Jumat, 25 Mei 2012

Apa Itu Pancasikep Kejawen?


Ki Ageng Salam  menerima wangsit langsung melalui pesan penampakan seorang leluhur dandiperintahkan untuk  menyebarkan paham
 PANCASIKEP KEJAWEN, yang berdasarkan wangsit itu, ternyata adalah :

1. Memayu Hayuning Bawono :
    Turut serta menjaga kelestarian alam, yaitu dengan cara menghijaukan planet bumi agar tidak rusak secara perlahan.

2. Manunggaling Kawula Lan Gusti
Suatu sikap perilaku tentang kemanunggalan antara atasan dengan bawahan atau majikan dengan buruh. 

3. Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mbangun Karsa, Tutwuri Handayani
 Suatu sikap perilaku sopan santun kepemimpinan dalam organisasi/kelompok, yaitu

Ing Ngarso Sung Tulodho, maknanya: “ Bila menjadi atasan harus bisa menjadi panutan bagi bawahannya”

Ing Madya Mbangun Karsa, maknanya : “ Bila posisinya ditengah harus  mampu membangun  gagasan/ide”

Tutwuri Handayani, maknanya : “Bila  posisinya dibelakang, harus menjadi pengikut yang mamapu memberikan kekuatan"

4. Setya Tuhu  Lan Sadu
(Ilmu tentang bagaimana menjadi pegawai yang baik)
Setya artinya kesetiaan, maksudnya pegawai yang baik harus memiliki kesetiaan pada pekerjaan yang diembannya.

Tuhu  artinya kesungguhan, maksudnya pegawai yang baik harus bersungguh sungguh dalam menekuni pekerjaannya.
Sadu artinya kerendahan hati, maksudnya pegawai yang baik harus memiliki kerendahan hati dihadapan publik.

5. Tanggap Ing Sasmito
(Ilmu tentang kemampuan membaca rasa/perasaan)
artinya tahu diri lalu bereaksi peduli akan keadaan sekitar atau pesan didekatnya atau yang disampaikan. 


$$$

Sabtu, 19 Mei 2012

Apa Itu Ngangsu Kawruh?


 

Ngangsu Kawruh adalah kegiatan belajar/mempelajari

suatu pengetahuan pada seseorang yang berilmu

khususnya ilmu spiritual.

 

Sejak kapan kita belajar?

Ya, kita belajar mulai dari kandungan ibu hingga akhir hayat. Bukankah kita bergerak-gerak saat berwujud  jabang bayi yang terusik, itu menandakan kita sehat karena  mampu merespon rangsangan dari luar, saat ada rangsangan gerak dari tangan ibu atau ayah kita. Belajar pada seseorang yang berilmu, kita sebut kita sedang 'ngangsu kawruh". Guru memberikan apa yang tidak kita ketahui sehingga volume ilmu pengetahuan kita bertambah. Apa sih guna ilmu itu? tak lain adalah agar kita mampu mengambil sikap benar ketika mendapat ujian kehidupan terutama saat kita dalam kesulitan atau ketika kita hidup berkelebihan. Khasanah ilmu dari guru guru kita senantiasa seperti perustakaan yang tinggal ambil, bandingkan lalu beri keputusan. Wal hasil guru merupakan panutan jalan hidup dan sumber ketenangan bathin yang teraba, tetapi dari semua guru yang ada yang terbaik adalah berguru pada Tuhan melalui anugerah akal pikiran yang sehat dan alam dunia. Marilah kita senantiasa memuliakan guru guru kita, Guru yang selalu hidup penuh kesederhanaan, senantiasa patut kita perhatikan, saat kita setelah kita mendapatkan kemuliaan hidup.

***

Apa Itu Struktur Organisasi?

Guru Agung : "Pengambil keputusan tunggal"
Guru : "Pengambil keputusan bersama"
Ketua Pusat : "Pimpinan organisasi"
Anggota :"Penerima wejangan" 
dengan catatan Pendiri bukanlah Guru Agung dan tak memiliki kekuasaan organisasi, 
kecuali sebagai "Penasehat Lepas"


Apa Itu Wahyu?


Tingkatan pesan yang diperoleh oleh umat manusia adalah 
1.Wahyu : pesan melalui malaikat Jibril, contoh nabi/rasul, 
yang menghasilkan yang kitab suci, contoh : Nabi Muhammad.
2.Wangsit : pesan langsung dari malaikat Jibril dan harus dimaknakan,
 yang menghasilkan Kitab Wejangan Songgo Langit : Ki Ageng Salam
.3.Ilham : pesan dari Roh Alloh, yang menghasilkan aksi/tindakan, contoh : Thomas Alfa Edison
4.Ide : pesan dari akal pikiran, yang menghasilkan karya, 
contoh : tukang kayu


Kunpayakun, jadilah, maka terjadi! Demikian konon Roh Suci bersabda :”Hei, jibril, ajarkanlah apa apa yang tak diketahui manusia”, lalu kita tahu bahwa sabda itu telah menjelma menjadi sebuah kumpulan sabda, kitab suci – yang kita hormati bersama. Wahyu yang turun tentulah tidak sekali jadi, tapi ber-proses, mengikuti jalanan takdir hidup si penerima, Ibrahim-Musa-Isa-Muhammad. Manusia adalah tempatnya lupa, sehingga demikian banyak para utusan yang diturunkan, untuk memberi petunjuk jalan terbaik yang harus ditempuh dalam alam kebimbangan. Tuhan, Roh Suci adalah tempat terkumpulnya data-yang mengikuti ulah manusia, sehingga kalaupun manusia alpa pada jamannya, maka Ia-Roh Suci sudah tahu cara pengambilan keputusan tepat dan manusia si utusan tinggal nrimo ing pandum (pasrah) dalam menerima takdirnya. Demikian alasan wahyu diturunkan, selalu dalam media kesulitan hidup dulu. Musa harus terbebas dari kejaran Raja Fir’aun- Muhammad harus terbebaskan dari intimidasi kaum kafir Quraish.
Kumpulan wahyu itu merupakan tuntunan hidup, juga kumpulan kisah sejarah pada jamannya. Percayakah anda pada isi kumpulan wahyu itu? Terserah, yang jelas kitab kitab itu telah mengisi rak rak di toko buku, dan dijual bebas disana, kecuali yang salah cetak atau yang sengaja dicetak salah oleh orang usil. Apa komntar anda bila melihat kumpulan kitab wahyu itu dibakar? Kaget! Ya? Jelas dong! kok berani? Mereka itu membakar kitab suci? Penjelasannya tidak sesederhana yang kita kira-demikian rumit-kompleks. Namun ketakutan jelas melingkupi perasaan kita, bila si penganut paham kepercayaan-kehidupan kitab itu protes dan melakukan aksi pembalasan – bisa terjadi pertumpajan darah. Beruntung ada outlet-semacam tafsir, yang orang per-orang bisa menterjemahkan pemahaman wahyu yang tersirat isinya, dan dengan pemahaman tafsir itu, wujud-rupa spiritual tiap sabda Tuhan-Roh Suci disebarkan dengan semangat ukhuswah-persatuan, demikian harapannya.&&&     

Senin, 14 Mei 2012

Apa Itu Astadharma?

 
Astadharma atau Piwulang Wolu adalah 8 ajaran utama aliran Kebathinan Budhiroso 
yang mengarah pada 8 arah mata angin kehidupan 
agar warga Budhiroso memperoleh kebahagiaan hidup dunia akhirat.

1. Tuhan

Gusti Allah Mboten Sare, oleh sebab itu Ia tempat merajuk dan meminta, baik  siang maupun malam. Oleh karena Gusti Allah Sing Nggawe Urip, maka berkuasalah Tuhan atas jagad dunia dan seisinya.

2. Jagad Raya\Alam Semesta

Alam Ndunyo Kuwi Paringane Gusti Allah. Alam semesta pemberian Allah sudah diserahkan sepenuhnya kepada manusia untuk dikelola dengan baik, tapi ingat Allah masih menjaganya dengan memberi peringatan berupa gejala alam.

3. Guru

Guru Kuwi Sing Digugu Lan Ditiru. Guru mengajari kita ilmu pengetahuan dan  nilai nilai kehidupan yang lebih baik. Semua pemberian guru akan bermanfaat bagi perjalanan hidup kita. Sudah selayaknya kita wajib menghormati para guru.

4. Agama

Agomo Kuwi Agemanipun Tiyang Waras. Agama mengajarkan kebajikan dari kitab suciNya.  Dengan agama laku hidup kita tidak buta tetapi awas dengan kejadian hidup didunia dan takdir akhirat.

5, Keluarga

Keluargo Panggonan Bali Mulih soko Lelungan.  Keluargalah tempat kita kembali. Dalam taburan kasih sayang dan saling menyayangi akan tercipta keluarga sakinah wa rahmah.

6. Sahabat

Kekancan Kuwi Bakal Nggowo Rejeki. Barangsiapa memiliki banyak sahabat, maka hidupnya akan mulia. Kepada sahabat kita dapat berkeluh kesah bila mendapat masalah, harapan kita akan mendapat masukan yang berbuna untuk mengatasi masalah itu. Persahabatan itu adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.

7. Bangsa

Ciri Manungso Wateking Bongso. Menjadi bangsa besar adalah idaman para leluhur pendahulu kita. Sekaranglah saatnya sumbangsih itu kita berikan dengan tetesan semangat dan keringat. Membangun bangsa adalah membangun peradaban yang luhur dan disegani bangsa lain.  

8. Negara

Mbok Wenehi Opo Negoromu?  Karya adalah apa yang bisa kita berikan untuk Negara. Dengan menciptakan karya disegala bidang, sekecil apapun tapi bisa bermanfaat untuk memajukan Negara adalah hal yang utama.


Lambang "Paguyuban Budhiroso Sejati
 yaitu Bintang Bersayap Elang, 
warna Kuning, Biru, Hitam
dalam bingkai pentagon ( segi lima) warna Putih dan bulatan merah.



Sri Kresna adalah hiasan dinding penganut Aliran Kebathinan Budhiroso



Meditasi Samadhi adalah jalan para penganut aliran kebathinan Budhiroso
mendapatkan relaksasi dan ketenangan bathin. Teknik Meditasi dengan menghadap ke arah Timur atau matahari terbit yang disertai lafal pengucapan keras pelan aksara Jawa "ha na ca ra ka da ta sa wa la pa da ja ya nya ma ga ba ta nga", yang diucapkan oleh salah seorang pimpinan meditasi
yang ditunjuk secara bergiliran. 


Ki Ageng Salam

Lahir pada hari Kamis Wage, tanggal 10 Oktober 1963 di Surabaya
Pukul 20.00 di Rumah sakit RKZ Surabaya 




Sajen gelas adalah sesajian yang wajib diracik oleh
 penganut/penghayat Aliran Kebatinan Budhiroso
berupa makanan/minuman atau
 hasil bumi yang ditempatkan  dalam sebuah gelas
 dan diganti bila sudah menjamur/hitam/lapuk, 
untuk menghormati atau memuliakan ROH bakteri dan jamur 
yang telah membantu pembusukan di dunia,hingga
terbentuk siklus kehidupan yang normal dan melenyapkan sampah di planet bumi.

$$$

Apa Itu Caturwening ?




Budhiroso aliran kebatinan yang bersendikan 4 landasan utama 
yang disebut Caturwening, yaitu : 

1. Wening Roso atau Perasaan Yang Tenang (Tidak Gelisah)
2. Wening Ati atau Hati Yang Bersih (Tidak Kotor)
3. Wening Penggalih atau Pikiran Yang Jernih (Tidak Keruh)
4. Wening Pitutur atau Perkataan/Nasehat Yang Baik (Tidak Diam)
Ke-4nya merupakan modal utama menuju laku hidup dengan ketenangan bathin untuk mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.

Bung, kebatinan bukanlah sekedar aksi pejam mata sembari merenung,
ia merupakan katalisator dan perangkat hidup damai-sejahtera.
Bukankah kita lahir tak meminta?
Atau bukankah kita terlahir tanpa meminta berasal dari suku apa,
asal bapa-ibu kita? Ya, kita mung cuma nrimo dan obyek kuasa Roh Suci.
Lantas, siapa diri-kita sebenarnya (sangkan paraning dumadi)?
Apa alam semesta, jagad gede-cilik itu?
semuanya akan terjawab kalau kita sudah menyerap bersih ilmu kebatinan,
yang juga disebut spiritualism itu. Ke-kita-an,
bukanlah ke-sendiri-an, ada juga, mereka-orang lain, komunitas lain.
Kalau kita ga bisa hidup gaul, maka akan terjadi ketegangan,
apalagi bila dengan kepentingan yang sama,
namun tekstur-corak komunitas itu beda. Wajar bukan?
sebab dunia yang seragam akan membosankan.
Nah, kebatinan ini salah satu upaya menuju damai,
tidak perang, baik pribadi atau komunitas.
Mengapa orang berselisih?
Ya, itu terjadi karena dua-duanya memiliki satu tujuan,
namun beda inner-corak. Inner-corak disini adalah rupa-wujud bathin dan juga gelagatnya. Jadi jelas sudah kenapa orang sunni dan syiah kerap berselisih?
Atau NU-Muhammadiyah? Kapitalisme-komunisme?
Dengan ilmu kebatinan, maka cara pandangnya bukanlah wujud kenampakan visual,
tapi apa yang tersirat dan tersamar.
Lalu pemahamanpun lancar mengalir,
karena esensi-nya sudah tertangkap. Slamet seger waras kabeh!

He, poro manungso ing ngalam dunyo 
enggal siro podo anggayuh Wening Roso, Wening Ati, 
Wening Penggalih lan Wening Pitutur siro,
 supoyo lelaku niro 
podo slamet seger waras 
biso urip mangayubagyo sejati.
Bab urip ono ing ngalam dunyo kuwi cacahe mung sedelo, 
ibarate mampir ngombe, mengko kabeh podo bali 
marang ngarso Gusti Allah Kang Moho Suci.  

( Wahai manusia yang hidup di alam dunia, cepatlah raih peri kehidupan dengan perasaan tenang, hati tenang, pikiran tenang dan bernasehat baik, agar dapat menjalankan kehidupan dengan selamat dan bahagia, sebab hidup itu sementara, semuanya akan kembali kehadapan Allah, Tuhan Semesta Alam)

Selasa, 01 Mei 2012

Apa Itu Kembang Setaman?



”Kembang Setaman” adalah istilah Jawa untuk menyebut jumlah bunga yang terkumpul dalam satu paket bungkusan daun pisang, biasanya terdiri dari bunga mawar, melati, kanthil, kenanga dan irisan daun pandan wangi. Sekumpulan bunga ini berfungsi sebagai pelengkap ritual yang ditaburkan disekeliling obyek yang memiliki memori khusus dlam kehidupan seeorang (makam, perempatan jalan, arca, prasasti, air laut dll), dimaksudkan dengan ritual itu agar keharuman senantiasa menyelimuti si mati/yang telah meninggal saat menghadap Tuhan, ebagai pertanda tempat bahaya atau roh halus penunggu. Tidak bisa disangkal lagi bahwa “kembang setaman” adalah wangsit Gusti Allah pada tanaman-tetumbuhan. Agar kita senantiasa eling pada ciptaannya yang maha sempurna.

Mekar bunga.si kembang setaman, 
utuh-sempurna dalam keindahan.

Juga keharuman. Itu kesan mendalam saat kita pandang
rona mekar bunga di taman.Adakah cacat cela?
Alam terhiasi oleh “suar emosi keindahan” berkala pada tanaman bunga.
Emosi yang menyeruakkan kesucian
– yang suci, ternyata tidak saja berwarna putih melati,
tapi bisa merah-mawar, ungu-anggrek, biru-tulip atau kuning-kenanga…
Lantas kemana si kumbang datang,
ke sari bunga yang harum-manis, tentu ia datang bertandang
lalu menghisapnya untuk dibawa pulang.
Bung, rehat sejenak, pergilah ke taman bunga,
Mekar yang dipandang, akan menyenangkan mata,
juga hati dan perasaan, lupakan kejenuhan rutin sehari-hari,
itu obat pelipur lara yang paling murah.
Ingat, jangan tunda tunda, pandang ia sepuas puasnya atau petik ia -untuk hiasan meja makan, ruang tamu atau saat "candle nite"  yang romantis, petik lah bunga, Bung!, 
sebab bunga punya waktu terbatas, mekar bunga punya kesementaraan, takkan abadi.
Sampaikan salam pada kumbang dan kupu kupu, jangan bersedih karena layu bunga. 
Esok, ranum kuntum bunga akan menjanjikan mekar yang menyuarkan keindahan dan keharuman yang setara.Hanya siklus keindahan yang bunga punya.
Untuk berkuncup kembang lagi, sesuai kodratnya.
Biarkan saja bunga layu, masa kan berganti.
Kelak mekar-bunga akan datang kembali. Suci kembali.   
Begitulah cara alam mengatur dan menghiasi dirinya dengan harum-keindahan bermagis,
untuk menemani kesendirian kita, agar kerasan tinggal berlama lama di planet bumi.

Salam
Tarekat Al-Iqra' Wujudiyah (Tarekat Syifaiyah)
(Tarekat Pembacaan Wujud Alam Semesta)

&&&