Tampilkan postingan dengan label Sifat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sifat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Mei 2013

Apakah Nafsu Itu?




Terdapat 8 nafsu manusia menurut ajaran Budhiroso. Nafsu nafsu ini akan menggerakkan seorang manusia dalam menjalani laku hidup di dunia. Ke-8 nafsu itu adalah :
                                                                                                       
   1. Nafsu Setan/Amarah :Tabiatnya suka merusak, pusatnya ada di hati
Bila hati sedang panas, duduklah. Besarkan rongga dada anda. Pompakan udara bersih ke jantung anda. Lalu sebut nama Tuhan, Eling! Niscaya akan reda amarahnya.
  1.  Nafsu  Birahi/Lobido :Tabiatnya suka bersetubuh, pusatnya di alat kelamin.Bila nafsu ini yang menggerakkanmu, berhati-hatilah, ia akan dapat menuntunmu ke lembah penderitaan. Berpuasalah, untuk mengendorkannya atau salurkan dengan benar.
  1. Nafsu Pribadi/Ego :Tabiatnya suka mengambil, pusatnya di tangan.Apakah kau selalu ingin berada di puncak? Bila ya, maka itu ego yang baik, tentu bila diiringin dengan sikap yang benar-fair-adil. Tidak ada salahnya menjadi yang terbaik, tapi tentu dengan jalan yang fair, bukan?.
  1. Nafsu Malaikat :Tabiatnya suka menolong, pusatnya di otakKreasi putih-mu yang kau hidangkan pada dan untuk kepentingan sesama itu anugerah Ilahi. Perbuatan bersih, tanpa noda selalu akan mendatangkan manfaat buata diri dan sesama.
  1. Nafsu Hewani/Binatang : Tabiatnya suka makan, pusatnya di perut: “Weteng panggon kuburan”, itu artinya “perut merupakan cikal bakal kematian”, artinya waspadalah apa yang kau makan atau masukkan melalui mulutmu. Semuanya akan diterima perut dan diproses dengan jalur yang sama. Makan banyak bisa menyesakkan, bukan? maka waspadailah jenis makanan-minuman-mu.
  1. Nafsu Kudus :Tabiatnya suka menyendiri, pusatnya di jantung. Kalau kau sedang suntuk, butuh kesendirian-penyepian. Kalau kau sedang berproses akan mencipta, maka kau butuh perenungan dan menghindari kebisingan. Kau tak ingin diganggu, agar deras aliran cipta-karsa bisa tertampung tanpa tumpah. Sesekali menyendirilah, evaluasi langkah hidup yeng telah kau tempuh, barangkali perlu pembenahan disana-sini..
  1. Nafsu Sosial: Tabiatnya suka berkumpul, pusatnya di mulut. “Opo wot ogal agil kuwi? Apa titian yang selalu bergerak itu? ia adalah lidah. Karena lidah kau banyak teman, dan karena lidah pula kau dijauhi dalam pergaulan. Hati-hati dengan lidah-mulutmu!
  1. Nafsu Langlang : Tabiatnya suka bepergian, pusatnya ada di kaki. Bisakah kau berdiam diri seharian dalam kamar? Bisa, kalau sedang mengurung diri karena tak ingin bertemu dengan pribadi lain. Setelah itu, kemana? Tentu kau akan melangkahkan kakimu, kemana kau suka. Ke punvak gunung tertinggi, ke tebing ter-ngeri, ke gedung tertinggi atau ke lembah lautan terdalam, ke padang terluas atau ke taman ter-indah. Semua ingin kau laku-taklukkan bukan, sebab diam itu artinya menjenuhkan, membosankan, maka bergeraklah!
$$$

Apakah Alam enam itu?

Budhiroso membagi alam “kehidupan” menjadi 6 alam, yaitu:

1.Alam Roh Suci : 
Yaitu alam yang dihuni Tuhan Allah. Sendirilah Dia Yang Maha Agung. Alam ini hanya bisa dikenali setelah manusia melakukan tapa brata /meditasi /samadhi/sholat. Alam ini sunyi, sepi nyenyet, tak ada suara, tak ada gerak, tak ada karsa dan bening laksana sinar mata kucing di malam hari.

2.Alam Kandung : 
Yaitu alam yang menempati ruang kandungan seorang ibu. Lamanya 9 bulan 10 hari untuk rata rata manusia normal. Dalam alam ini seorang bakal     manusia mampu merespon sebuah rangsangan batin dan lahir. Rangsangan batin yang diberikan oleh perasaan si ibu yang mengandung (perasaan suka atau sedih seorang ibu mampu mempengaruhi jiwa bakal bayi) dan rangsangan gerak yaitu tatkala dinding perut ibu diusik. Sebuah janin bayi yang telah mendapat tiupan Roh Allah akan membalas rangsangan gerak yang diberikan pada dinding perut ibu berupa sebuah pukulan atau tendangan.

3.Alam Jagad/Nyata :
Yaitu alam yang menempati ruang dalam jagad. Disini seorang bayi akan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya. Lamanya hidup di alam jagad bervariasi untuk tiap tiap manusia. Tergantung kemampunanya menjaga kondisi fisik jiwa si empunya tubuh agar selalu prima. Disini badan manusia akan merasakan sakit dan sehat,

4.Alam Halus : 
Yaitu alam tidak kasat mata atau tak tampak (tapi kadang bisa menampakkan diri dalam kasus kasus tertentu). Yang menempati ruang ini adalah jin, setan , iblis dan malaikat atau dewa dewa..

5.Alam Kubur : 
Yaitu alam yang menempati ruang penantian setelah seseorang dinyatakan mati secara fisik atau biologi atau “kamar tunggu” sebelum turunnya hari kiamat atau berhentinya sang waktu. Alam ini dihuni binatang dan manusia dan tumbuhan. Di alam ini kita akan berkumpul dengan sanak sadulur menanti hari perhitungan dosa.

6.Alam Akhirot :
 Yaitu alam yang menempati “ruang” disamping Allah, setelah manusia mendapatkan keadilan Tuhan. Setelah diadili, “manusia” akan menempati alam putih/sorga yaitu kenikmatan batin disisi Allah bagi yang berhasil mengeluarkan dirinya berupa seakan akan “kupu kupu yang indah yang melepaskan diri dari ulat yang buruk”dan alam hitam berupa “siksa Allah” bagi manusia yang banyak dosa atau perilaku buruk selagi hidup di alam Jagad atau di ibaratkan sebagai “kepompong yang gagal menjadi kupu kupu yang indah”.
$$$

Senin, 09 Juli 2012

Apa itu Sakaratul Maut?

Bagaimana rasanya menjelang ajal atau sakaratul maut, saat di pembaringan? Saya akan coba gambarkan situasi itu buat anda. Ketika anda sehat, maka anda mampu menggerakkan seluruh anggota badan anda, sesuai dengan arah gerak sendi engsel tulang rangka. Anda bisa menggenggam sebuah HP dengan lembut, hingga HP itu tidak jatuh atau rusak. Disini syaraf motorik dan sensorik bekerja dengan baik, sesuai dengan keinginan anda. Lalu bagaimana jika anda sakit menjelang ajal? Anda tak mampu meraih sebuah HP apalagi menggenggamnya. Anda tak mampu menggerakkkan tangan anda. Apabila gerakan ini tak dapat anda lakukan, maka dapat dipastikan anda sedang mengalami kematian syaraf kesadaran, lalu menunggu datangnya sakaratul maut. Semua indera perasa anda tak berfungsi dengan baik. Anda tak mampu lagi merasakan manis atau pahit, pendengaran jadi lamur/berkurang daya tangkapnya, penglihatan jadi kabur. Nah, malam harinya ketika anda bangun dari tidur, anda akan merasakan dingin yang luar biasa, sehingga anda ingin diselimuti untuk mengusir dingin itu. Lalu dengan perlahan mata anda akan terpejam. Antara sadar dan tidak, tiba tiba akan terdengar suara sesuatu yang berdengung mirip suara lebah, mengitari anda. Itu pertanda datangnya utusan Allah, yaitu molekat Mikhail, malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk mencabut nyawa manusia. Suara itu berputar putar mendekat lalu menjauh, seakan memberi tahu kepada anda bahwa sesuatu mahluk akan datang dan mengajak anda untuk pergi. Nyawa anda akan dicabut lewat mana? Hidung atau ujung kuku ibu jari kaki (jempol). Sesuai aliran nafas, maka yang paling ringan sakitnya adalah dicabut dari perut lalu keluar melalui nafas di lubang hidung. Sakit tidaknya waktu nyawa keluar, tergantung kesiapan anda untuk rela mati atau tidak. Jika anda masih memberati hidup di dunia atau masih ingin hidup terus atau tidak rela mati, maka nyawa akan dicabut terbalik, yaitu dari ubun ubun tereus ke perut lalu keluar melalui ujung ibu jari kaki. Sakitnya luar biasa. Oleh karena itu, mungkin anda pernah mendapat cerita bahwa sebelum meninggal seseorang meludah ludah dan bergulingan di tempat tidur sambil terus merintih, itu dapat disebabkan karena si calon mati belum rela melepas kehidupan didunia. Setelah nyawa keluar dari badan, maka suara yang berdengung itu (mirip helicopter), terus berputar putar disekitar anda. Seakan mau menuntun anda untuk mengikutinya keluar dari alam fana/dunia. Biasanya selama 3 hari, anda masih menekuni tubuh anda. Anda ingin berbicara dengan sanak sedulur yang menangisi tubuh anda, tetapi suara tak bisa keluar. Ya anda sudah mati. Anda ingin memegang sesuatu, tapi tak bisa karena tanpa raga. Setelah dimakamkan, maka malaikat Mungkar Nakir segera datang, begitu para pelayat sudah membalikkan badan. Anda akan ditanya tentang segala sesuatu mengenai tindakan anda ketika hidup didunia. Bersikaplah setenang tenangnya, jawablah semua petanyaan dengan pelan dan mantap. Pertanyaannya sekitar “apakah pernah membaca kitab suci?”, “Apakah pernah mendapat bimbingan dari GURU? Dan “ Apakah segala perbuatan yang anda lakukan sudah menyebut nama Tuhan lebih dulu, bila risikonya berkaitan dengan nasib orang lain?”

Pada hari ke-4, maka anda akan dibangkitkan dari kubur, lalu diajak oleh suara itu (suara isyarat saja, tanpa memakai bahasa apapun) untuk bertemu dengan sanak sadulur yang sudah meninggal. Anda akan diarahkan menuju suatu pintu yang bersinar terang, itu pintu pelepasan namanya. Pintu untuk menuju alam barzah (alam penantian). Bila anda menolak untuk mengikuti suara penuntun itu, maka akan terdengar suara angin ribut yang menakutkan, maka mau tidak mau anda akan menuruti kemana suara itu menuntun. Setelah anda melewati pintu pelepasan, maka anda akan dipertemukan dengan sanak sadulur. Berkumpulnya  anda dengan sanak sadulur ini menandakan bahwa keberadaan anda sudah berada  di alam barzah (alam penantian). Semua amalan anda sudah terputus, kecuali bila anda memiliki keturunan yang baik, ilmu yang bermanfaat dan amal jariyah (amalan yang bisa dinikmati orang banyak, misalkan bikin jembatan, sumur, tempat ibadah dll).

 (Pengetahuan tentang skaratul maut diatas didapat dari hasil terawangan dengan laku samadhi dan berdoa di makam -yang baru dikubur)

$$$

Sabtu, 23 Juni 2012

Apa Itu Perilaku Hidup?

“Lapang, Lempang dan Lempeng”
Dalam menjalani laku kehidupan di alam dunia, ajaran Kejawen Budhiroso ingin mewujudkan perilaku hidup yang normal dilandasi dengan jalan kehidupan yang 
“Lapang, Lempang dan Lempeng”.
Lapang bermakna memiliki pandangan hidup yang luas.
Lempang bermakna mampu menaklukkan halangan kehidupan.
Lempeng bermakna menjalani kehidupan dengan lurus.

Senin, 11 Juni 2012

Apa Itu Sifat Tuhan?


Sifat sifat Tuhan

1. Sifat Pangeraniro (Tuhanmu) Yang Awal / azali, Tak terkait Dengan Alam   

a. Pangeraniro Itu Tunggal, Satu atau Esa.
Penjelasannya : - Sebuah telur itu “tunggal”, apakah sifat Tuhan itu seperti ini? Tidak, karena telur terdiri dari kulit keras (cangkang), kulit lembut (ari), putih telur, kuning telur dan rongga udara (5 unsur menyatu dalam satu benda). Ketunggalan Tuhan itu tidak demikian sifatnya, tapi  ketunggalan Tuhan itu seperti sebongkah “arang” yang terdiri dari “satu unsur karbon saja”. Tuhan tak tergantung pada bentuk tertentu, karena bentuk hanyalah merupakan hasil tangkapan indera mata atau hasil kekayaan visual/rupa yang tertangkap indera mata. Bentuk Tuhan sebenarnya hanya bisa ditemui setelah mati
.
    1. Pangeraniro Itu Hidup, Urip atau Tidak Mati.
Penjelasannya : Karena Tuhan itu hidup, maka Tuhan itu bergerak. Karena bergerak, maka Tuhan itu memiliki tujuan agar eksistensi "kehidupannya" bermanfaat.

    1. Pangeraniro Itu Bisa Membagi/Membelah Diri.
Penjelasannya : Tuhan itu bisa membagi dirinya menjadi kembar, baik itu kembar dua, tiga atau lebih dari itu. Semua kehendak itu tentu dimaksudkan agar Tuhan bermanfaat untuk mencapai tujuanya.

    1. Pangeraniro Itu Kreatif.
Penjelasannya : Kreatifitas merupakan salah satu sifat Tuhan. Jadi Tuhan itu tidak bodoh. Dengan sifat kreatif ini, maka Tuhan bisa disebut Sang Pencipta.

    1. Pangeraniro Itu Kekal/Abadi/Langgeng/Berkesinambungan.
Penjelasannya : Agar dapat bermanfaat selama lamanya dan "terus menerus berkreasi", maka Tuhan itu memiliki sifat kekal, selalu ada dari masa ke masa dan tidak tergantung waktu.

    1. Pangeraniro Itu Tidak Pernah Terlihat Oleh Manusia
Penjelasannya : Tuhan itu tidak menyerupai sesuatu atau apa yang pernah dilihat manusia. Jadi kalau Tuhan itu menyerupai sesuatu, maka ia bukan lagi Tuhan Sang Pencipta, tapi hanyalah hasil karya ciptaan/rekaan imajinasi manusia belaka.

    1. Pangeraniro Itu Kuat/Perkasa
Penjelasannya : Tuhan itu tidak lemah, tapi kuat. Tuhan memiliki kekuatan yang tidak bisa hilang sehingga menjadikan diriNya mampu untuk membuat diriNya kekal atau tak berakhir dan hidup terus menerus.

    Karena manusia adalah mahluk berfikir, maka Tuhan memberikan petunjuk/tuntunan hidup untuk bergaul satu dengan lainnya di dunia baik melalui utusan/malaikat atau langsung. 

    2. Sifat Pangeraniro (Tuhanmu) yang terkait dengan hasil tiupan Roh Ketuhanan pada manusia.
      Sebagai hasil tiupan Roh Ketuhanan ini, maka manusia memiliki sifat kreatifitas yang “tinggi” dan berperilaku seolah olah sebagai "Wakil Tuhan" di dunia. Dengan kemampuan memutus siklus kehidupan, sebab akibat dan keseimbangan alam.

     a. Manusia bisa menciptakan hewan baru tanpa melalui proses pembuahan sel telur dan sel sperma secara normal, tapi “sel sperma” hanya diambilkan dari sekutip sel telinga binatang (teknologi cloning domba Dolly),

    b. Manusia mampu membuat hujan buatan dengan menaburkan bahan bahan kimia ke angkasa tanpa harus mengandalkan adanya mendung/asap karena panas api

    c. Tenaga nuklir bisa dihasilkan dari peluruhan atom U-239 menghasilkan energi panas yang besar.

    $$$

    Kamis, 31 Mei 2012

    Apa Itu Pangeraniro?


    Bagiamana menerangkan wujud Pangeraniro?

    Siapa Pangeraniro itu?
    -    Pangeraniro (Tuhanmu) adalah sosok Sang Pencipta mula/awal jagad raya seisinya dan Pangeraniro Maha Kuasa, sebelum mahluk manusia turun kebumi. Setelah manusia berada di bumi, maka Awoh bukan satu satunya Sang Maha Pencipta di jagad raya, karena faktanya Awoh tak mampu menciptakan mobil atau meja. Juga awoh tak Maha Maha Kuasa lagi karena tak kuasa menyelamatkan seorang bayi dari kematian ketika dalam todongan belati manusia dewasa. Oleh karena itu manusia dianggap "Pangeraniro Katon" (Tuhan Yang Tampak) di bumi untuk mengelola isi jagad raya termasuk "mematikan" atau "mencabut" nyawa manusia seperti pada masa perang, aborsi serta pembunuhan. Kuasa manusia pada jagad raya akan berhadapan dengan "sifat wujud Pangeraniro sing tinakdir marang jagad gede" (sifat Pangeraniro yang ditakdirkan ada pada jagad raya", yaitu "siklus kehidupan, sebab akibat dan keseimbangan alam"

    Dimana kedudukan Pangeraniro berada?
    -   Sebelum Bapa Adam dan Ibu Siti Hawa diciptakan, maka kedudukan Awoh ada di Sorga. Setelah Bapa Adam dan Siti Hawa diciptakan untuk menghuni sorga, maka sosok Pangeraniro menghilang dan akan muncul lagi seperti “keringat yang keluar dari pori pori kulit “untuk berkomunikasi dengan penghuni sorga, lalu menghilang lagi.

    Dimana sekarang Pangeraniro berada?
    -    Setelah Bapa Adam dan Ibu Siti Hawa (asal usul manusia menurut Islam, Nasrani dan Yahudi) diturunkan dari sorga menuju dunia, maka wujud Pangeraniro  menghilang berubah "wujud" menjadi dzat “wujud Jagad Raya seisinya termasuk setiup roh Awoh untuk membuat manusia bernyawa” untuk melihat dan mengawasi manusia. Jadi sekarang Pangeraniro berwujud “binatang, tumbuhan, manusia, air, planet, bulan, matahari, galaksi, meteor, nebula dll”

    Jadi ungkapan Gusti Pangeran Mboten Sare (Tuhan tidak tidur) itu benar, karena Pangeraniro terus berkomunikasi dengan manusia melalui gejala alam/rekasi reaksi alam. Kalau hutan kita tebang, maka Pangeraniro mereaksikan wujudnya dengan tanah longsor dan banjir. Sifat Pangeraniro  di jagad raya adalah berupa siklus kehidupan,sebab akibat dan keseimbangan alam.

    - Antara matahari, planet dan bulan terkandung  keseimbangan gaya yang menimpanya,sehingga ke-tiga benda ini membentuk sistim kehidupan yang memiliki sikuls edar yang membentuk waktu siang dan malam.
    -  Buah kelapa jatuh ke tanah tumbuh menjadi pohon kelapa baru setelah itu induknyamati karena tua.
    -     Pohon pisang beranak/bertunas untuk meneruskan kehidupan pohon induknya.
    -     Seekor singa hanya membunuh bila lapar, untuk menjaga keseimbangan alam.

    Jadi sekarang sosok Pangeraniro bukan lagi sebuah pribadi, seperti seorang komandan menghadapi bawahan saat berdialog dengan malaikat ketika akan menciptakan manusia pertama (Adam-Hawa), tapi telah melebur dalam diri pribadi berwujud dzat  alam jagad raya seisinya termasuk setiup roh Pangeraniro yang hadir dalam diri manusia ketika dalam kandungan ibu.

    Oleh karena itu sekarang Pangeraniro bisa berkomunikasi langsung dengan manusia melalui wahyu/wangsit dengan perantaraan ciptaanya yaitu malaikat pada nabi/rasul atau sosok wujud Pangeraniro melalui pertanda/firasat yang disampaikan, misalkan oleh binatang,angin, suara alam dll kepada manusia. Jadi Pangeraniro mboten sare (Tuhan tidak tidur). Bila sifat ketuhanan/Pangeraniroiyah/suci/baik manusia hilang, maka akan muncul sosok iblis/setan yang menggantikan dan akan membimbing manusia dalam alam kegelapan/kejahatan yang merusak sifatnya. Sifat merusak ini bisa hilang hanya dengan eling/ingat kepada Awoh.

    $$$