Jumat, 17 Mei 2013

Pitutur #9 (Apa itu benteng iman?)


"Carilah segera petunjuk cahaya Tuhan, bentengilah jalan hidupmu dengannya. Hidup didunia modern yang berisi populasi manusia yang terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga suasana hidup menjadi sumpek, penuh sesak dengan banyaknya risiko dan persaingan hidup dapat menyebabkan menipisnya iman karena tuntutan kebutuhan hidup yang terus meningkat.Bentengi jalan hidupmu dengan sabar dan tawakal. Semoga hidupmu selamat dan bahagia, senantiasa dalam lindungan Tuhan"

Jumat, 03 Mei 2013

Apakah Nafsu Itu?




Terdapat 8 nafsu manusia menurut ajaran Budhiroso. Nafsu nafsu ini akan menggerakkan seorang manusia dalam menjalani laku hidup di dunia. Ke-8 nafsu itu adalah :
                                                                                                       
   1. Nafsu Setan/Amarah :Tabiatnya suka merusak, pusatnya ada di hati
Bila hati sedang panas, duduklah. Besarkan rongga dada anda. Pompakan udara bersih ke jantung anda. Lalu sebut nama Tuhan, Eling! Niscaya akan reda amarahnya.
  1.  Nafsu  Birahi/Lobido :Tabiatnya suka bersetubuh, pusatnya di alat kelamin.Bila nafsu ini yang menggerakkanmu, berhati-hatilah, ia akan dapat menuntunmu ke lembah penderitaan. Berpuasalah, untuk mengendorkannya atau salurkan dengan benar.
  1. Nafsu Pribadi/Ego :Tabiatnya suka mengambil, pusatnya di tangan.Apakah kau selalu ingin berada di puncak? Bila ya, maka itu ego yang baik, tentu bila diiringin dengan sikap yang benar-fair-adil. Tidak ada salahnya menjadi yang terbaik, tapi tentu dengan jalan yang fair, bukan?.
  1. Nafsu Malaikat :Tabiatnya suka menolong, pusatnya di otakKreasi putih-mu yang kau hidangkan pada dan untuk kepentingan sesama itu anugerah Ilahi. Perbuatan bersih, tanpa noda selalu akan mendatangkan manfaat buata diri dan sesama.
  1. Nafsu Hewani/Binatang : Tabiatnya suka makan, pusatnya di perut: “Weteng panggon kuburan”, itu artinya “perut merupakan cikal bakal kematian”, artinya waspadalah apa yang kau makan atau masukkan melalui mulutmu. Semuanya akan diterima perut dan diproses dengan jalur yang sama. Makan banyak bisa menyesakkan, bukan? maka waspadailah jenis makanan-minuman-mu.
  1. Nafsu Kudus :Tabiatnya suka menyendiri, pusatnya di jantung. Kalau kau sedang suntuk, butuh kesendirian-penyepian. Kalau kau sedang berproses akan mencipta, maka kau butuh perenungan dan menghindari kebisingan. Kau tak ingin diganggu, agar deras aliran cipta-karsa bisa tertampung tanpa tumpah. Sesekali menyendirilah, evaluasi langkah hidup yeng telah kau tempuh, barangkali perlu pembenahan disana-sini..
  1. Nafsu Sosial: Tabiatnya suka berkumpul, pusatnya di mulut. “Opo wot ogal agil kuwi? Apa titian yang selalu bergerak itu? ia adalah lidah. Karena lidah kau banyak teman, dan karena lidah pula kau dijauhi dalam pergaulan. Hati-hati dengan lidah-mulutmu!
  1. Nafsu Langlang : Tabiatnya suka bepergian, pusatnya ada di kaki. Bisakah kau berdiam diri seharian dalam kamar? Bisa, kalau sedang mengurung diri karena tak ingin bertemu dengan pribadi lain. Setelah itu, kemana? Tentu kau akan melangkahkan kakimu, kemana kau suka. Ke punvak gunung tertinggi, ke tebing ter-ngeri, ke gedung tertinggi atau ke lembah lautan terdalam, ke padang terluas atau ke taman ter-indah. Semua ingin kau laku-taklukkan bukan, sebab diam itu artinya menjenuhkan, membosankan, maka bergeraklah!
$$$

Apakah Falsafah Cangkul itu?


Filsafat Pacul, Wejangan Sunan Kalijaga pada Ki Ageng Sela

 

DALAM ngelmu, seseorang dituntut untuk menggunakan pikirannya untuk membaca dan memahami apa-apa yang ada di sekelilingnya. Ketika seseorang meguru atau berguru pada orang yang sudah mumpuni dalam hal ilmu rasa, maka dia harus 'menggerakkan' otaknya untuk memahami apa yang ada di alam semesta ini. Artinya, alam semesta ini 'dibaca' dan diartikan sendiri apa yang menjadi makna sejatinya.

Ki Ageng Sela yang kondang namanya lantaran mampu menangkap petir pun pernah berguru pada Kanjeng Sunan Kalijaga. Salah satu wejangan dari Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela adalah tentang Pacul. Ketika itu Kanjeng Sunan Kalijaga menyuruh Ki Ageng Sela untuk 'membaca' Pacul.
 
Pacul atau cangkul adalah salah satu alat yang merupakan senjata para petani. Senjata ini digunakan para petani untuk mengolah lahan pertanian. Tampaknya memang sederhana, Pacul. Tapi makna yang terkandung di dalamnya sangatlah tinggi.

Dari wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga terhadap Ki Ageng Sela, Pacul atau cangkul itu terdiri dari 3 bagian. Ketiga bagian tersebut adalah: Pacul (bagian yang tajam untuk mengolah lahan pertanian), Bawak (lingkaran tempat batang doran), dan Doran (batang kayu untuk pegangan cangkul). Menurut wejangan Kanjeng Sunan Kalijaga, sebuah pacul yang lengkap, tidak akan dapat berdiri sendiri-sendiri. Ketiga bagian tersebut harus bersatu untuk dapat digunakan oleh petani. Apa sebenarnya arti dari Pacul, Bawak dan Doran itu?

* Pacul. Memiliki arti "ngipatake barang kang muncul"
  Artinya, menyingkirkan bagian yang mendugul atau bagian yang tidak rata. Dari alat Pacul tersebut setidaknya bisa diartikan bahwa kita manusia ini harus selalu berbuat baik dengan menyingkirkan sifat-sifat yang tidak rata, seperti ego yang berlebih, cepat marah, mau menang sendiri dan sifat-sifat jelek kita lainnya yang dikatakan 'tidak rata'.

* Bawak. Memiliki arti "obahing awak".
  Arti obahing awak adalah gerak tubuh. Maksudnya, kita manusia hidup ini diwajibkan untuk berikhtiar mencari rezeki dari Gusti ALLAH guna memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, arti ikhtiar tersebut juga bukan hanya berarti mencari rezeki semata, tetapi juga ikhtiar untuk senantiasa "manembah Gusti ALLAH tan kendhat Rino Kelawan Wengi" (menyembah Gusti ALLAH siang maupun malam).

* Doran. Memiliki arti "Dongo marang Pengeran" ada juga yang mengartikan "Ojo Adoh Marang Pengeran". Arti "Dongo Marang Pengeran" adalah doa yang dipanjatkan pada Gusti ALLAH. Pengeran berasal dari kata GUSTI ALLAH kang dingengeri (Gusti ALLAH yang diikuti). Sedangkan "Ojo Adoh Marang Pengeran" memiliki arti janganlah kita manusia ini menjauhi Gusti ALLAH. Manusia harus senantiasa wajib ingat dan menyembah Gusti ALLAH, bukan menyembah yang lain.

Ketiga bagian Pacul tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau digabung, maka ketiganya memiliki arti, manusia hendaknya mampu menyingkirkan sifat-sifat buruknya, berikhtiar untuk mencari rezeki Gusti ALLAH dan tidak melupakan untuk selalu berdoa dan menyembah Gusti ALLAH. Bukankah kini kita mengetahui bahwa benda Pacul itu memiliki nilai filsafat yang tinggi?(*)
(Sumber : Kejawen)

Apakah Alam enam itu?

Budhiroso membagi alam “kehidupan” menjadi 6 alam, yaitu:

1.Alam Roh Suci
Yaitu alam yang dihuni Tuhan Allah. Sendirilah Dia Yang Maha Agung. Alam ini hanya bisa dikenali setelah manusia melakukan tapa brata /meditasi /samadhi/sholat. Alam ini sunyi, sepi nyenyet, tak ada suara, tak ada gerak, tak ada karsa dan bening laksana sinar mata kucing di malam hari.

2.Alam Kandung
Yaitu alam yang menempati ruang kandungan seorang ibu. Lamanya 9 bulan 10 hari untuk rata rata manusia normal. Dalam alam ini seorang bakal     manusia mampu merespon sebuah rangsangan batin dan lahir. Rangsangan batin yang diberikan oleh perasaan si ibu yang mengandung (perasaan suka atau sedih seorang ibu mampu mempengaruhi jiwa bakal bayi) dan rangsangan gerak yaitu tatkala dinding perut ibu diusik. Sebuah janin bayi yang telah mendapat tiupan Roh Allah akan membalas rangsangan gerak yang diberikan pada dinding perut ibu berupa sebuah pukulan atau tendangan.

3.Alam Jagad/Nyata :
Yaitu alam yang menempati ruang dalam jagad. Disini seorang bayi akan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungannya. Lamanya hidup di alam jagad bervariasi untuk tiap tiap manusia. Tergantung kemampunanya menjaga kondisi fisik jiwa si empunya tubuh agar selalu prima. Disini badan manusia akan merasakan sakit dan sehat,

4.Alam Halus
Yaitu alam tidak kasat mata atau tak tampak (tapi kadang bisa menampakkan diri dalam kasus kasus tertentu). Yang menempati ruang ini adalah jin, setan , iblis dan malaikat atau dewa dewa..

5.Alam Kubur
Yaitu alam yang menempati ruang penantian setelah seseorang dinyatakan mati secara fisik atau biologi atau “kamar tunggu” sebelum turunnya hari kiamat atau berhentinya sang waktu. Alam ini dihuni binatang dan manusia dan tumbuhan. Di alam ini kita akan berkumpul dengan sanak sadulur menanti hari perhitungan dosa.

6.Alam Akhirot :
 Yaitu alam yang menempati “ruang” disamping Allah, setelah manusia mendapatkan keadilan Tuhan. Setelah diadili, “manusia” akan menempati alam putih/sorga yaitu kenikmatan batin disisi Allah bagi yang berhasil mengeluarkan dirinya berupa seakan akan “kupu kupu yang indah yang melepaskan diri dari ulat yang buruk”dan alam hitam berupa “siksa Allah” bagi manusia yang banyak dosa atau perilaku buruk selagi hidup di alam Jagad atau di ibaratkan sebagai “kepompong yang gagal menjadi kupu kupu yang indah”.
$$$

Rabu, 24 April 2013

Pitutur #8 (Apa iti meditasi?)

"Meditasi adalah salah satu jalan untuk menyadari apa itu proses kehidupan yang sedang berjalan. Ia laksana tetesan rintik air hujan di musim kemarau. Manusia modern yang gaul dalam menjalani persaingan kehidupan di masyarakat dan tidak menarik diri dari lingkungan sosial, akan selalu membutuhkan alam penyegaran dan relaksasi perasaan dan pikiran. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan aktifitas meditasi. Meditasilah sekarang juga agar segera mendapatkan kesegaran badan dan ketenangan batin sehingga  kekuatan spiritual meningkat."

Senin, 22 April 2013

Pitutur #7 (Apa itu bumi hijau?)

" Tahukan anda bahwa kiamat telah mulai datang membayang dipelupuk mata secara perlahan karena pemanasan global. Semua itu bisa terjadi karena eksploitasi sumber daya alam yang tak terkendali. Proses menyampahan terus meningkat sebagai hasil tumpahan limbah industri. Segera gunakan bahan daur ulang untuk bahan mentah industri anda, agar sampah bermanfaat. Sungguh, ini akan mengurangi laju pemanasan global. Bumi harus dirawat agar lestari, hentikan eksploitasi besar besaran pada satu bumi kita. Segera hijaukan planet bumi!"

Pitutur #6 Apa itu energi terbarukan?)

"Hentikan segera penggunaan energi fossil. Ganti segera energi fossil dengan energi terbaruan baik dengan bioenergi, energi angin atau energi surya . Eksploitasi energi fossil hanya akan menyebabkan perubahan fisik material perut bumi dan ini akan menyebabkan gempa bumi di masa mendatang"