Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Agustus 2022

ROPPI (ROOSDIANSYAH PRIBADI) CHESS CLUB

 



Dalam rangka memperingati 
Hari Kemerdekaan RI ke-77
Kami dari 
ROPPI CHESS CLUB
 menyediakan 
“Kopi Kemerdekaan”
Sebanyak 77 cangkir kopi GRATIS kepada anggota PERCAKED.
(Persatuan Catur Kedurus)
Jl. Kedurus Dukuh X/1 Surabaya 
Wedang kopi sudah bisa dipesan ke Bu Patona (pemilik Warung Kopi Patona) mulai hari ini.



Gens Una Sumus yang artinya "Kita Satu Keluarga", demikian jargon unen unen permainan catur. Ini merupakan permainan strategi berpikir. Catur diyakini berasal dari India. Chaturanga juga diperkirakan merupakan nenek moyang dari permainan strategi serupa yang berasal dari Dunia Timur, seperti xiangqi (catur China, janggi (catur Korea), dan shogi (catur Jepang). 

Ingat! permainan berfikir ini makan waktu panjang, jadi harus bijak dalam melangkah. Kunci permainan catur adalah manajemen waktu/tempo, langkah umpan strategis, pertukaran yang menguntungkan dan cari posisi bidak yang paling berpotensi menguasai medan. Mari bermain catur dengan bijaksana.  


Rabu, 20 Juli 2022

Cak Eddy, Pendekar Lingkungan

 

Namanya Ir.Eddy Soentjahjo MT, kami para sahabat biasa memanggilnya Cak Eddy (Arek Kedurus II). Persahabatan saya dengan Cak Eddy terjadi sejak masa kanak kanak hingga usia manula, jadi kita gaul bersama sudah lebih dari 50 tahun. Masih teringat saat itu, ketika kami menjelang ujian THB (Tes Hasil Belajar) Sekolah Dasar kelas 6, kami saling melempar teka teki/pertanyaa bahan ujian, siapa yang salah menjawab bakal kena hukuman, yaitu memukul kepala dengan gulungan kertas. Setelah menamatkan studi S1 dan S2 Teknik Kimia di ITB Bandung, karir Cak Eddy berlabuh di Kementrian Lingkungan Hidup, sebagai konsultan tenaga ahli, khususnya masalah limbah pencemaran lingkungan. Karena dunia kerjanya ini, sudah puluhan kasus pencemaran limbah B3 di Indonesia sudah diselesaikannya, sehingga karena dunia kerjanya ini, bolehlah Cak Eddy disebut sebagai “Pendekar Lingkungan” yang tugasnya menjewer para pencemar lingkungan di Indonesia. Sebagai konsultan, upahnya dimulai dari sekedar pengganti uang transport hingga diperlakukan layaknya seorang professional. Kini dari hasil jerih payahnya itu, kami teman alumninya saat SMP (angkatan 1979) turut kebagian rejeki dengan seringnya ditraktir rekreasi untuk wisata bersama merajut nostalgia kenangan lama. Kemarin, selama 4 hari kami sebanyak 31 orang teman alumni SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo, berwisata ke Bali dengan tajuk “79 Goes To Bali”. Terima kasih Cak Eddy, semoga selalu sehat dan lancar rejeki. Amin.

Siapakah yang disebut sahabat itu?

Ia teman sisihan kita, tempat berbagi saat

berkalang kesedihan dan kebahagiaan.

Kadang persahabatan yang tulus bisa melebihi

ikatan persaudaraan.

Jika demikian, maka sahabat adalah asset gaul kita.

Semakin banyak sahabat, maka akan semakin mudah

kita melewatkan waktu kehidupan sosial kita.

Sahabat dapat membuat jalan hidupmu yang semula kelam

berubah menjadi terang.

Terimaksih sahabat, keberadaanmu tak terlupakan.

$$$

Selasa, 29 Juni 2021

Negeri Atas Air


Ini kuasa Tuhan. Kita dilahirklan di negeri atas air. Dimana 66% luas wilayahnya adalah air. Selayaknya budaya air perlu kita ajarkan pada anak cucu, semisal kepintaran berenang dan pembuatan perahu/kapal. Kita patut bangga pada para leluhur kita, yang merupakan ‘nenek moyangku orang pelaut’. Air mempersatukan wilayah pulau pulau kita yang ribuan jumlahnya. Masih ingatkah kita akan jargon geopolitik kita yaitu - Indonesia sebagai poros maritim dunia? Kita boleh berharap melalui semangat kejayaan maritim di masa lalu, kesejahteraan rakyat akan manis tercapai. Lantas apa harapan kita agar kejayaan maritime kita akan terwujud. Pertama, tempat bergantung kita adalah profesi nelayan dan pedagang antar pulau. Segera sarana dan prasarana tata kelola kelautan kita bisa dijangkau oleh nelayan kita yang masih dikuasai oleh para nelayan tradisional. Kedua, sudah sepatutnya kita harus mampu berswadaya pembuatan kapal dalam negeri yang murah, tapi kuat. Ketiga, laut sebagai asset perairan harus dimanfaatkan sebaik baiknya, agar kandungan potensi kelautan semisal ikan, tidak mati tua, karena tak dipanen. Dan keempat, yang tak kalah pentingnya adalah untuk menyadari bahaya air, maka perlu diedukasi pada para nelayan dan para penumpang kapal kita, agar patut waspada pada potensi gelombang laut yang dapat menimbulkan bencana, kelalaian karena sarat penumpang atau kapal rusak karena sudah tua. Ini penting, sebab banyak kejadian kecelakaan atas air yang timbul karena tak menyadari potensi bahaya air yang melimpah ini.

                                                                      

Senin, 28 Juni 2021

Korupsi? No Way...



Korupsi adalah pencurian. Ia sama predikatnya dengan pencuri ayam, yaitu maling. Hanya pelaku korupsi biasanya kaum cerdik pandai, yang menggunakan kepintarannya untuk menangguk uang negara atau korporasi. Perilaku korupsi itu seperti penyakit gudik, bisa menular, bila tidak diredam dengan semangat hidup sederhana. Jalan pintas untuk menjadi kaya yang salah jalan ini, kian hari kian menggurita. Mungkin disebabkan hukumannya yang terlalu ringan, sehingga tak menemukan jera untuk melakukannya. Seandainya sampeyan jadi pejabat, tentu akan bersuka cita, apalagi bila diserahi sejumlah uang untuk anggaran belanja. Amanat ini bila tak difasilitasi dengan moral pengabdian sepenuhnya, maka bukan tak mungkin akan sampeyan selewengkan.  Biasanya para koruptor lupa kalau perbuatannya merupakan kejahatan besar dan massif. Lantas siapa saja yang jadi korban? Tentu para sanak saudara alias keluarga serta Negara/korporasi. Keluarga  akan diterpa malu yang tak berkesudahan, sedang Negara/korporasi akan terganggu ” jalan hidup”nya. Korupsi akan terjadi bila ada niat jahat dari para pelakunya, juga adanya kesempatan. Korupsi akan membuat pilar pembangunan keropos dan roda pemerintahan akan terganggu. Saya setuju bila korupsi dihukum berat dan dilakukan pemiskinan dengan cara menyita semua uang hasil korupsi itu.

Selasa, 02 Juni 2020

Apakah Urat Candi Itu?



Bangunan itu tetap tegar berdiri ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu.
Sayangnya luput dari amatan detail-perhatian kita.
Tubuh candi yang kokoh sarat menyimpan pesan, kesan dan makna.
Lihatlah lapuknya tak termakan oleh rayap, tapi oleh waktu dan tangan jahil manusia.
Dibuat disain oleh para ahli bangunan pada jamannya.
Strukturnya yang ciamik, simple dan membukit membuat onggokan 
yang eksotis itu terserak ditempat tempat sepi. 
Apakah tidak kesepian kau, wahai candi?
Jarang atau bahkan tak ada candi di dalam kota, tapi biasanya nyempil disudut wilayah.
Dulu mungkin banyak candi di tengah kota, tapi kini telah musnah karena tergusur bengisnya jaman.
Coba berikan sejenak perhatian kita. Sanggup dan bersediakah sampeyan?
Pada dinding candi, terlihat urat candi, berupa gambar ornament yang biasanya terpahat –menempel kuat, tapi sekarang sudah buram karena terkikis oleh cuaca dan waktu.
Gambar mosaik itu bisa berisi pesan moral atau kisah kisah yang dialami oleh sang empunya candi pada jamannya. Bisa peristiwa ditataran lingkungan kerajaan atau rakyat jelata. Biasanya cerita berasal dari kisah pewayangan dan ritual keagamaan. Sering terpahat gambar orang, binatang dan tumbuhan. Kadang terdapat pula gambar media transportasi dan peralatan-perkakas pada jaman itu, misalkan  perahu dan garu (alat cangkul).
Sampeyan yang berusaha memindahkan gambar pahatan urat candi itu ke media computer atau mencoba me-rekonstruksi-nya diatas kertas –lalu menghimpunnya dalam bentuk buku. Semoga berhasil!
Selamatkanlah mosaik kuno warisan leluhur kita itu. Agar tidak musnah terkubur jaman. Semoga sampeyan beruntung dan diberkahi oleh roh leluhur sebagai penghormatan atas usaha mulia ini.
Yakinlah bahwa karya-usaha ini termasuk ibadah atau laku suci. Maturnuwun.



Ornamen pada batu nisan jaman Kuno


Relief kapal layar yang terpahat pada dinding candi
 Borobudur berusia lebih dari 1200 tahun.




Selasa, 07 April 2020

Bermunculan Kerajaan Baru, Pertanda Apa?


4 Diantara kerajaan itu adalah 
Keraton Agung Sejagat (Purworejo-Jawa Tengah)
Sunda Empire  (Bandung-Jawa Barat)
Kerajaan Ubur Ubur (Serang-Banten)
Kesultanan Selaco (Tasikmalaya-Jawa Barat)
 
 

Apakah kau kira mereka itu main-main, tidak mereka serius.
Lalu apa yang mereka cari?

Dibawah ini terdapat 12 hal yang mereka cari, yaitu :
1. Sensasi, -ya, mereka akan mengalami ejakulasi bathin bila berhasil melaksanakan hajatnya.
2. Tuhan, -ya mereka merasa adalah pilihan Tuhan karena bukankah hanya Tuhan-lah yang berada diatas raja, tidak ada lagi
3. Kekuasaan, bukankah titah raja itu wajib dilaksanakan.
4. Harta, mana ada raja miskin.
5. Popularitas
6. Persembahan terbaik dari rakyatnya, bukankah hanya persembahan untuk raja-lah yang terbaik?
7. Gelora atau semangat ber-karya di masa lalu yang telah terbukti melahirkan bangunan2 semisal candi Borobudur yang merupakan 7 keajaiban dunia.
8. Mengatasi kesulitan hidup  
9. Menyalurkan hasrat paranoid-nya.
10.  Pengaruh, mampu mengalahkan popularitas kerajaan yang sesungguhnya
11. Orang sakti, -ya, ternyata raja raja baru itu suka mengeluarkan kutukan
12. Kerinduan induk budaya, misalkan rindu pada kejayaan kerajaan Majapahit

Minggu, 19 Mei 2019

Hasil Terawangan Guru Agung :

“Bila melihat seseorang berlari meloncati pagar apa tindakan/komentar mereka?” 

1. Suku M*dura : “Kalau berhasil dibiarkan, kalau gagal disuruh berobat karena berdarah atau dikomentari bila tersenggol” - Suku Madura terkenal sebagai suku yang mengerti risiko, karena mereka punya pepatah "Daripada berputih tulang lebih baik berputih mata".

2. Suku M*luku : “Berhasil atau tidak, akan diteriaki” 

3. Suku B*tak : “Akan meniru tindakan itu karena dianggap berprestasi” 

4. Suku J*wa : “Akan mengomentari tindakan itu, dengan mengatakan kenapa meloncat, kan ada pintunya!” 

5. Suku B*njar : ”Akan menangkap yang bersangkutan karena dianggap maling” 

6. Suku S*nda : ” Tidak Berkomentar” 

7. Suku M*kassar : ”Yang bersangkutan akan ditempeleng”

8. Suku P*pua : “Terkejut, lalu berdiri” 

9. Suku K*pang :”Akan menjebol pagar dan meninggikannya” 

10. Suku B*li : “ Akan mengejar lalu memukul dengan rotan” 

11. Suku L*mbok : ”Membuka pintu pagar, masuk, lalu menjebolnya” 

12. Suku P*lembang :”Akan mengejarnya” 

13. Suku Ac*h :”Akan Melempar orang itu” 

14. Suku D*yak :”Akan menjebol pagar itu dari luar” 

15. Suku B*nten : “Akan meneriakinya maling!” 

16. Suku M*nado : ”Akan menantang berkelahi” 

17. Suku L*mpung : ” Lari” 

18. Suku P*dang : ”Akan mengejarnya sambil meneriakai maling” 

19. Suku P*lu : “Akan mengecek pintu itu, kenapa ga berfungsi” 

20. Suku T*onghoa : “Akan mengukur tinggi pintu itu, lalu pulang”

Jumat, 08 April 2016

Indonesia Adalah....

 
1. Guru, apakah Indonesia itu?

-          Indonesia adalah sebuah negara demokrasi berbentuk kepulauan terbesar didunia (kira kira memiliki 17504 pulau besar dan kecil, baik sudah bernama atau belum, salah satu pulau-nya bernama Pulau Bali, yang pernah ditetapkan menjadi daerah tujuan wisata terbaik di dunia) yang merupakan negeri tropis di belahan Asia Tenggara dan dilintasi garis katulistiwa sehingga banyak memiliki jenis keanekaragaman hayati. 66% wilayahnya merupakan wilayah perairan laut dan 34% merupakan daratan dengan kitaran gunung berapi, sehingga negeri ini sering disebut Ring of Fire. Indonesia telah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 lepas dari kolonisasi Kerajaan Belanda dengan perjuangan revolusi fisik dan diplomasi. Presiden pertama negara Indonesia adalah Ir. Soekarno (dari kalangan sipil) dan saat ini (2013) dijabat oleh Soesilo Bambang Yoedoyono (dari kalangan militer) yang merupakan presiden ke-6. Dengan jumlah penduduk 250 jiwa (2013) dan dengan memili angka fertilitas total (TFR) sebesar 2,6 (2013), maka diproyeksikan jumlah penduduk akan bertambah menjadi sebesar 281,5 juta jiwa pada tahun 2025 dan 330 juta jiwa pada tahun 2050. Penduduk Indonesia tediri dari bermacam  etnis 1340 dan 546 bahasa. Untuk menjaga keharmonisan hidup bernegara Indonesia menggunakan jargon “Bhineka Tunggal Ika” atau “Berbeda Tetapi Tetap Satu” pada sebuah lambang negara yang bernama Garuda Pancasila (five pillars eagle). Ibukota Indonesia adalah kota Jakarta (atau Batavia pada jaman kolonialisasi Belanda). Indonesia  pernah  disebut “American Asia”, karena negara ini bersifat sebagai negara terbuka..
.
  1. Guru,  apa yang bisa diharapkan dari negara Indonesia?
Menurut perkiraan berdasarkan fakta riil, maka terdapat 5 kemampuan negara Indonesia yaitu :
a   Indonesia mampu menjadi penghasil ikan/produk laut terbesar didunia.
b. Indonesia mampu menjadi penghasil obat herbal dan produk pertanian  terbesar didunia.
c.   Indonesia mampu menjadi contoh dunia untuk kerukunan hidup bertoleransi
    dalam hal kepercayaan dan agama.
d.   Indonesia mampu menjadi raksasa olahraga ke-2 terbesar se-Asia setelah China.
e.  Indonesia mampu menghasilkan barang barang dan pertunjukan budaya terbesar didunia.

  1. Guru, apa hambatan atau kendala  yang dihadapi Indonesia untuk menjadi negara besar, kuat dan makmur?
a.       Sebagai negara bebas informasi global atau negara yang tak menutup wilayahnya dari pancaran siaran media sosial (televisi dan internet), maka akan terjadi banjir informasi, maka bila falsafah Garuda Pancasila tak dipahami rakyat dengan baik dan benar, maka akan timbul kecemburuan sosial, bila kemakmuran rakyat tak segera terwujud. Mereka akan merasa bisa berdiri sendiri atau berusaha melepaskan diri karena tergoda oleh pengaruh asing. Apalagi dengan wilayah yang terdiri dari kepulauan, infiltrasi asing gampang masuk melalui lautan.

b.      Jumlah penduduk miskin dan terbelakang dalam pendidikan masih banyak, sehingga dapat menimbulkan kecemburuan sosail bila pemerataan hasil hasil pembangunan tak tercapai. Dalam kondisi seperti ini, maka program keluarga berencana harus terus ditingkatkan mutunya. Belanja negara untuk pendidikan, kesehatan dan ketersediaan pangan merupakan tantangan yang harus diutamakan. Disamping itu perlu juga dikampanyekan hidup dengan hemat energi.

c. Kondisi geografi yang berupa pulau pulau merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk memakmurkan wilayah perbatasan agar dapat berfungsi sebagai sabuk pengaman bila terjadi infiltrasi asing. Pemekaran wilayah pemerintahan akan terus digagas seiring dengan semangat otonomi daerah untuk mengikut sertakan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dalam era keterbukaan dan demokrasi.  

d. Maraknya kasus korupsi yang melibatkan para pemimpinnya.

e. Kelompok eksklusif-negatip yang marak pertumbuhannya yang berkedok alam demokrasi  atau kebebasan mengeluarkan pendapat (misalkan :  kelompok anti dialog, kelompok yang suka membuat onar/anarkhi, kelompok anti kemapanan dll)

  1. Guru, bagaimana dengan keterbatasan sumber energi masa depan Indonesia?
- Kalian tidak perlu kawatir bila suatu saat potensi sumber daya enerji fosil telah habis, maka diharapkan para teknokrat kita sudah siap dengan cadangan energi terbarukan yaiti energi panas bumi, energi surya, energi angin dan energi gelombang laut. Jangan terkejut bila suatu saat nanti terdapat satu kompor tenaga surya yang akan memenuhi kebutuhan rumah tangga (misalkan merebus air bergantian) dalam lingkup wilayah RT (kira kira 30 kepala keluarga di pulau Jawa) . Sekaranglah saatnya rakyat Indonesia mulai meninggalkan ketergantungan pada energi fosil dan pelahan lahan mencoba berinovasi menggunakan energi terbarukan itu.

5. Guru, bagaimana cara mengatasi kemacetan di Jakarta dan kota kota lainnya?

Gampang sekali, itu mudah untuk dilakukan Perlu kau ketahui hampir semua instansi memulai jam kerja jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore, maka terang saja akan terjadi penumpukan kendaraan di jalanan sekitar jam 7-8 pagi yaitu saat berangkat  dan saat pulang jam 4-5 sore. Sekarang pemakaian jalan raya dibagi pada pagi hari, yaitu :
a. Semua pegawai di lingkungan departemen keuangan jam buka kantor atau jam kerja diubah menjadi jam 9 pagi lalu pulangnya diundur 1 jam menjadi jam 5 sore.
b. Demikian juga untuk departemen lain tidak boleh jam 8 semua, tetapi ada yang jam kantornya jam 7 atau jam 10, lalu pulangnya diajukan menjadi jam 3 atau jam 6 maka dijamin Jakarta mengurangi kemacetan karena penumpukan. 

$$$

Sabtu, 15 November 2014

Apakah Padepokan Itu?

Padepokan adalah tempat untuk menuntut ilmu. Dalam padepokan terjadi interaksi belajar mengajar antara Guru dan Murid. Murid dituntut untuk mampu menguasai isi kitab yang diajarkan oleh Guru. Guru memiliki kekuasaan untuk menilai kemampuan empiris, kesemaptaan fisik, tingkat kepiawaian berkesenian serta  “mengukur” budi pekerti/prilaku  sang Murid untuk dilaporkan pada wali murid/orang tua. Dalam padepokan tingkat kepandaian Murid diperingkatkan, karena aksi ini, maka terjadi persaingan antar Murid untuk menjadi yang terbaik atau rangking satu di tingkat kelas, bila berhasil menjadi yang terbaik di tingkat sekolahan, maka ia akan mendapat predikat sebagai bintang pelajar. Secara berkala Murid yang terpandai akan diadu cerdas cermat atau cerdas tangkas dengan padepokan lain untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu padepokan dalam berperan sebagai wadah pendidikan bagi para penuntut ilmu didalamnya. Sebagai fasilitator pendidikan rakyat, pemerintah  wajib menyelenggarakan ujian tingkat nasional, yang berlaku bagi seluruh murid di negara itu agar mampu menjadi tolok ukur tingkat keberhasilan dan pemerataan beban pendidikan yang sudah digariskan dalam suatu kurikulum pendidikan. Pemerintah juga wajib memperbaiki fasilitas/sarana pendidikan padepokan bila diperlukan.

Jenjang pendidikan yang sudah dijalani oleh Ki Ageng Salam.

  1. Pendidikan Tingkat Dasar :
      SD Negeri Kedurus V Surabaya anatara tahun 1970-1976
            Siapakah Guru padepokan yang paling berkesan dalam kelangsungan belajar ini?

Bu Karti : “Guru kelas 1, disiplin dan tegas, suka melantangkan suara, kalau murid gagal melakukan tugas, maka murid akan di “res” atau dihukum untuk berdiri didepan kelas. Bila ada murid bercanda saat beliau berbicara mengajar dalam kelas, maka tak segan segan untuk melemparkan penghapus papan tulis ke arah murid. Perintah yang selalu di ucapkan menjelang bel pelajaran berakhir adalah “anteng antengan sopo sing anteng mulih dhisik” atau “siapa yang paling tenang duduknya akan pulang lebih dulu”, maka murid akan dipanggil satu persatu untuk pulang.

Bu Msar*fah : “Guru agama Islam, cantik, berkebaya seksi bila mengajar, hatiku slalu bergetar bila melihat beliau berjalan pulang keluar kelas”

Pak Khud*ri : “Guru yang menghukum muridnya dengan menarik angkat rambut jambang murid bila melakukan kesalahan.

Pak Koh*r : “Guru yang bikin saya bingung karena melontarkan pertanyaan apa beda patung dan monumen?”

Pak T*jo : “Guru paling sabar dan telaten dalam menanggapi kenakalan murid, rasanya pingin nangis bila mengenang guru yang satu ini, karena mirip papaku”

Pak Pr*yit : “Guru yang paling keras dalam mendidik para murid. Ketika saya ketahuan berkelahi dengan teman, lalu dipanggilah kami berdua untuk diadu di ruang guru. Saya diberi sapu dan temanku diberi sepotong kayu hiasan didinding sebagai senjata.”Ayo sekarang kamu lanjukan kelahi aku yang jadi wasitnya” kata beliau sambil berkacak pinggang. Kami tertegun dan merasa menyesal.

  1. Tingkat Pendidikan Menengah Pertama :
      SMP Negeri Taman – Sidoarjo, antara tahun 1976 – 1979
      Kegiatan ekskul : Unit Baca Puisi     
.
  1. Tingkat Pendidkan Menengah Atas :
SMA Negeri 4 Surabaya, antara tahun 1979 –1982
Kegiatan ekskul : Unit Teater Rakyat SMAN 4

  1. Tingkat Pendidakan Tinggi :
Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Teknik Perminyakan, antara tahun 1982 - 1990
Kegiatan ekskul : Unit Ludruk ITB/Paguyuban Seni Budaya Jawa Timuran, sebagai ”founding father” atau pendiri bersama 22 teman lain (dijadikan patokan pendirian, saat pemain plus penyokong plus supporter) tampil pada perayaan Lustrum V Jurusan Teknik Eletro ITB dengan lakon "SAKERAH" di sebuah gedung pertemuan tentara di Jl. Purnawarman 42 Bandung, tahun 1982) dari wilayah Jawa Timur. Meraih jabatan sebagai wakil ketua unit tahun 1985-1988.