Asal usul ajaran aliran kebathinan Budhiroso adalah surat Al-'Alaq atau Surat Iqro' dalam kitab suci Al-Qur'an, yang merupakan surat pertama dan juga wahyu pertama.
SULUK JAGAD: "Alam terkembang jadi Ayatullah, Ayatullah terkembang jadi Guru". Selamat datang, ayo bergabung! Salam Rahayu, Sagung Dumadi! dari Paguyuban Budhiroso Sejati. Pertanyaan, kritik dan saran, harap ditujukan langsung ke roosdiansyahpribadi@gmail.com. Donasi mohon ditransfer ke Bank Mandiri Norek 140-00-1351363-6
Jumat, 10 April 2020
Asal usul aliran Ilmu Kebathinan Budhiroso
Asal usul ajaran aliran kebathinan Budhiroso adalah surat Al-'Alaq atau Surat Iqro' dalam kitab suci Al-Qur'an, yang merupakan surat pertama dan juga wahyu pertama.
Selasa, 07 April 2020
Nyanyi Sunyi #dirumahaja Karena Virus Korona (1)
Belajar,
Bekerja,
Beribadah, Di Rumah
Anda bosan di rumah dan merasa stress, coba perhatikan nilai nilai kehidupan yang ada disekitar kita.
Perhatikan para binatang dan tumbuhan (bunga) di sekeliling rumah.
Coba perhatikan si cicak itu, kok diam. Tidak bergerak. Apakah ia mati. Ow, tidak. Cicak itu sedang berdoa, kawan! karena belum dapat seekor nyamuk-pun. Ia tahu keterbatasannya yaitu gerak yang lamban. Ia tahu keterbatasannya tak bisa terbang seperti nyamuk, makanan utamanya. Coba perhatikan baik baik. Tiba tiba cicak itu merayap perlahan, berbelok lalu merayap pasti menuju sasaran, sang nyamuk. Hap dengan satu patukan cepat dan pasti, maka nyamuk sudah menjadi sarapan malamnya. Sebagai pelajaran dalam kasus cicak dan nyamuk ini adalah menyoal "keterbatasan". Keterbatasan kerja kantoran adalah bahwa kenaikan jenjang karir tak semulus apa yang diharapkan karena ditentukan oleh orang lain, sehingga walaupun usia semakin tua tetapi semakin sulit menjadi figur yang duduk dijajaran top management. Keterbatasan lain adalah tiadanya modal untuk memulai usaha mandiri, tapi ini bisa diatasi asalkan proposal yang menjanjikan dapat anda susun untuk meraih kepercayaan pemegang saham.Carilah kesempatan, peluang dan nasib baik, bila bekerja makan gaji alias bekerja pada orang lain, bukan perusahaan sendiri.
Rama-rama
Coba perhatikan rama-rama itu. Kenapa berputar putar saja mengelilingi lampu, yang akhirnya putarannya semakin kecil hingga menyentuh bola lampu dan akhirnya tewas terjatuh karena kepanasan. Si rama-rama tak sadar bahwa cahaya lampu itu telah membiusnya yang berakibat akan memupuskan usianya alias sampai ajalnya. Sebagai pelajaran kasus rama-rama dan lampu ini adalah bahwa dalam kehidupan itu banyak sekali godaan, baik itu berupa harta, tahta atau wanita. Berhati-hatilah bila mengejar sesuatu baik itu karir di kantor, wanita yang sedang berjalan atau gaji yang tinggi. Bila tak hati hati, maka bukan tak mungkin kita akan menghadapi persaingan tak sehat di perusahaan, mengejar istri/suami orang atau kerja overload sehingga membuat kita sakit.
Tikus
Tikus adalah binatang pengerat. Gigi/rahanya akan merasa gatal kalau tidak dipakai untuk mengerat, sebab gigi itu akan terus tumbuh, tidak berhenti sampai ia mati. Sifat perkembang biaknya amat cepat, hingga mampu memiliki anak sebanyak 10 ekor sekali melahirkan. "Banyak anak sungguh banyak merepotkan" sampai uisa 3 bulan si tikus akan terbebani anaknya baik menyusui hingga mencarikan makan.
Ayam
Ayam termasuk binatang peliharaan. Dagingnya yang empuk, sungguh terasa nikmat bila digoreng atau dipanggang. Oleh karena itu ada hewan ini banyak dipelihara atau diternakkan. Satu hal yang paling menonjol dari ayam (betina) adalah "sifat melindungi" dari si betina. Induk ayam akan selalu melindungi anak2nya dari serangan hewan lain.
(bersambung)
Bermunculan Kerajaan Baru, Pertanda Apa?
4 Diantara kerajaan itu adalah
Keraton Agung Sejagat (Purworejo-Jawa Tengah)
Sunda Empire (Bandung-Jawa Barat)
Kerajaan Ubur Ubur (Serang-Banten)
Kesultanan Selaco (Tasikmalaya-Jawa Barat)
Apakah kau kira mereka itu main-main, tidak mereka serius.
Lalu apa yang mereka cari?
Dibawah ini terdapat 12 hal yang mereka cari, yaitu :
1. Sensasi, -ya, mereka akan mengalami ejakulasi bathin bila berhasil melaksanakan hajatnya.
2. Tuhan, -ya mereka merasa adalah pilihan Tuhan karena bukankah hanya Tuhan-lah yang berada diatas raja, tidak ada lagi
3. Kekuasaan, bukankah titah raja itu wajib dilaksanakan.
4. Harta, mana ada raja miskin.
5. Popularitas
6. Persembahan terbaik dari rakyatnya, bukankah hanya persembahan untuk raja-lah yang terbaik?
7. Gelora atau semangat ber-karya di masa lalu yang telah terbukti melahirkan bangunan2 semisal candi Borobudur yang merupakan 7 keajaiban dunia.
8. Mengatasi kesulitan hidup
9. Menyalurkan hasrat paranoid-nya.
10. Pengaruh, mampu mengalahkan popularitas kerajaan yang sesungguhnya
11. Orang sakti, -ya, ternyata raja raja baru itu suka mengeluarkan kutukan
12. Kerinduan induk budaya, misalkan rindu pada kejayaan kerajaan Majapahit
Senin, 23 Maret 2020
Virus Korona Covid-19 merebak, saatnya menyendiri
Minggu, 19 Mei 2019
“Bila melihat seseorang berlari meloncati pagar apa tindakan/komentar mereka?”
1. Suku M*dura : “Kalau berhasil dibiarkan, kalau gagal disuruh berobat karena berdarah atau dikomentari bila tersenggol” - Suku Madura terkenal sebagai suku yang mengerti risiko, karena mereka punya pepatah "Daripada berputih tulang lebih baik berputih mata".
2. Suku M*luku : “Berhasil atau tidak, akan diteriaki”
3. Suku B*tak : “Akan meniru tindakan itu karena dianggap berprestasi”
4. Suku J*wa : “Akan mengomentari tindakan itu, dengan mengatakan kenapa meloncat, kan ada pintunya!”
5. Suku B*njar : ”Akan menangkap yang bersangkutan karena dianggap maling”
6. Suku S*nda : ” Tidak Berkomentar”
7. Suku M*kassar : ”Yang bersangkutan akan ditempeleng”
8. Suku P*pua : “Terkejut, lalu berdiri”
9. Suku K*pang :”Akan menjebol pagar dan meninggikannya”
10. Suku B*li : “ Akan mengejar lalu memukul dengan rotan”
11. Suku L*mbok : ”Membuka pintu pagar, masuk, lalu menjebolnya”
12. Suku P*lembang :”Akan mengejarnya”
13. Suku Ac*h :”Akan Melempar orang itu”
14. Suku D*yak :”Akan menjebol pagar itu dari luar”
15. Suku B*nten : “Akan meneriakinya maling!”
16. Suku M*nado : ”Akan menantang berkelahi”
17. Suku L*mpung : ” Lari”
18. Suku P*dang : ”Akan mengejarnya sambil meneriakai maling”
19. Suku P*lu : “Akan mengecek pintu itu, kenapa ga berfungsi”
20. Suku T*onghoa : “Akan mengukur tinggi pintu itu, lalu pulang”
Saya "Pembunuh" Yang Kejam
Semalam 6 Nyawa Melayang Sia-sia.
Malem kemaren aku tidak tidur, hanya mengendap-endap melakukan
pembunuhan berencana yaitu pencabutan hak hidup pada 6 mahluk Tuhan,
yang apes dengan kelihaianku dalam membunuh.
Walaupun aku tahu ini hari puasa emosi untuk
menghillangkan nyawa mahluk Tuhan ini tak selayaknya dilakukan.
Akan tetapimaukah kamu tergusur oleh mahluk ini dengan sengaja
mereka mengundang rekan-rekannya untuk berlarian di bawah meja makan, ruang tamu dan ruang tidurku.
Mereka seakan sudah congkak dan sombong sebab tahu bahwa yang
empanya "istana" tak tegaan dan takut kuwalat/terbawa karma.
Sekiranya saja mereka tidak mengusik kenyamanan tidur lelapku.
- dan sudah berani menggigit ujung jari kakiku.
Sekiranya saja mereka tidak membuang tinja di istanaku
(didepan pintu, di kamar mandi dan di kamar sholatku)
Sekiranya saja mereka tidak membawa virus itu.
Sekiranya saja mereka sudah dewasa
Sekiranya saja mereka tidak kelaparan
Sekiranya saja mereka sudah dewasa, maka TAK AKAN MATI MUDA.
(6 Tikus remaja mati sia-sia secara beruntun, kumasukkan dalam ember hingga mati, betapa sakitnya.
Ya Allah janganlah kau matikan aku seperti para jahanam ini - aku hanya membela diri)
Senin, 12 Juni 2017
Apa itu poso?
Poso
(Puasa)



