bab terisi) sebagai ganti 
penerangan aliran listrik yang padam, maka barang barang yang tergeser dirapikan....!

Selasa, 11 Juni 2013

Apakah kitab Catur Viphala itu?



Inti dari kitab Catur Viphala karangan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. inti ajaran ini mencakup 4 pokok laku utama, yaitu :
 
1. Nihsprha, adalah suatu keadaan di mana tidak adal lagi sesuatu yg ingin dicapai manusia. 
2. Nirhana,   yaitu seseorang tidak lagi merasakan memiliki badan dan karenanya tidak ada lagi tujuan. 
3. Niskala adalah proses rohani tinggi, “bersatu” dan melebur dengan  Dia Yang Hampa, Dia Yang Tak Terbayangkan, Tak Terpikirkan, Tak Terbandingkan. Sehingga dalam kondisi (hal) ini, “aku” menyatu dgn “Aku”. 
4. Nirasraya, suatu keadaan jiwa yg meninggalkan niskala dan melebur ke Parama-Laukika 
 (fana’ fi al-fana’, yakni dimensi tertinggi yg bebas dari segala bentuk keadaan, tak mempunyai ciri-ciri dan mengatasi “Aku”).

(Sumber : Kaskus.co.id) 

Apakah demikian berharga dari sebuah kitab?
Sebuah kitab baru akan berharga kalau sudah terbuka,
tapi harus oleh tangan kita, oleh karsa kita,
bukan oleh tiupan angin. Kalau kitab itu tak bernas dan bermutu isinya,
tentu akan membuat kita pusing, mual dan marah,
sebab telah menghabiskan waktu kita. Hati hati dengan kitab,
ia bisa terlarang dan membawa bencana seperti,
kitab Ayat Ayat Setan karya Salman Rusdhi.
Terbukti bahwa sebuah kitab mampu membawa dampak atau perubahan.
Dalam satu tahun, bangsa Amerika mencetak kitab sebanyak 300.000 eksemplar,
dan itu belum berhenti untuk tahun berikutnya, bahkan tak akan pernah berhenti.
Lantas, berapa eksemplar yang bisa Bung baca dalam sebulan?
Kalau tak terbaca, kitab kitab itu akan melimbah dan,
Menjadi biang kutu di gudang kita.
Bung, apasih gunanya kitab? Sungguh ini pertanyaan bodoh,
ya tentu agar kasanah pengetahuan kita terus bertambah,
hingga mampu menyumbang referensi bagi pencarian solusi masalah hidup,
atau kalau tidak, bisa untuk bersenang-senang membunuh waktu,
agar tak merambat liar. Bukankah kita hidup ini hanya menempuh 2 jalan?  jalan kekalahan atau kemenangan! dan kitab akan menyumbang untuk jalan terbaik, kemenangan.
-&-