Sabtu, 16 April 2022

Makna Sluku Sluku Bathok

Makna tembang dolanan Sluku Sluku Bathok karangan Sunan Kalijaga.

Sluku-sluku bathok, bathoke ela-elo (sluku-sluku bathok, bathoknya geleng-geleng).Berasal dari kata ‘Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah’ (masuk masuklah bathinmu, bathinmu kepada Tuhan).

Sirama menyang sala (bapak pergi ke sala). Berasal dari kata ‘Sharimi Yasluka’ (petik dan ambillah satu jalan masuk).

Oleh-olehe payung mutha (oleh-olehnya payung mutha)Berasal dari kata ‘Laailaha illaallah hayun wal mauta’ (meng-Esakan Allah dari hidup sampai maut).

Mak jenthit lolobahBerasal dari kata ‘mandzalik muqarabah’ (maka siapa yang dekat pada Allah).

Wong mati ora obah (jasad yang sudah meninggal tidak dapat bergerak). Berasal dari kata ‘hayun wal mauta innalillah’ (dari hidup hingga mati adalah milik Allah).

Yen obah medeni bocah (kalau dia bergerak akan membuat takut anak-anak). Berasal dari kata ‘mahabbatan mahrajuhu taubah’ (kecintaan yang menuju pada taubat).

Yen urip goleka dhuwit (tapi kalau dia masih hidup, cari uanglah). Berasal dari kata 'yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq' (sesungguhnya manusia diciptakan dari air yang memancar). 

Sumber : krjogjadotcom

Minggu, 10 April 2022

Apa Itu Perang?


Perang itu konflik. Perang memang kejam, sebab peluru melesat tanpa mata alias buta. Peluru bisa menerjang apa saja dihadapannya tanpa belas kasihan, serta tak peduli apakah orang itu benar atau salah. Terbukti korban perang yang berkepanjangan bukan hanya tentara, tapi lebih banyak pada rakyat sipil. Ada yang beranggapan bahwa  medan perang adalah palagan suci bagi para ksatria pembela bangsa dan negara. Manakala genderang perang sudah ditabuh, suara terompet melengking dan yel yel lagu mars perang  sudah dinyanyikan, maka para prajutrit berbondong-bondong seakan berpesta, menari-nari dengan senjata terhunus ditangan, ya pesta pertumpahan darah dan kehilangan nyawa serta jerit tangis bagi para korban yang tak berdosa. Dalam dunia militer, bagi prajurit yang hilang atau gugur akan mendapat julukan “pahlawan” dari masing masing negara yang sedang berperang. Gugur dalam pertempuran di medan laga merupakan cita cita bagi para ksatria. Perang adalah sarana pelampiasan nafsu membunuh dan menyalurkan naluri purba yang sudah ada sejak manusia ada. Dengan perang akan dicapai sebuah pembebasan atau  pembelengguan. Bagi yang kalah perang harus tunduk pada pakta perjanjian yang disusun oleh sang pemenang perang. Kapan perang akan berhenti? Bila tak memiliki senjata lagi hingga menyerah kalah, atau bila salah satu  atau pihak2 yang berperang sudah merasa  lelah dan bosan atau ada pihak yang berhasil mendamaikan. Tak dapat dipungkiri bahwa perang akan menimbulkan  kerusakan properti  (bangunan hancur dan rusak),  meninggalkan rongsokan besi senjata berat serta tubuh korban yang bergelimpangan. Perang pada jaman pertengahan beda dengan perang jaman modern. Perang yang hanya mengandalkan kuda, pedang dan anak panah pada jaman pertengahan hanya membawa korban yang masih terbilang sedikit, tapi dalam kancah perang modern yang telah mempergunakan teknologi digital atau teknologi informasi- setelah ditemukannya alat perang yang memiliki daya rusak masal/bom nuklir memiliki daya rusak yang masif. Dalam perang modern ini, dengan sekali pencet tombol, maka akan terjadi serangan yang membawa jatuh korban ratusan ribu nyawa melayang (ingat pada bom nuklir pada kota Hiroshima dan Nagasaki). Fenomena yang terjadi di lapangan perang modern adalah penggunaan pesawat terbang nir-awak (drone)  yang dapat digunakan untuk mengintai wilayah lawan atau menyerang dengan menjatuhkan bom atau menabrakkan diri (senjata bunuh diri) yang dikendalikan pada jarak jauh. Pada era perang dingin terdapat istilah perang proksi, yaitu perang yang terjadi karena aksi pihak ketiga alias perang yang melibatkan kaki tangan / bawahan dari para pemain yang sesungguhnya di sebuah negara.  Perang proksi tidak hanya berperang menggunakan kekuatan militer, tetapi juga melalui berbagai aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial budaya, dan hukum. Perang proksi biasanya melibatkan konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung karena konflik secara langsung antar kedua kekuatan tersebut akan berisiko kehancuran yang jauh lebih besar. Lantas apa itu yang disebut kejahatan perang? Yaitu suatu pelanggran terhadap hukum perang atau hukum internasional yang dilakukan oleh pihak militer atau sipil. Ya itulah sisi abu abu dari manusia modern, walaupun perang merupakan permufakatan untuk saling membunuh yang direstui oleh Negara yang berperang, tapi perang juga memiliki kode etik atau aturan baik yang tertulis atau tidak.

$$$

Sabtu, 02 April 2022

Kasih Sayang Dan Naluri

 

Kasih sayang adalah ikatan suci yang dianugerahkan oleh Tuhan kepda mahluk hidup, khususnya pada manusia dan hewan. Kasih adalah ikatan cinta yang melindungi, sedangkan sayang adalah ikatan cinta yang memberi. Kasih sayang adalah kekuatan spiritual yang melekat sejak si mahluk tumbuh saat berada dalam kandungan si ibu. Semisal, petani bercocok tanam, menyiangi gulma liar dan memberi pupuk pada tanaman padi adalah sebentuk kasih sayang pada tanaman. Induk ayam melindungi anak anaknya saat bahaya elang terbang mengancam keselamatannya adalah bentuk kasih sayang juga. Beranikah kita bertanya kok begitu canggih sistim bayi dalam kandungan? Air ketuban itu yang melindungi si janin dari benturan dan goncangan, tali pusat yang nglewer tidak tegang adalah saluran untuk mensapli bahan makanan demi melestarikan si janin hingga saatnya tiba untuk lahir muncul ke permukaan bumi. Nampaknya ada tali yang tak terlihat yang kita sebut dengan gaya naluri, sehingga sang bayi kelak terikat secara lahiriah dengan mencari puting susu si ibu. Ya, naluri adalah gaya lembut yang merambat menjalar  keseluruh tubuh, manakala si empunya naluri merasa lapar akan kasih sayang dan ingin bercengkerama dengan  pihak ibu. Naluri adalah kekuatan yang diperoleh tanpa belajar. Naluri tumbuh seiring dengan hidupnya si mahluk. Naluri adalah anugerah, pemberian sang Pencipta dan merupakan bekal untuk mengarungi kehidupan.

$$$

Selasa, 29 Maret 2022

Apa Itu Pawang?

 


Adalah sifat manusiawi, bila kita ingin lepas dari bencana. khususnya bencana  akibat gaya alam yang merusak, semisal bencana hujan badai, gempa, gelombang laut tinggi, tanah longsor juga letusan gunung berapi. Berbagai upaya penyelamatan sewajarnya dilakukan. Baik upaya fisik dan spiritual. Upaya fisik  itu berupa pemasangan instalasi  peringatan dini, ramalan cuaca, pembangunan rumah tahan gempa, penanaman pohon reboisasi atau pengalihan awan agar menetes menjadi hujan di tempat lain dengan penyemaian bahan kimia. Untuk memberi peluang atas kepercayaan kita bahwa gejala alam ada yang mengatur, maka kita butuh usaha yang bersifat spiritual dan hal ini termasuk memberi peluang kepada “teknik” kearifan local yang tersembunyi, yang dimiliki oleh orang orang professional yang sudah lama bergelut dengan ilmu itu. Ya, bencana memang amat menyengsakan bila gagal mengantisipaisnya. Orang yang biasa mengendalikan kekuatan alam dengan kekuatan supranaturalnya disebut pawang. Pawang adalah pengendali. Apa yang dikendalikan oleh pawang  biasanya adalah hal yang krusial atau penting. Keahlian menjadi pawang diperoleh dengan cara menjalankan lelaku spiritual dengan syarat2 yang ketat. Membaca mantra dan meditasi adalah dua hal yang amat penting, disamping syarat ketersediaan ubo rampe yang mengiringi ritual yang disebut sesajen. Dunia tak kasat mata itu memang ada. Di dunia ini bersemayam roh halus atau mahluk ghoib. Dalam dunia klenik ,  sudah biasa membuat ritual pemanggilan roh halus yang berupa arwah leluhur untuk diajak bekerjasama mengendalikan kekuatan alam. Bahkan ritual pemanggilan roh halus yang asyik dan menegangkan biasa dilakukan para remaja saat membuat boneka jaelangkung. Ya, ternyata  bercengkerama dengan dunia ghoib merupakan permainan yang menyenangkan. Itu bukan syirik, karena kita diberi kepintaran untuk berhubungan dengan roh halus yang ciptaan Tuhan itu. Dan kita percaya bahwa yang ghoib itu memang ada. Ayo kita belajar ilmu spiritual untuk menghasilkan "manusia baru" yang menebar kebaikan pada umat manusia.

$$$

Kamis, 10 Februari 2022

Makna HONOCOROKO

Makna dalam Aksara Jawa Ha Na Ca Ra Ka, yang mengandung ajaran Tauhid…

01. Hananira Sejatine Wahananing Hyang,

      Asalmu karena kehendak Allah


02. 
Nadyan ora kasat-kasat pasti ana,

      Walaupun tidak nampak tetapi ada


03. 
Careming Hyang yekti tan ceta wineca,
      Allah yang Kuasa tidak bisa ditebak (dinyatakan),

 

04. Rasakena rakete lan angganira,
      Rasakan dalam tubuhmu

 

05. Kawruhana ywa kongsi kurang weweka,
      Ketahui sampai kurang waspada

 

06. Dadi sasar yen sira nora waspada,
      Jadi salah kalau kurang waspada

 

07. Tamatna prahaning Hyang sung sasmita,
      Nyatakan Allah memberi petunjuk

 

08. Sasmitane kang kongsi bisa karasa,
      Petunjuk sampai bisa merasakan

 

09. Waspadakna wewadi kang sira gawa
      Waspadalah rahasia yang kau bawa

 

10. Lalekna yen sira tumekeng lalis (sekarat),
      Lupakan sampai sekaratil maut (menjelang ajal/koma),

 

11. Pati sasar tan wun manggya papa,
      Mati yang salah menjadi susah

 

12. Dasar beda lan kang wus kalis ing goda;
      Dan beda bagi yang tidak tergoda

 

13. Jangkane mung jenak jenjeming jiwarja,
      Tujuannya hanya tentram jiwanya

 

14. Yitnanana liyep luyuting pralaya (angracuta yen pinuju sekarat ),
      At’tauhid atau khusyuk waktu sekaratil maut,

 

15. Nyata sonya nyenyet labeting kadonyan,
     Ternyata sepi (hilang) sifat dunia,

 

16. Madyeng ngalam paruntunan (?) aywa samar,
      Dalam alam barzah ternyata samar (gaib),

 

17. Gayuhane tanalijan (tan ana lijan) mung sarwa arga,
      Tujuan tidak lain hanya satu

 

18. Bali Murba Misesa ing njero-njaba
      Pulang menguasai Lahir Batin (Esa),

 

19. Tukulane wida darja tebah nista,
      Tumbuhnya benih menjauhkan aniaya

 

20. Ngarah-arah ing reh mardi-mardiningrat.

      Hati-hati manuju jalan kedunia.

 

Sumber : Buku Wedaran Wirid I,

karangan Ki R.S. Yoedi Parto Yoewono.

Surabaja : Djojobojo, 1962-64


Selasa, 29 Juni 2021

Negeri Atas Air


Ini kuasa Tuhan. Kita dilahirklan di negeri atas air. Dimana 66% luas wilayahnya adalah air. Selayaknya budaya air perlu kita ajarkan pada anak cucu, semisal kepintaran berenang dan pembuatan perahu/kapal. Kita patut bangga pada para leluhur kita, yang merupakan ‘nenek moyangku orang pelaut’. Air mempersatukan wilayah pulau pulau kita yang ribuan jumlahnya. Masih ingatkah kita akan jargon geopolitik kita yaitu - Indonesia sebagai poros maritim dunia? Kita boleh berharap melalui semangat kejayaan maritim di masa lalu, kesejahteraan rakyat akan manis tercapai. Lantas apa harapan kita agar kejayaan maritime kita akan terwujud. Pertama, tempat bergantung kita adalah profesi nelayan dan pedagang antar pulau. Segera sarana dan prasarana tata kelola kelautan kita bisa dijangkau oleh nelayan kita yang masih dikuasai oleh para nelayan tradisional. Kedua, sudah sepatutnya kita harus mampu berswadaya pembuatan kapal dalam negeri yang murah, tapi kuat. Ketiga, laut sebagai asset perairan harus dimanfaatkan sebaik baiknya, agar kandungan potensi kelautan semisal ikan, tidak mati tua, karena tak dipanen. Dan keempat, yang tak kalah pentingnya adalah untuk menyadari bahaya air, maka perlu diedukasi pada para nelayan dan para penumpang kapal kita, agar patut waspada pada potensi gelombang laut yang dapat menimbulkan bencana, kelalaian karena sarat penumpang atau kapal rusak karena sudah tua. Ini penting, sebab banyak kejadian kecelakaan atas air yang timbul karena tak menyadari potensi bahaya air yang melimpah ini.

                                                                      

Senin, 28 Juni 2021

Korupsi? No Way...



Korupsi adalah pencurian. Ia sama predikatnya dengan pencuri ayam, yaitu maling. Hanya pelaku korupsi biasanya kaum cerdik pandai, yang menggunakan kepintarannya untuk menangguk uang negara atau korporasi. Perilaku korupsi itu seperti penyakit gudik, bisa menular, bila tidak diredam dengan semangat hidup sederhana. Jalan pintas untuk menjadi kaya yang salah jalan ini, kian hari kian menggurita. Mungkin disebabkan hukumannya yang terlalu ringan, sehingga tak menemukan jera untuk melakukannya. Seandainya sampeyan jadi pejabat, tentu akan bersuka cita, apalagi bila diserahi sejumlah uang untuk anggaran belanja. Amanat ini bila tak difasilitasi dengan moral pengabdian sepenuhnya, maka bukan tak mungkin akan sampeyan selewengkan.  Biasanya para koruptor lupa kalau perbuatannya merupakan kejahatan besar dan massif. Lantas siapa saja yang jadi korban? Tentu para sanak saudara alias keluarga serta Negara/korporasi. Keluarga  akan diterpa malu yang tak berkesudahan, sedang Negara/korporasi akan terganggu ” jalan hidup”nya. Korupsi akan terjadi bila ada niat jahat dari para pelakunya, juga adanya kesempatan. Korupsi akan membuat pilar pembangunan keropos dan roda pemerintahan akan terganggu. Saya setuju bila korupsi dihukum berat dan dilakukan pemiskinan dengan cara menyita semua uang hasil korupsi itu.