Sabtu, 19 Mei 2012

Apa Itu Wahyu?


Tingkatan pesan yang diperoleh oleh umat manusia adalah 
1.Wahyu : pesan melalui malaikat Jibril, contoh nabi/rasul, 
yang menghasilkan yang kitab suci, contoh : Nabi Muhammad.
2.Wangsit : pesan langsung dari malaikat Jibril dan harus dimaknakan,
 yang menghasilkan Kitab Wejangan Songgo Langit : Ki Ageng Salam
.3.Ilham : pesan dari Roh Alloh, yang menghasilkan aksi/tindakan, contoh : Thomas Alfa Edison
4.Ide : pesan dari akal pikiran, yang menghasilkan karya, 
contoh : tukang kayu


Kunpayakun, jadilah, maka terjadi! Demikian konon Roh Suci bersabda :”Hei, jibril, ajarkanlah apa apa yang tak diketahui manusia”, lalu kita tahu bahwa sabda itu telah menjelma menjadi sebuah kumpulan sabda, kitab suci – yang kita hormati bersama. Wahyu yang turun tentulah tidak sekali jadi, tapi ber-proses, mengikuti jalanan takdir hidup si penerima, Ibrahim-Musa-Isa-Muhammad. Manusia adalah tempatnya lupa, sehingga demikian banyak para utusan yang diturunkan, untuk memberi petunjuk jalan terbaik yang harus ditempuh dalam alam kebimbangan. Tuhan, Roh Suci adalah tempat terkumpulnya data-yang mengikuti ulah manusia, sehingga kalaupun manusia alpa pada jamannya, maka Ia-Roh Suci sudah tahu cara pengambilan keputusan tepat dan manusia si utusan tinggal nrimo ing pandum (pasrah) dalam menerima takdirnya. Demikian alasan wahyu diturunkan, selalu dalam media kesulitan hidup dulu. Musa harus terbebas dari kejaran Raja Fir’aun- Muhammad harus terbebaskan dari intimidasi kaum kafir Quraish.
Kumpulan wahyu itu merupakan tuntunan hidup, juga kumpulan kisah sejarah pada jamannya. Percayakah anda pada isi kumpulan wahyu itu? Terserah, yang jelas kitab kitab itu telah mengisi rak rak di toko buku, dan dijual bebas disana, kecuali yang salah cetak atau yang sengaja dicetak salah oleh orang usil. Apa komntar anda bila melihat kumpulan kitab wahyu itu dibakar? Kaget! Ya? Jelas dong! kok berani? Mereka itu membakar kitab suci? Penjelasannya tidak sesederhana yang kita kira-demikian rumit-kompleks. Namun ketakutan jelas melingkupi perasaan kita, bila si penganut paham kepercayaan-kehidupan kitab itu protes dan melakukan aksi pembalasan – bisa terjadi pertumpajan darah. Beruntung ada outlet-semacam tafsir, yang orang per-orang bisa menterjemahkan pemahaman wahyu yang tersirat isinya, dan dengan pemahaman tafsir itu, wujud-rupa spiritual tiap sabda Tuhan-Roh Suci disebarkan dengan semangat ukhuswah-persatuan, demikian harapannya.&&&     

Senin, 14 Mei 2012

Apa Itu Astadharma?

 
Astadharma atau Piwulang Wolu adalah 8 ajaran utama aliran Kebathinan Budhiroso 
yang mengarah pada 8 arah mata angin kehidupan 
agar warga Budhiroso memperoleh kebahagiaan hidup dunia akhirat.

1. Tuhan

Gusti Allah Mboten Sare, oleh sebab itu Ia tempat merajuk dan meminta, baik  siang maupun malam. Oleh karena Gusti Allah Sing Nggawe Urip, maka berkuasalah Tuhan atas jagad dunia dan seisinya.

2. Jagad Raya\Alam Semesta

Alam Ndunyo Kuwi Paringane Gusti Allah. Alam semesta pemberian Allah sudah diserahkan sepenuhnya kepada manusia untuk dikelola dengan baik, tapi ingat Allah masih menjaganya dengan memberi peringatan berupa gejala alam.

3. Guru

Guru Kuwi Sing Digugu Lan Ditiru. Guru mengajari kita ilmu pengetahuan dan  nilai nilai kehidupan yang lebih baik. Semua pemberian guru akan bermanfaat bagi perjalanan hidup kita. Sudah selayaknya kita wajib menghormati para guru.

4. Agama

Agomo Kuwi Agemanipun Tiyang Waras. Agama mengajarkan kebajikan dari kitab suciNya.  Dengan agama laku hidup kita tidak buta tetapi awas dengan kejadian hidup didunia dan takdir akhirat.

5, Keluarga

Keluargo Panggonan Bali Mulih soko Lelungan.  Keluargalah tempat kita kembali. Dalam taburan kasih sayang dan saling menyayangi akan tercipta keluarga sakinah wa rahmah.

6. Sahabat

Kekancan Kuwi Bakal Nggowo Rejeki. Barangsiapa memiliki banyak sahabat, maka hidupnya akan mulia. Kepada sahabat kita dapat berkeluh kesah bila mendapat masalah, harapan kita akan mendapat masukan yang berbuna untuk mengatasi masalah itu. Persahabatan itu adalah kekayaan yang tak ternilai harganya.

7. Bangsa

Ciri Manungso Wateking Bongso. Menjadi bangsa besar adalah idaman para leluhur pendahulu kita. Sekaranglah saatnya sumbangsih itu kita berikan dengan tetesan semangat dan keringat. Membangun bangsa adalah membangun peradaban yang luhur dan disegani bangsa lain.  

8. Negara

Mbok Wenehi Opo Negoromu?  Karya adalah apa yang bisa kita berikan untuk Negara. Dengan menciptakan karya disegala bidang, sekecil apapun tapi bisa bermanfaat untuk memajukan Negara adalah hal yang utama.


Lambang "Paguyuban Budhiroso Sejati
 yaitu Bintang Bersayap Elang, 
warna Kuning, Biru, Hitam
dalam bingkai pentagon ( segi lima) warna Putih dan bulatan merah.



Sri Kresna adalah hiasan dinding penganut Aliran Kebathinan Budhiroso



Meditasi Samadhi adalah jalan para penganut aliran kebathinan Budhiroso
mendapatkan relaksasi dan ketenangan bathin. Teknik Meditasi dengan menghadap ke arah Timur atau matahari terbit yang disertai lafal pengucapan keras pelan aksara Jawa "ha na ca ra ka da ta sa wa la pa da ja ya nya ma ga ba ta nga", yang diucapkan oleh salah seorang pimpinan meditasi
yang ditunjuk secara bergiliran. 


Ki Ageng Salam

Lahir pada hari Kamis Wage, tanggal 10 Oktober 1963 di Surabaya
Pukul 20.00 di Rumah sakit RKZ Surabaya 




Sajen gelas adalah sesajian yang wajib diracik oleh
 penganut/penghayat Aliran Kebatinan Budhiroso
berupa makanan/minuman atau
 hasil bumi yang ditempatkan  dalam sebuah gelas
 dan diganti bila sudah menjamur/hitam/lapuk, 
untuk menghormati atau memuliakan ROH bakteri dan jamur 
yang telah membantu pembusukan di dunia,hingga
terbentuk siklus kehidupan yang normal dan melenyapkan sampah di planet bumi.

$$$

Apa Itu Caturwening ?




Budhiroso aliran kebatinan yang bersendikan 4 landasan utama 
yang disebut Caturwening, yaitu : 

1. Wening Roso atau Perasaan Yang Tenang (Tidak Gelisah)
2. Wening Ati atau Hati Yang Bersih (Tidak Kotor)
3. Wening Penggalih atau Pikiran Yang Jernih (Tidak Keruh)
4. Wening Pitutur atau Perkataan/Nasehat Yang Baik (Tidak Diam)
Ke-4nya merupakan modal utama menuju laku hidup dengan ketenangan bathin untuk mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sejati di dunia dan akhirat.

Bung, kebatinan bukanlah sekedar aksi pejam mata sembari merenung,
ia merupakan katalisator dan perangkat hidup damai-sejahtera.
Bukankah kita lahir tak meminta?
Atau bukankah kita terlahir tanpa meminta berasal dari suku apa,
asal bapa-ibu kita? Ya, kita mung cuma nrimo dan obyek kuasa Roh Suci.
Lantas, siapa diri-kita sebenarnya (sangkan paraning dumadi)?
Apa alam semesta, jagad gede-cilik itu?
semuanya akan terjawab kalau kita sudah menyerap bersih ilmu kebatinan,
yang juga disebut spiritualism itu. Ke-kita-an,
bukanlah ke-sendiri-an, ada juga, mereka-orang lain, komunitas lain.
Kalau kita ga bisa hidup gaul, maka akan terjadi ketegangan,
apalagi bila dengan kepentingan yang sama,
namun tekstur-corak komunitas itu beda. Wajar bukan?
sebab dunia yang seragam akan membosankan.
Nah, kebatinan ini salah satu upaya menuju damai,
tidak perang, baik pribadi atau komunitas.
Mengapa orang berselisih?
Ya, itu terjadi karena dua-duanya memiliki satu tujuan,
namun beda inner-corak. Inner-corak disini adalah rupa-wujud bathin dan juga gelagatnya. Jadi jelas sudah kenapa orang sunni dan syiah kerap berselisih?
Atau NU-Muhammadiyah? Kapitalisme-komunisme?
Dengan ilmu kebatinan, maka cara pandangnya bukanlah wujud kenampakan visual,
tapi apa yang tersirat dan tersamar.
Lalu pemahamanpun lancar mengalir,
karena esensi-nya sudah tertangkap. Slamet seger waras kabeh!

He, poro manungso ing ngalam dunyo 
enggal siro podo anggayuh Wening Roso, Wening Ati, 
Wening Penggalih lan Wening Pitutur siro,
 supoyo lelaku niro 
podo slamet seger waras 
biso urip mangayubagyo sejati.
Bab urip ono ing ngalam dunyo kuwi cacahe mung sedelo, 
ibarate mampir ngombe, mengko kabeh podo bali 
marang ngarso Gusti Allah Kang Moho Suci.  

( Wahai manusia yang hidup di alam dunia, cepatlah raih peri kehidupan dengan perasaan tenang, hati tenang, pikiran tenang dan bernasehat baik, agar dapat menjalankan kehidupan dengan selamat dan bahagia, sebab hidup itu sementara, semuanya akan kembali kehadapan Allah, Tuhan Semesta Alam)

Selasa, 01 Mei 2012

Apa Itu Kembang Setaman?



”Kembang Setaman” adalah istilah Jawa untuk menyebut jumlah bunga yang terkumpul dalam satu paket bungkusan daun pisang, biasanya terdiri dari bunga mawar, melati, kanthil, kenanga dan irisan daun pandan wangi. Sekumpulan bunga ini berfungsi sebagai pelengkap ritual yang ditaburkan disekeliling obyek yang memiliki memori khusus dlam kehidupan seeorang (makam, perempatan jalan, arca, prasasti, air laut dll), dimaksudkan dengan ritual itu agar keharuman senantiasa menyelimuti si mati/yang telah meninggal saat menghadap Tuhan, ebagai pertanda tempat bahaya atau roh halus penunggu. Tidak bisa disangkal lagi bahwa “kembang setaman” adalah wangsit Gusti Allah pada tanaman-tetumbuhan. Agar kita senantiasa eling pada ciptaannya yang maha sempurna.

Mekar bunga.si kembang setaman, 
utuh-sempurna dalam keindahan.

Juga keharuman. Itu kesan mendalam saat kita pandang
rona mekar bunga di taman.Adakah cacat cela?
Alam terhiasi oleh “suar emosi keindahan” berkala pada tanaman bunga.
Emosi yang menyeruakkan kesucian
– yang suci, ternyata tidak saja berwarna putih melati,
tapi bisa merah-mawar, ungu-anggrek, biru-tulip atau kuning-kenanga…
Lantas kemana si kumbang datang,
ke sari bunga yang harum-manis, tentu ia datang bertandang
lalu menghisapnya untuk dibawa pulang.
Bung, rehat sejenak, pergilah ke taman bunga,
Mekar yang dipandang, akan menyenangkan mata,
juga hati dan perasaan, lupakan kejenuhan rutin sehari-hari,
itu obat pelipur lara yang paling murah.
Ingat, jangan tunda tunda, pandang ia sepuas puasnya atau petik ia -untuk hiasan meja makan, ruang tamu atau saat "candle nite"  yang romantis, petik lah bunga, Bung!, 
sebab bunga punya waktu terbatas, mekar bunga punya kesementaraan, takkan abadi.
Sampaikan salam pada kumbang dan kupu kupu, jangan bersedih karena layu bunga. 
Esok, ranum kuntum bunga akan menjanjikan mekar yang menyuarkan keindahan dan keharuman yang setara.Hanya siklus keindahan yang bunga punya.
Untuk berkuncup kembang lagi, sesuai kodratnya.
Biarkan saja bunga layu, masa kan berganti.
Kelak mekar-bunga akan datang kembali. Suci kembali.   
Begitulah cara alam mengatur dan menghiasi dirinya dengan harum-keindahan bermagis,
untuk menemani kesendirian kita, agar kerasan tinggal berlama lama di planet bumi.

Salam
Tarekat Al-Iqra' Wujudiyah (Tarekat Syifaiyah)
(Tarekat Pembacaan Wujud Alam Semesta)

&&&



Senin, 30 April 2012

Apa Itu Tegowangi?

 

Tegowangi adalah nama candi tempat pusat persamadhian Aliran Kebatinan BUDHIROSO, yang berfungsi sebagai tempat pembersihan diri dari segala sifat buruk dan tercela. Setelah melakukan laku samadhi dan persembahan di candi ini (membakar dupa, berdoa dan menabur bunga setaman/mawar melati, hormat keris pusaka), maka para penganut sudah dianggap melakukan sowan besar ke hadapan ngarso dalem ingkang sinuhun Gusti Raden Larang atau Rajasawardhana, ipar Raja Hayamwuruk, Raja Majapahit atau disebut juga Bre Matahun yang wafat pada tahun 1388 M dan didarmakan (sebagai penghargaan) di candi ini pada upacara srada 12 tahun kemudian, yaitu tahun 1400 M.

Candi Tegowangi

Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Sedangkan dalam kitab Negarakertagama dijelaskan bahwa Bhre Matahun meninggal tahun 1388 M. Maka diperkirakan candi ini dibuat pada tahun 1400 M dimasa Majapahit karena pendharmaan seorang raja dilakukan 12 tahun setelah raja meninggal dengan upacara srada.

Bentuk 

Secara umum candi ini berdenah bujursangkar menghadap ke barat dengan memiliki ukuran 11,2 x 11,2 meter dan tinggi 4,35 m. Pondasinya terbuat dari bata sedangkan batu kaki dan sebagian tubuh yang masih tersisa terbuat dari batu andesit. Bagian kaki candi berlipit dan berhias. Tiap sisi kaki candi ditemukan tiga panel tegak yang dihiasi raksasa (gana) duduk jongkok; kedua tangan diangkat ketas seperti mendukung bangunan candi. Di atasnya terdapat tonjolan - tonjolan berukir melingkari candi di atas tonjolan terdapat sisi genta yang berhias.

Pada bagian tubuh candi di tengah-tengah pada setiap sisinya terdapat pilar polos yang menghubungkan badan dan kaki candi. Pilar-pilar itu tampak belum selesai dikerjakan. Di sekeliling tubuh candi dihiasi relief cerita Sudamala yang berjumlah 14 panil yaitu 3 panil di sisi utara, 8 panil di sisi barat dan 3 panil sisi selatan. Cerita ini berisi tentang pengruatan (pensucian) Dewi Durga dalam bentuk jelek dan jahat menjadi Dewi Uma dalam bentuk baik yang dilakukan oleh Sadewa, tokoh bungsu dalam cerita Pandawa. Sedangkan pada bilik tubuh candi terdapat Yoni dengan cerat (pancuran) berbentuk naga.
Dihalaman candi terdapat beberapa arca yaitu Parwati,  Ardhenari, Garuda berbadan manusia dan sisa candi di sudut tenggara. Berdasarkan arca-arca yang ditemukan dan adanya Yoni dibilik candi maka candi ini berlatar belakang agama Hindu (sumber : wikipedia).

Sketsa Relief Candi Tegowangi (Youtube)

Candi Tegowangi menepati sebuah areal yang cukup luas dan terbuka. Areal wisata arkeologi ini juga terawat dengan baik, tidak terlihat sampah bertebaran kecuali daun-daun kering pepohonan dalam jumlah yang juga tidak terlalu banyak. Didekat gerbang masuk anda akan menjumpai sebuah peternakan lebah milik penduduk setempat yang bisa dijadikan nilai tambah tersendiri saat berkunjung.

$$$

 

Rabu, 25 April 2012

Apa itu Orion?


Orion adalah sekumpulan bintang yang membentuk formasi, yang dilukiskan oleh para astronom barat sebagai Sang Pemburu (yunani). Rasi ini disebut oleh orang Jawa sebagai Lintang Waluku (bajak). Budhiroso memilih rasi ini sebagai rasi para komunitas, sebagai penganut kejawen budhiroso mengejawantahkan diri pada Rasi Orion, sebagai rasi sang penakluk alam besar (jagad raya dan alam kecil (manusia). Kaum petani bilang "Bajaklah tanah selagi berair"

Pada musim penghujan/musim tanam padi, keluarlah malam hari sekitar jam 8 malam, 
diarah barat hingga atas kepala kita pada bulan Desember-Januari-Pebruari-Maret

-Cari dan amati koloni bintang ini-

Bila langit cerah tanpa mendung, saat malam hari tengadahkan kepalamu ke atas, niscaya disana terdapat ribuan titik-titik biru, ada yang remang, gelap dan terang. Tetaburan bintang itu sejak langit diciptakan Tuhan pada hari ke-4, selalu menampakkan diri dalam suasana mistis-mencekam. Pijaran yang terkilau indah tak terperikan itu, senantiasa menemani malam-malam kita, agar kita kerasan tinggal di bumi? Atau kilauan itu mengusik kita untuk ingin lebih dekat dengannya? Lantas keingin-tahuan kita itu kita abadikan dengan berbagai penamaan konstelasi (grup)-rangkaian. Ada ursa mayor dan minor, ada alpha-centaury, Taurus, Libra dana lain lainnya, itu kita namakan rasi atau kelompok bintang. Semuanya kita gagas-cipta agar selalu dapat kita ingat-pelajari dengan mudah. Kita yang dalam posisi super-mini di muka bumi, lantas memposisikan mereka sebagai acuan untuk memulai siklus kehidupan. Rasi bintang Orion atau Waluku, penampakannya yang dominan telah digunakan oleh suku Jawa untuk memulai membajak sawah atau bercocok tanam. Rasi bintang Libra (artinya seimbang)  dengan lambang neraca/timbangan, digunakan untuk menebak-ramal sifat jabang bayi yang lahir dalam kisaran hari 23 September – 23 Oktober, demikian juga dengan 11 rasi yang lain. Konon, manusia Yunani percaya bahwa interaksi energi yang terpancarkan dari rasi-rasi itu pada kisaran hari tertentu akan mempengaruhi sifat anak manusia yang lahir, lantas orang menyebutnya sebagai disiplin ilmu astrologi. Percaya tau tidak, itu berpulang kepada pribadi anda, tapi setidaknya kita ada sedikit perhatian pada anak kita dengan ingin mengetahui sifat-wataknya, minimal sebagai bekal untuk mempelajari sifat anak, sebelum kita tahu watak sebenarnya, dari sikap-gaul yang diperlihatkan berulangkali, bukan? Mari, tengadahlah ke langit di malam hari yang terang, indah bukan!  
$$$

Senin, 23 April 2012

Apa Itu Ali Ali?

Ali ali adalah cincin mustika/batu aji yang telah mengalami pengasahaan/diasah sehingga nampak urat/mosaik batunya. Budhiroso percaya bahwa pria dan wanita yang memakai ali ali yang sesuai dengan gelombang hangat suhu tubuhnya atau tanggal lahirnya atau horoskopnya akan membawa manfaat berupa aura positip berupa kecantikan dan ketampanan.


Kegairahan untuk mematut diri bisa datang kapan saja, terutama kalau kita sedang berinteraksi dengan sasama secara intens, tiap hari. Kalau kita hidup menyendiri, tak perlulah upaya untuk mematut diri itu, toh tak ada yang melihat-perhatikan, bukan. Tapi bukankah kita ini mahluk sosial, yang butuh identitas pribadi, tekstur pribadi untuk selalu diingat dan dikenang amalan kebaikannya, bukan? ya, itu bisa terjadi kalau kita selalu membutuhan teman. Siapa jati diri kita? Ini bisa diumpamakan seperti pepatah “ajining diri soko ing ageman” (harga diri bisa dilihat dari apa yang dipakai). Kalau pakaian kita lusuh dan kotor, maka jangan heran kalau massa akan men-cap kita dengan merk “setengah gila” atau “orang susah”, kalau kita suka bebersih diri, maka kita akan dibilang “orang gaul”. Dalam hidup gaul dengan lingkungan, maka akan terjadi saling interaksi dan terjadi pemetaan diri. Utamakan bersikap dengan tutur kata yang lembut dan tidak kasar. Lantas dimana letak posisioning kita dengan asesoris yang kita pakai? Kalau pakai perhiasan mahal, maka kita dicap sebagai pribadi yang kaya dan bisa juga pamer-person, maka jangan terkejut bila banyak proposal sumbangan akan mengalir ke meja-kerja kita, maka dari itu pilih- pilihlah perhiasan apa yang cocok dipakai dalam lingkup gaul yang kita geluti. Jangan sampai salah cap atau persepsi tentang diri kita. Itu akan menentukan sikap mereka pada kita. Kalau kita tampilkan diri kita secara “kosongan”, maka kita akan dicap sebagai pribadi yang sederhana atau miskin. Tentu semuanya akan berpulang pada kita, sebab respon yang timbul senantiasa akan memposisikan kita. Siapa diri kita? Kita toh tidak sedang menyamar bukan? jadi usahakan jangan tampil “kosongan” alias tak memakai asesoris apapun, pakailah cincin, gelang, jam tangan atau giwang, kalau kita ingin mendapatkan respon massa, tentang siapa diri kita. Tak perlu yang mahal, tapi cukuplah untuk dikenang bahwa si Badu dengan cincin blue-shapir-nya, sesungguhnya pribadi yang hangat-menyenangkan dan siap untuk diajak berteman dan gaul.