Jumat, 31 Oktober 2014

Pitutur #14 (Apa itu Olahragawan?)

Yen sliramu dadi olahragawan, ono 3 cacahe pitunjukku.

Siji . Tarungo kanggo otot kawat balung wesimu
Loro. Tarungo kanggo ambisi/kekarepanmu
Telu Tarungo kanggo nuso bongsomu
Dadi yen kowe kalah, iku amergo musuh luwih kuat lan atos otot banlunge lan strategimu njur ojo menehi pituduh yen kasebab bongso negoro (pengurus organisasi ) lagi maburadul.

Kalau engkau menjadi olahragawan, terdapat 3 petunjukku.
1. Bertarunglah demi otot-tulangmu
2. Bertarunglah demi ambisimu
3. Bertarunglah demi nusa bangsamu.
Jadi kalau kamu kalah, itu berarti memang kau kalah kuat otot-tulangmu dan strategimu, lantas jangan menyalahkan orang lain atau bangsa dan negaramu, walaupun tatanan organisasinya lagi berantakan.

Siapa tokoh olahraga Budhiroso?
Raden Gatotkaca - berotot kawat dan bertulang besi.


Kamis, 30 Oktober 2014

Pitutur #13 (Apa itu surat wasiat?)

Aku telah mendapatkan wangsit dari Gusti Alloh.
Dengan wangsit itu, aku mendapat perintah untuk segera menghijauan planet bumi, 
dengan menanam berbagai macam tumbuhan, mengasihi binatang dan membaca fenomena serta gejala alam untuk menjadikannya sebagai Guru Sejati, sebab alam semesta beserta isinya adalah "Tuhan Yang Mewujud"
Hanya alam yang hijaulah yang bisa menyelamatkan planet bumi dari kehancuran perlahan.

Bila aku mati, maka tinggalanku adalah "Kitab SonggoLangit
yang musti dipahami oleh khususnya bangsa Jawa.
 "Joyo jayaning wijayanti lebur dening pangastuti"

Pitutur #12 (Apa itu ngudoroso?)

Kanggo mantebke tekadmu, 
yen kowe duwe kekarepan ujaro timbalono asmamu dewe.
 
Untuk memperkuat tekad, bila engkau memiliki keinginan atau cita cita, 
maka panggillah namamu sendiri dalam satu kalimat.
Misalkan namamu #Johan dan punya keinginan jadi juara kelas, maka berujarlah " Hai, Johan tahun depan predikat juara kelas pasti kau sandang, ayo belajarlah dengan keras!

$$$

Kamis, 16 Oktober 2014

Apa itu Tribhinaya?



Tribhinaya adalah 3 sifat alam kehidupan dunia , yang meliputi yaitu :

1. Sifat siklus kehidupan : bahwa tejadi proses berulang pada kehidupan normal mahluk tumbuhan,, binatang.dan manusia untuk lahir-hidup-mati. Sebagai contoh : Katak-telur-kecebong-percil/anak katak-katak, kupu kupu-telur-ulat-kepompong-kupu kupu.

2. Sifat Sebab akibat bahwa secara normal akibat timbulnya benda karena didahului oleh sebab benda lain. Contoh : adanya hujan didahului dengan adanya mendung, didahului adanya awan yang menggumpal, didahului adanya asap, didahului adanya panas yang membakar/api. Jadi secara normal api yang membakar dan menimbulkan asap akan mengakibatkan hujan sebagai hasil akhir.

3. Sifat Keseimbangan Alam : bahwa hidup saling ketergantungan di alam menyebabkan satu mahluk hidup kelangsungan hidupnya tergantung eksistensi mahluk yang lain. Contoh : Populasi kijang akan meningkat bila banyak tersedia makanan/rumput melimpah, maka populasi pemangsa (macan. singa, srigala dll) akan meningkat pula agar tidak terjadi ledakan populasi kijang. Sehingga populasi rumput-kijang-macan akan seimbang dalam satu kawasan dengan sendirinya. Alam sudah mengetahui jalan terbaiknya.


Minggu, 05 Oktober 2014

Aliran Kebatinan Budhiroso

Budhiroso adalah aliran kebatinan yang dilandasi ajaran tarekat yang berkaitan dengan sikap hidup yang dilandasi budi pekerti yang telah berafiliasai dengan pengaruh  filsafat Jawa

Aliran Kebatinan Budhiroso bukan agama,tapi adalah "jalan" atau "tarekat" panuntun urip mulyo 

 Aliran ini untuk diagem/dipakai oleh diri pribadi atau kelompok dan boleh disebarkan secara langsung"saat menerima risalah curhat" atau "bila telah melihat sesuatu yang -perlu diperbaiki- disekitar kita,

Aliran Kebatinan Budhiroso punya Kitab Paweruh/Piwulang/ Pengetahuan yang berguna untuk menikmati/menjalani hidup bahagia di alam dunia yang bernama Kitab Songgo Langit .(203 seloka)

Suatu Kitab Paweruh tidak harus tertulis, tetapi sudah  tertulis pada lisan dan pikiran Sang Panemu dengan kondisi ghoib dan siap diturunkan dengan wangsit/petunjuk.

CATURKARSA  adalah 4 ajaran Kejawen Budhiroso yaitu :

1. Ajaran Caturwening (Wening Roso, Wening Ati, Wening Penggalih dan Wening Pitutur)
2. Ajaran Tribhinaya (Siklus Kehidupan, Hukum Sebab Akibat dan Keseimbangan Alam)
3. Ajaran Astadharma (8 Mata Angin Dharma Kehidupan)
4. Ajaran PancasikepKejawen (5 Butir Kebajikan Hidup)



Ki Ageng Salam adalah Sang Penerima Wangsit




Selasa, 23 September 2014

Apa itu sungkem?



Apa itu sungkem?
Sungkem adalah prosesi pemberian hormat berupa sembah-sujud, menyerahkan diri, pasrah pada seseorang yang berkuasa, lebih tua,  yang dituakan atau yang dihormati. Dengan melakukan prosesi sungkem berarti telah terjadi suatu pengakuan akan pengaruh orang atau seseorang yang diberi penghormatan dengan sungkem. Sungkem biasa terjadi pada seseorang yang memiliki hubungan keluarga/darah (anak kepada ayah-ibunya, mertuanya atau rajanya atau orang yang memiliki kuasa yang terkait dengan dirinya). Sungkem seseorang biasanya dilakukan pada hari hari penting, misalkan hari raya idul fitri, pertemuan keluarga, upacara adat keraton pada hari hari tertentu saat terdapat acara penting. Sungkem sesungguhnya memiliki nuansa spiritual, berupa ikatan bathin, kerabat-kekeluargaan atau kekuasaan.

Sungkem Terakhir
Tersebutlah abdi dalem keraton Majapahit, Sabdo Palon dan Naya Genggong. Kedua abdi itu merasa gelisah karena junjungannya Prabu Brawijaya V atau Girindriwardhana akan berpindah keyakinan.
“Ampun beribu ampun Gusti Prabu, apakah niat paduka untuk pindah ageman itu, sudah dipikir masak masak? tanya Sabdo Palon.
“Aku sudah mantap akan memeluk "agama rosul" itu, sesuai dengan pertanda atau wangsit yang aku dapat, jadi kepindahan itu bukan sekedar kemauanku tapi kemauan sang waktu, kemauan Gusti Kang Akaryo Jagad.
“Tapi Gusti, bagaimana kalau rakyat selak dan tidak setuju dengan niat Gusti Parbu? tanya Noyo Genggong.
“Aku sudah perkirakan semuanya, untuk itu, aku rela bila harus kehilangan tahta Majapahit!
Merepih-luluh hati kedua abdi dalem itu. Dengan mata berkaca kaca, mereka seakan tak percaya dengan tekad sang Prabu, junjungannya yang telah mereka abdi selama hidupnya. Dengan hati remuk, kedua abdi dalem itu melepas udengnya dan menyerahkan kepada Prabu Brawijaya V seraya tunduk-takzim dan berucap bahwa mereka akan setia pada agama leluhurnya dan tak sanggup mengikuti jejak junjungannya itu, untuk pindah ageman agama. Lalu Sabdo Palon dengan berat hati berujar :
“Ketahuilah paduka, bahwa 500 tahun lagi, maka akan muncul agama baru yang akan dianut rakyat Jawa, yaitu agama budhi yang akan menggantikan "agama rosul" yang paduka anut itu”. Kemudian keduanya sungkem pada Prabu Brawijaya V lalu moksa, hilang lenyap tak berbekas. Ternyata itu sungkem terakhir para abdi dalem keraton Majapahit, Sabdo Palon- Noyo Genggong.

&&&

.



.

Sabtu, 20 September 2014

Apa itu blusukan?



 
Apa itu blusukan?

Blusukan adalah aksi kunjungan menuju ke pelosok. Pelosok adalah wilayah terpencil atau tersudutkan secara social ataupun budaya. Pelosok tentunya kurang tersentuh oleh rekaman sejarah. Pelosok yang tak tersentuh oleh modernitas akan tetap menjadi pelosok yang terpencil, terkucil, tertinggal dan terasing. Oleh karena itu pelosok harus ditilik-lihat. Apa yang sedang terjadi disana, bagaimana keadaan disana? Ini perlu diketahui, agar pelosok tidak lagi menjadi daerah gelap dan mengejutkan.

Kemarin pagi, saya blusukan ke pelosok Pasar Waru di Sidoarjo, sebuah pasar di perbatasan Surabaya – Sidoarjo.  Pasar yang tiap pagi disesaki pedagang dan pembeli itu saya blusuki hingga sejauh 200 meter sejauh lorong jalan- pasar ini menempati lorong jalan, jadi sebuah pasar yang terjadi secara alamiah, bukan karena rancangan tata kota. Pasar Waru di  kota delta tepi laut daerah pinggiran tepi utara di propinsi Jawa Timur itu saya kunjungi, sebab saya merasa asing dengan pasar itu. Saya selalu saja terusik melihat kegiatan pagi sebuah pasar girel alias pinggir rel (kereta api) yang kadang aktifitas penjualannya makan badan jalan hingga kadang menjadi biang kemacetan.  Apa yang saya lihat dan perhatikan disini nampak seperti pasar pasar tradisional sejenis di wilayah pinggiran Surabaya. Pedagang menggunakan bahasa Jawa dialek suroboyoan dan dialek Madura.

Belanja Blusukan
Nasi pecel + lauk telor + teh hangat           Rp   9.000
Pemotong kuku (Made In China)               Rp   4.000
Gelang monte kayu Kalimantan                  Rp   5.000
Paha ayam 6 ons                                       Rp 18.000
Jajanan Gatot (gaplek kukus)                     Rp  2.000
Parkir                                                        Rp  1.000

Total bea blusukan                                    Rp 40.000

Jadi dalam aksi blusukan ini, saya membelanjakan 4.00 USD, murah bukan. Keterasingan dan kepenasaran saya tentang pasar girel ini, tuntas sudah.

3 peristiwa blusukan yang terkenal pada jaman dulu.

  1. Prabu Hayamwuruk blusukan ke Lamajang (Lumajang) dengan membawa rombongan. Terjadi pada tahun 1350 dengan tujuan untuk mendekatkan komunikasi antara Raja dan wilayah tapal kuda.

  1. Columbus blusukan untuk mencari jalan ke dunia baru (Asia Timur), akhirnya kesasar dan menemukan benua Amerika. Terjadi pada tahun 1492
  1. James Cook blusukan dengan mengarungi lautan untuk ke Tahiti, setelah itu blusukan diteruskan dan akhirnya "menemukan" benua Australia. Terjadi tahun 1770...