Jumat, 10 April 2020

Asal usul aliran Ilmu Kebathinan Budhiroso


Asal usul ajaran aliran kebathinan Budhiroso adalah surat Al-'Alaq atau Surat Iqro' dalam kitab suci Al-Qur'an, yang merupakan surat pertama dan juga wahyu pertama.


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (5)
Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabbmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qolam (pena). Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq: 1-5).


Konon saat Rosul Muhammad menyepi bersamadhi/meditasi di gua hira selama 10 malam, maka pada malam terakhir (ke-10) terdengarlah suara malaikat jibril yang berusaha berkomunikasi dengan rosul. Jibril memperdengarkan suara onta-nya, tapi rosul tak terusik, kemudian suara tambur. Suara ini juga tak membuat rosul beranjak dari samadhinya alias diam memaku, yang terakhir suara burung merpati, juga tak bergeming. Mungkin itu godaan setan, bathin rosul. Akhirnya malaikat Jibril menggoyang-goyangkan pundak rosul agar bangun, maka seketika bubarlah samadhi rosul. Ia membuka mata, tapi tak ada orang, yang ada hanyalah suara. Bacalah, bacalah, bacalah sampai 3 kali. Ini wahyu pertama kenabian yang terjadi pada tahun 610 M, maka 14 abad kemudian yaitu tepatnya tanggal 10-10- 2008, Ki Ageng Salam mendirikan aliran kebathinan Budhiroso yang butir butir pemhamannya di selaraskan dengan gerak alam raya seisinya, yaitu dengan membaca nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah pada eksistensi tumbuhan, hewan, manusia dan alam sekitarnya. Sebagai pemeluk agama Islam, Ki Ageng Salam atau mempunyai nama Islam, Ahmad Nur Sifa Al-Kedurusi merupakan pendiri Tarekat Al-Iqra' Wujudiyah/Tarekat Syifaiyah, suatu kelompok dzikir yang nilai-nilai pemahamannya diselaraskan dengan wujud fenomena alam semesta.
$$$

Selasa, 07 April 2020

Nyanyi Sunyi #dirumahaja Karena Virus Korona (1)

Belajar,
Bekerja,
Beribadah, Di Rumah

Anda bosan di rumah dan merasa stress, coba perhatikan nilai nilai kehidupan yang ada disekitar kita.
Perhatikan para binatang dan tumbuhan (bunga) di sekeliling rumah.

 Cicak 

Coba perhatikan si cicak itu, kok diam. Tidak bergerak. Apakah ia mati. Ow, tidak. Cicak itu sedang berdoa, kawan! karena belum dapat seekor nyamuk-pun. Ia tahu keterbatasannya yaitu gerak yang lamban. Ia tahu keterbatasannya tak bisa terbang seperti nyamuk, makanan utamanya. Coba perhatikan baik baik. Tiba tiba cicak itu merayap perlahan, berbelok lalu merayap pasti menuju sasaran, sang nyamuk. Hap dengan satu patukan cepat dan pasti, maka nyamuk sudah menjadi sarapan malamnya. Sebagai pelajaran dalam kasus cicak dan nyamuk ini adalah menyoal "keterbatasan". Keterbatasan kerja kantoran adalah bahwa kenaikan jenjang karir tak semulus apa yang diharapkan karena ditentukan oleh orang lain, sehingga walaupun usia semakin tua tetapi semakin sulit menjadi figur yang duduk dijajaran top management. Keterbatasan lain adalah tiadanya modal untuk memulai usaha mandiri, tapi ini bisa diatasi asalkan proposal yang menjanjikan dapat anda susun untuk meraih kepercayaan pemegang saham.Carilah kesempatan, peluang dan nasib baik, bila bekerja makan gaji alias bekerja pada orang lain, bukan perusahaan sendiri.

Rama-rama  

Coba perhatikan rama-rama itu. Kenapa berputar putar saja mengelilingi lampu, yang akhirnya putarannya semakin kecil hingga menyentuh bola lampu dan akhirnya tewas terjatuh karena kepanasan. Si rama-rama tak sadar bahwa cahaya lampu itu telah membiusnya yang berakibat akan memupuskan usianya alias sampai ajalnya. Sebagai pelajaran kasus rama-rama dan lampu ini adalah bahwa dalam kehidupan itu banyak sekali godaan, baik itu berupa harta, tahta atau wanita. Berhati-hatilah bila mengejar sesuatu baik itu karir di kantor, wanita yang sedang berjalan atau gaji yang tinggi. Bila tak hati hati, maka bukan tak mungkin kita akan menghadapi persaingan tak sehat di perusahaan, mengejar istri/suami orang atau kerja overload sehingga membuat kita sakit.

Tikus

Tikus adalah binatang pengerat. Gigi/rahanya akan merasa gatal kalau tidak dipakai untuk mengerat, sebab gigi itu akan terus tumbuh, tidak berhenti sampai ia mati. Sifat perkembang biaknya amat cepat, hingga mampu memiliki anak sebanyak 10 ekor sekali melahirkan. "Banyak anak sungguh banyak merepotkan" sampai uisa 3 bulan si tikus akan terbebani anaknya baik menyusui hingga mencarikan makan.
 

Ayam 

Ayam termasuk binatang peliharaan. Dagingnya yang empuk, sungguh terasa nikmat bila digoreng atau dipanggang. Oleh karena itu ada hewan ini banyak dipelihara atau diternakkan. Satu hal yang paling menonjol dari ayam (betina) adalah "sifat melindungi" dari si betina. Induk ayam akan selalu melindungi anak2nya dari serangan hewan lain.


(bersambung)

Bermunculan Kerajaan Baru, Pertanda Apa?


4 Diantara kerajaan itu adalah 
Keraton Agung Sejagat (Purworejo-Jawa Tengah)
Sunda Empire  (Bandung-Jawa Barat)
Kerajaan Ubur Ubur (Serang-Banten)
Kesultanan Selaco (Tasikmalaya-Jawa Barat)
 
 

Apakah kau kira mereka itu main-main, tidak mereka serius.
Lalu apa yang mereka cari?

Dibawah ini terdapat 12 hal yang mereka cari, yaitu :
1. Sensasi, -ya, mereka akan mengalami ejakulasi bathin bila berhasil melaksanakan hajatnya.
2. Tuhan, -ya mereka merasa adalah pilihan Tuhan karena bukankah hanya Tuhan-lah yang berada diatas raja, tidak ada lagi
3. Kekuasaan, bukankah titah raja itu wajib dilaksanakan.
4. Harta, mana ada raja miskin.
5. Popularitas
6. Persembahan terbaik dari rakyatnya, bukankah hanya persembahan untuk raja-lah yang terbaik?
7. Gelora atau semangat ber-karya di masa lalu yang telah terbukti melahirkan bangunan2 semisal candi Borobudur yang merupakan 7 keajaiban dunia.
8. Mengatasi kesulitan hidup  
9. Menyalurkan hasrat paranoid-nya.
10.  Pengaruh, mampu mengalahkan popularitas kerajaan yang sesungguhnya
11. Orang sakti, -ya, ternyata raja raja baru itu suka mengeluarkan kutukan
12. Kerinduan induk budaya, misalkan rindu pada kejayaan kerajaan Majapahit

Senin, 23 Maret 2020

Virus Korona Covid-19 merebak, saatnya menyendiri

Virus Korona Baru, timbul Akibat Keserakahan Umat Manusia.
Sobat, dunia saat ini mengalami apa yang disebut orang tua jaman dulu sebagai wabah penyakit pagebluk Suatu penyakit yang mematikan. yang diibaratkan sebagai "sore sakit paginya mati", "pagi sakit sorenya mati". Pagebluk Korona yang disebabkan oleh -tergolong virus "flu" ini, menyerang saluran pernafasan sehingga menyebabkan seseorang sulit bernafas karena bukan sakit pneumonia biasa. Sampai saat ini, Maret 2020 belum ditemukan obatnya. Para ahli kesehatan hanya memberikan obat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh saja, belum bereaksi langsung menyerang keberadaan virus itu sendiri. Virus yang berasal dari kota Wuhan di Tiongkok ini sebelumnya memiliki inang pada tubuh kelelawar, lantas berpindah ke manusia melalui asupan makanan.Sekarang kita tahu bahwa binatang bertaring memiliki pertahanan diri bila terus dieksploitasi keberadaannya.Itu berarti kita harus waspada pada asupan gizi yang nyeleneh yang berasal dari daging binatang yang bertaring.Sobat, kita bertanya kenapa semua ini terjadi dan amat mematikan umat manusia. Tak lain karena kita telah lupa pada apa yang disebut dengan keserakahan mengesksplotsi sumber daya alam dengan berlebihan. Apa yang kita bangga-banggakan dengan jor joran pertumbuhan ekonomi suatu negara misalnya hal itu hanya akan menyebabkan kita segera mengakhiri kehidupan di planet bumi. Buat apa bila pertumbuhan ekonomi tinggi yang hanya mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan akan mengakibatkan berbagai kepincangan kehidupan mahluk lain hingga musnahnya spesies hewan karena perburuan liar, juga bisa disimak disini -semisal, gajah  masuk area perkebunan karena lahan habitat kehidupannya menyempit, macan masuk ke perkampungan karena kelaparan sebab kehilangan bahan buruan di hutan, minyak bumi yang terus ditangguk dari perut bumi yang berakhir ke meningkatnya polusi udara yang berakhir ke efek rumah kaca hingga mencairnya bukit es di antartika yang dalam jangka panjang akan meningkatkan permukaan air laut, hutan habis dibabat sehingga gundul dan menyebabkan banjir bandang, belum lagi pertumbuhan penduduk dunia yang terus meningkat sehingga butuh pemukiman yang menutupi tanah resapan dan terus meningkatnya pengaspalan jalan hingga yang menyebabkan banjir. Bukankah wabah Korona ini mengetuk hati nurani kita agar kita senantiasa berhati hati dalam mengkesploitasi alam. Bukankah wabah ini meningatkan kita akan kepedulian pada keberadaan mahluk lain, yaitu binatang - yang diciptakan oleh Tuhan sebagai sisihan atau kawan di planet bumi. Bukankah social distancing (jarak sosial) sebagai pemutus rantai penyebaran Korona ini merupakan peringatan bahwa kita perlu sejenak untuk hidup menyendiri, bertafakur merenungkan masa lalu kita yang penuh dengan kehidupan serakah. Sekarang saatnyalah ber-samadi/ber-meditasi, berusaha menenangkan pikiran agar jalan kedepan yang akan kita lalui penuh dengan kasih pada kazanah alam. Mari!

Minggu, 19 Mei 2019

Hasil Terawangan Guru Agung :

“Bila melihat seseorang berlari meloncati pagar apa tindakan/komentar mereka?” 

1. Suku M*dura : “Kalau berhasil dibiarkan, kalau gagal disuruh berobat karena berdarah atau dikomentari bila tersenggol” - Suku Madura terkenal sebagai suku yang mengerti risiko, karena mereka punya pepatah "Daripada berputih tulang lebih baik berputih mata".

2. Suku M*luku : “Berhasil atau tidak, akan diteriaki” 

3. Suku B*tak : “Akan meniru tindakan itu karena dianggap berprestasi” 

4. Suku J*wa : “Akan mengomentari tindakan itu, dengan mengatakan kenapa meloncat, kan ada pintunya!” 

5. Suku B*njar : ”Akan menangkap yang bersangkutan karena dianggap maling” 

6. Suku S*nda : ” Tidak Berkomentar” 

7. Suku M*kassar : ”Yang bersangkutan akan ditempeleng”

8. Suku P*pua : “Terkejut, lalu berdiri” 

9. Suku K*pang :”Akan menjebol pagar dan meninggikannya” 

10. Suku B*li : “ Akan mengejar lalu memukul dengan rotan” 

11. Suku L*mbok : ”Membuka pintu pagar, masuk, lalu menjebolnya” 

12. Suku P*lembang :”Akan mengejarnya” 

13. Suku Ac*h :”Akan Melempar orang itu” 

14. Suku D*yak :”Akan menjebol pagar itu dari luar” 

15. Suku B*nten : “Akan meneriakinya maling!” 

16. Suku M*nado : ”Akan menantang berkelahi” 

17. Suku L*mpung : ” Lari” 

18. Suku P*dang : ”Akan mengejarnya sambil meneriakai maling” 

19. Suku P*lu : “Akan mengecek pintu itu, kenapa ga berfungsi” 

20. Suku T*onghoa : “Akan mengukur tinggi pintu itu, lalu pulang”

Saya "Pembunuh" Yang Kejam


Semalam 6 Nyawa Melayang Sia-sia.
Malem kemaren aku tidak tidur, hanya mengendap-endap melakukan
pembunuhan berencana yaitu pencabutan hak hidup pada 6 mahluk Tuhan,
yang apes dengan kelihaianku dalam membunuh.
Walaupun aku tahu ini hari puasa emosi untuk
menghillangkan nyawa mahluk Tuhan ini tak selayaknya dilakukan.
Akan tetapimaukah kamu tergusur oleh mahluk ini dengan sengaja
mereka mengundang rekan-rekannya untuk berlarian di bawah meja makan, ruang tamu dan ruang tidurku.
Mereka seakan sudah congkak dan sombong sebab tahu bahwa yang
empanya "istana" tak tegaan dan takut kuwalat/terbawa karma.

Sekiranya saja mereka tidak mengusik kenyamanan tidur lelapku.
- dan sudah berani menggigit ujung jari kakiku.
Sekiranya saja mereka tidak membuang tinja di istanaku
(didepan pintu, di kamar mandi dan di kamar sholatku)
Sekiranya saja mereka tidak membawa virus itu.
Sekiranya saja mereka sudah dewasa
Sekiranya saja mereka tidak kelaparan
Sekiranya saja mereka sudah dewasa, maka TAK AKAN MATI MUDA.

(6 Tikus remaja mati sia-sia secara beruntun, kumasukkan dalam ember hingga mati, betapa sakitnya.
Ya Allah janganlah kau matikan aku seperti para jahanam ini - aku hanya membela diri)

Senin, 12 Juni 2017

Apa itu poso?



Poso
(Puasa)

Menuruti piwulange NUR MUHAMMAD, yaitu Rosul yang terakhir,untuk berpuasa 30 hari di bulan Ramadan. Dengan mengeringya rongga
usus hingga rongga mulut, karena puasa, maka sosok pelaku puasa akan merasakan penderitaan si miskin. Dengan demikian, maka akan tercipta
diorama yang indah hubungan di kaya dan si miskin. Dengan berpuasa, maka kolestrol,zat yang mengganggu jalannya rotasi darah akan menyusut dan berkurang, sehingga tubuh akan terkondisi sehat dan segar.
Emosi serta gairah gerak laku akan kendor, lalu alam pikiran menjadi terang dan tajam.
Ayo Poso!