Ki Ageng Salam menerima wangsit langsung melalui pesan penampakan seorang leluhur dandiperintahkan untuk menyebarkan pahamPANCASIKEP KEJAWEN, yang berdasarkan wangsit itu, ternyata adalah :
SULUK JAGAD: "Alam terkembang jadi Ayatullah, Ayatullah terkembang jadi Guru". Selamat datang, ayo bergabung! Salam Rahayu, Sagung Dumadi! dari Paguyuban Budhiroso Sejati. Pertanyaan, kritik dan saran, harap ditujukan langsung ke roosdiansyahpribadi@gmail.com. Donasi mohon ditransfer ke Bank Mandiri Norek 140-00-1351363-6
Ki Ageng Salam menerima wangsit langsung melalui pesan penampakan seorang leluhur dandiperintahkan untuk menyebarkan pahamNgangsu Kawruh adalah kegiatan belajar/mempelajari
suatu pengetahuan pada seseorang yang berilmu
khususnya ilmu spiritual.
Sejak kapan kita belajar?
Ya, kita belajar mulai dari kandungan ibu hingga akhir hayat. Bukankah kita bergerak-gerak saat berwujud jabang bayi yang terusik, itu menandakan kita sehat karena mampu merespon rangsangan dari luar, saat ada rangsangan gerak dari tangan ibu atau ayah kita. Belajar pada seseorang yang berilmu, kita sebut kita sedang 'ngangsu kawruh". Guru memberikan apa yang tidak kita ketahui sehingga volume ilmu pengetahuan kita bertambah. Apa sih guna ilmu itu? tak lain adalah agar kita mampu mengambil sikap benar ketika mendapat ujian kehidupan terutama saat kita dalam kesulitan atau ketika kita hidup berkelebihan. Khasanah ilmu dari guru guru kita senantiasa seperti perustakaan yang tinggal ambil, bandingkan lalu beri keputusan. Wal hasil guru merupakan panutan jalan hidup dan sumber ketenangan bathin yang teraba, tetapi dari semua guru yang ada yang terbaik adalah berguru pada Tuhan melalui anugerah akal pikiran yang sehat dan alam dunia. Marilah kita senantiasa memuliakan guru guru kita, Guru yang selalu hidup penuh kesederhanaan, senantiasa patut kita perhatikan, saat kita setelah kita mendapatkan kemuliaan hidup.
***
1. Tuhan
Gusti Allah Mboten Sare, oleh sebab itu Ia tempat merajuk dan meminta, baik siang maupun malam. Oleh karena Gusti Allah Sing Nggawe Urip, maka berkuasalah Tuhan atas jagad dunia dan seisinya.
2. Jagad Raya\Alam Semesta
Alam Ndunyo Kuwi Paringane Gusti Allah. Alam semesta pemberian Allah sudah diserahkan sepenuhnya kepada manusia untuk dikelola dengan baik, tapi ingat Allah masih menjaganya dengan memberi peringatan berupa gejala alam.
3. Guru
Guru Kuwi Sing Digugu Lan Ditiru. Guru mengajari kita ilmu pengetahuan dan nilai nilai kehidupan yang lebih baik. Semua pemberian guru akan bermanfaat bagi perjalanan hidup kita. Sudah selayaknya kita wajib menghormati para guru.
4. Agama
Agomo Kuwi Agemanipun Tiyang Waras. Agama mengajarkan kebajikan dari kitab suciNya. Dengan agama laku hidup kita tidak buta tetapi awas dengan kejadian hidup didunia dan takdir akhirat.
5, Keluarga
Keluargo Panggonan Bali Mulih soko Lelungan. Keluargalah tempat kita kembali. Dalam taburan kasih sayang dan saling menyayangi akan tercipta keluarga sakinah wa rahmah.
6. Sahabat
Kekancan Kuwi Bakal Nggowo Rejeki. Barangsiapa memiliki banyak sahabat, maka hidupnya akan mulia. Kepada sahabat kita dapat berkeluh kesah bila mendapat masalah, harapan kita akan mendapat masukan yang berbuna untuk mengatasi masalah itu. Persahabatan itu adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.
7. Bangsa
Ciri Manungso Wateking Bongso. Menjadi bangsa besar adalah idaman para leluhur pendahulu kita. Sekaranglah saatnya sumbangsih itu kita berikan dengan tetesan semangat dan keringat. Membangun bangsa adalah membangun peradaban yang luhur dan disegani bangsa lain.
8. Negara
Mbok Wenehi Opo Negoromu? Karya adalah apa yang bisa kita berikan untuk Negara. Dengan menciptakan karya disegala bidang, sekecil apapun tapi bisa bermanfaat untuk memajukan Negara adalah hal yang utama.
Bung, kebatinan bukanlah sekedar aksi pejam mata sembari merenung,ia merupakan katalisator dan perangkat hidup damai-sejahtera.Bukankah kita lahir tak meminta?Atau bukankah kita terlahir tanpa meminta berasal dari suku apa,asal bapa-ibu kita? Ya, kita mung cuma nrimo dan obyek kuasa Roh Suci.Lantas, siapa diri-kita sebenarnya (sangkan paraning dumadi)?Apa alam semesta, jagad gede-cilik itu?semuanya akan terjawab kalau kita sudah menyerap bersih ilmu kebatinan,yang juga disebut spiritualism itu. Ke-kita-an,bukanlah ke-sendiri-an, ada juga, mereka-orang lain, komunitas lain.Kalau kita ga bisa hidup gaul, maka akan terjadi ketegangan,apalagi bila dengan kepentingan yang sama,namun tekstur-corak komunitas itu beda. Wajar bukan?sebab dunia yang seragam akan membosankan.Nah, kebatinan ini salah satu upaya menuju damai,tidak perang, baik pribadi atau komunitas.Mengapa orang berselisih?Ya, itu terjadi karena dua-duanya memiliki satu tujuan,namun beda inner-corak. Inner-corak disini adalah rupa-wujud bathin dan juga gelagatnya. Jadi jelas sudah kenapa orang sunni dan syiah kerap berselisih?Atau NU-Muhammadiyah? Kapitalisme-komunisme?Dengan ilmu kebatinan, maka cara pandangnya bukanlah wujud kenampakan visual,tapi apa yang tersirat dan tersamar.Lalu pemahamanpun lancar mengalir,karena esensi-nya sudah tertangkap. Slamet seger waras kabeh!