"Seandainya engkau tahu bahwa pada tahun tahun mendatang akan terjadi paceklik makanan, niscaya aku halalkan pemandulan sementara untuk tak memiliki keturunan bagi pria dan wanita. Dan apabila seorang wanita telah memiliki banyak anak dan tak ingin memiliki anak lagi niscaya aku perbolehkan untuk melakukan sterilisasi permanen dan untuk lelaki tidak perlu harus melakukan sterilisasi permanen, kecuali dalam kondisi luar biasa"
SULUK JAGAD: "Alam terkembang jadi Ayatullah, Ayatullah terkembang jadi Guru". Selamat datang, ayo bergabung! Salam Rahayu, Sagung Dumadi! dari Paguyuban Budhiroso Sejati. Pertanyaan, kritik dan saran, harap ditujukan langsung ke roosdiansyahpribadi@gmail.com. Donasi mohon ditransfer ke Bank Mandiri Norek 140-00-1351363-6
Senin, 15 Desember 2014
Kamis, 11 Desember 2014
Pitutur #19 (Apa itu Hukuman?)
kurung badan karena kejahatan ringan, bisa diganti dengan hukuman
kerja paksa / kerja bakti atau hukum dera dengan pukulan
rotan dipunggung (dihadapan rakyat?).
Kenapa ini menjadi pilihan?
bila penjara akan penuh/ tak cukup
bila penjara akan penuh/ tak cukup
daya tampungnya memenjara penjahat ringan/kecil ini"
Sabtu, 06 Desember 2014
Oh, Wangsit...!
Wangsit adalah
pesan khusus yang datangnya langsung dari Malaikat
Jibril (bukan dari Allah, karena dengan sabda Allah |"Kun Fayakun"
(-Jadilah, maka terjadi- itu sudah merupakan satu paket, yaitu
"penciptaan mahluk dan sekaligus proses berakhirnya", jadi Allah tak
bekerja lagi), yang merupakan utusan Tuhan Semesta Alam, yang
berupa penampakan sesuatu pertanda,baik datangnya dari alam nyata atau
mimpi/ghoib.
Mengapa pesan wangsit itu datang?
Mungkin karena kita telah terpilih karena selalu "eling".
Untuk menyampaikan sedikit catatan dalam menjalani laku
hidup,
Suasana lingkungan yang kotor-bathin, menjenuhkan manusia,
saat banyak masalah dan pikiran.
Mungkin karena kita tak bosan meminta solusi?
Sebab kita tak berdaya-milik pada kekuatan politik untuk
mengubah,
apa yang tidak kita suka dan ingin membuang pembuat
ketidak-nyamanan hidup.
Lantas kita merengek-rajuk pada Roh Suci,
yang bertahta di singgasana arsy, langit ke tujuh.Bagaimana
ia datang?
Tapi sampeyan kudu bisa membacanya.
Lho. Kalau tidak, maka wangsit akan diberikan pada orang
lain,
yang- mungkin persis menjalani pemikiran yang sama,
saat menjalani peristiwa kejadian pada tatanan sosial
berujung sengsara,
bila wangsit itu tak diberikan.
Berat lho, suasana jiwa saat menerima wangsit itu.
Kenapa?, Itu hal yang tidak biasa, bung!
Tidak dalam kondisi kesadaran normal. Ini yang susah.
Jangan jangan kita berfikir diri kita ini,
dalam suasana
terselimuti halusinasi atau gila kerena beban kehidupan.
Wangsit datang dalam suasana
ghoib?
Ya, betul. Ghoib yang diluar
nalar itu,
bisa membuat kita bertanya tanya
tak berkesudahan.
Kok bisa? Kita sering mengalami
keghoiban kecil, bukan?
lihatlah seorang bayi yang
selamat dari ajal,
saat tertimbun ber-ton ton
gempalan dinding gedung karena roboh-gempa,
kita pernah lihat sebuah surau
selamat tegak berdiri dari luapan tsunami,
kita pernah luput dari
kecelakaan pesawat terbang,
karena tiba tiba membatalkan
keberangkatan dengan pesawat naas itu?
Ya, itu keghoiban, keanehan
karena di luar nalar.
Biarlah orang bilang, itu
peristiwa kebetulan.
Toh, suasana itu membuat sedikit
perasaan kita,
merasa nyaman karena
terselamatkan. Apakah mata bisa menipu?
Tidak bisa. Peristiwa sulap itu
peristiwa benar,
artinya telur itu tidak hilang,
tapi terselimurkan dari pandangan kita,
baik karena dipindah-tangankan
atau tertutupi tabir,
yang lepas dari pengamatan kita.
Hanya saja tangkapan dua-mata
diperdayai,
tak secepat gerakan tangan. Dan
itu keahlian-kelatihan,
bukan ke-ghoiban. Wangsit itu
datangnya berkali kali.
Pertama, kita merasa aneh dan
berpikir, apa itu? apa ini? Mengapa?.
Lalu saat kita lelah-capek
memikirkannya, maka wangsit itu datang lagi dan mengingatkan lagi bahwa kita
telah berhasil meminta petunjuk,
pada Roh Suci, roh Tuhan yang
berkuasa atas jagad raya.
&&&
Sabtu, 29 November 2014
Pitutur #17 (Apa itu mabuk/sakit?)
"Makanlah dan minumlah apa apa
yang kamu suka di muka bumi ini,
asal tidak berlebihan atau membahayakan diri sendiri atau orang lain
sehingga sampai mabuk atau menderita sakit.
Jadi yang dilarang adalah mabuknya atau sakitnya,
bukan barang/materialnya.
Bila kamu makan durian lalu mabuk (mual,muntah,pusing,alergi)
maka durian itu haram bagimu.
Seseorang dikategorikan mabuk,
bila orang tersebut tak mampu berdiri tegak dan berjalan normal
bila ditopang oleh kedua kakinya".
Hidup ini adalah masalah. Masalah yang timbul oleh kehidupan ini sudah barang tentu ada alternatip solusinya. Jikalau solusi itu tak bisa memuaskan semua pihak, itu wajar karena orang beda beda isi kepalanya. Bersabarlah dalam mencari jawaban yang solutip atas masalah hidup yang serba komplek di era milenial ini. Senantiasa berusaha berkepala dingin, sebab marah tidaklah merupakan solusi yang bijak, jadi jangan tunjukkan kemarahan didepan orang banyak, sebab dikawatirkan bisa melukai perasaan orang lain.
$$$
Selasa, 18 November 2014
Pitutur #16 (Apa Itu Hidup?)
Bukankah kita lahir di dunia ini, tidak meminta?
Dan ternyata kita tak bisa menolak kelahiran itu.
Dan ternyata mempertahankan kehidupan tidaklah mudah.
Kita harus makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.
Tak sanggup kita untuk menahan lapar terus menerus. Kadang kita juga tak selamanya sehat, kalau sakit kita tentu harus berobat ke dokter.
Dan ternyata kita tak sendirian hidup di dunia fana ini.
Kita harus pandai pandai bergaul dan bersikap
agar kita mendapatkan banyak teman/sahabat untuk hidup.
Barangkali teman/sahabat kita itu bisa membantu bila kita berada dalam kesulitan.
Bila kita tidak menanam sendiri hasil tetumbuhan
untuk kebutuhan nutrisi kita. Kita harus beli di pasar dan butuh uang belanja.
Untuk menanggulangi biaya hidup, kita musti harus bekerja, yang halal tentunya.
Semoga sampeyan diberi sifat sabar, hati hati dan hemat. Itulah jalan sukses
dalam menempuh kehidupan dunia yang fana ini. Selamat menikmati hidup. Jangan lupa berdo'a pada sing nggawe urip agar kita selalu pada jalur jalan lurus dan benar.
$$$
$$$
Sabtu, 15 November 2014
Apakah Padepokan Itu?
Padepokan adalah tempat untuk menuntut ilmu. Dalam padepokan
terjadi interaksi belajar mengajar antara Guru dan Murid. Murid dituntut untuk
mampu menguasai isi kitab yang diajarkan oleh Guru. Guru memiliki kekuasaan
untuk menilai kemampuan empiris, kesemaptaan fisik, tingkat kepiawaian
berkesenian serta “mengukur” budi
pekerti/prilaku sang Murid untuk
dilaporkan pada wali murid/orang tua. Dalam padepokan tingkat kepandaian Murid
diperingkatkan, karena aksi ini, maka terjadi persaingan antar Murid untuk
menjadi yang terbaik atau rangking satu di tingkat kelas, bila berhasil menjadi
yang terbaik di tingkat sekolahan, maka ia akan mendapat predikat sebagai
bintang pelajar. Secara berkala Murid yang terpandai akan diadu cerdas cermat
atau cerdas tangkas dengan padepokan lain untuk mengukur tingkat keberhasilan
suatu padepokan dalam berperan sebagai wadah pendidikan bagi para penuntut ilmu
didalamnya. Sebagai fasilitator pendidikan rakyat, pemerintah wajib menyelenggarakan ujian tingkat nasional,
yang berlaku bagi seluruh murid di negara itu agar mampu menjadi tolok ukur
tingkat keberhasilan dan pemerataan beban pendidikan yang sudah digariskan
dalam suatu kurikulum pendidikan. Pemerintah juga wajib memperbaiki
fasilitas/sarana pendidikan padepokan bila diperlukan.
Jenjang pendidikan yang sudah dijalani oleh Ki Ageng Salam.
- Pendidikan Tingkat Dasar :
SD Negeri Kedurus V Surabaya anatara
tahun 1970-1976
Siapakah
Guru padepokan yang paling berkesan dalam kelangsungan belajar ini?
Bu Karti : “Guru kelas 1,
disiplin dan tegas, suka melantangkan suara, kalau murid gagal melakukan tugas,
maka murid akan di “res” atau dihukum untuk berdiri didepan kelas. Bila ada
murid bercanda saat beliau berbicara mengajar dalam kelas, maka tak segan segan
untuk melemparkan penghapus papan tulis ke arah murid. Perintah yang selalu di
ucapkan menjelang bel pelajaran berakhir adalah “anteng antengan sopo sing
anteng mulih dhisik” atau “siapa yang paling tenang duduknya akan pulang lebih
dulu”, maka murid akan dipanggil satu persatu untuk pulang.
Bu Msar*fah : “Guru agama Islam,
cantik, berkebaya seksi bila mengajar, hatiku slalu bergetar bila melihat
beliau berjalan pulang keluar kelas”
Pak Khud*ri : “Guru yang
menghukum muridnya dengan menarik angkat rambut jambang murid bila melakukan
kesalahan.
Pak Koh*r : “Guru yang bikin saya
bingung karena melontarkan pertanyaan apa beda patung dan monumen?”
Pak T*jo : “Guru paling sabar dan
telaten dalam menanggapi kenakalan murid, rasanya pingin nangis bila mengenang
guru yang satu ini, karena mirip papaku”
Pak Pr*yit : “Guru yang paling
keras dalam mendidik para murid. Ketika saya ketahuan berkelahi dengan teman,
lalu dipanggilah kami berdua untuk diadu di ruang guru. Saya diberi sapu dan
temanku diberi sepotong kayu hiasan didinding sebagai senjata.”Ayo sekarang
kamu lanjukan kelahi aku yang jadi wasitnya” kata beliau sambil berkacak
pinggang. Kami tertegun dan merasa menyesal.
- Tingkat Pendidikan Menengah Pertama :
SMP Negeri Taman – Sidoarjo, antara tahun
1976 – 1979
Kegiatan ekskul : Unit Baca Puisi
.
- Tingkat Pendidkan Menengah Atas :
SMA Negeri 4 Surabaya, antara
tahun 1979 –1982
Kegiatan ekskul : Unit Teater
Rakyat SMAN 4
- Tingkat Pendidakan Tinggi :
Institut Teknologi Bandung (ITB),
Jurusan Teknik Perminyakan, antara tahun 1982 - 1990
Kegiatan ekskul : Unit Ludruk
ITB/Paguyuban Seni Budaya Jawa Timuran, sebagai ”founding father” atau pendiri
bersama 22 teman lain (dijadikan patokan pendirian, saat pemain plus penyokong plus supporter) tampil pada perayaan Lustrum V Jurusan Teknik Eletro ITB dengan lakon "SAKERAH" di sebuah gedung pertemuan tentara di Jl. Purnawarman 42 Bandung, tahun 1982) dari wilayah Jawa Timur. Meraih jabatan sebagai
wakil ketua unit tahun 1985-1988.
Sabtu, 08 November 2014
Pitutur #15 (Apa itu bercinta?)
BERCINTALAH DENGAN SEHAT :
- Tidak membawa/menyebarkan penyakit
- Tidak menjadi beban pikiran
- Tidak bermasalah
- Tidak berisiko
$$$
Langganan:
Postingan (Atom)





