Jumat, 28 Juni 2013

Apakah Indonesia itu?

1. Guru, apakah Indonesia itu?

-          Indonesia adalah sebuah negara demokrasi berbentuk kepulauan terbesar didunia (kira kira memiliki 17504 pulau besar dan kecil, baik sudah bernama atau belum, salah satu pulau-nya bernama Pulau Bali, yang pernah ditetapkan menjadi daerah tujuan wisata terbaik di dunia) yang merupakan negeri tropis di belahan Asia Tenggara dan dilintasi garis katulistiwa sehingga banyak memiliki jenis keanekaragaman hayati. 66% wilayahnya merupakan wilayah perairan laut dan 34% merupakan daratan dengan kitaran gunung berapi, sehingga negeri ini sering disebut Ring of Fire. Indonesia telah merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 lepas dari kolonisasi Kerajaan Belanda dengan perjuangan revolusi fisik dan diplomasi. Presiden pertama negara Indonesia adalah Ir. Soekarno (dari kalangan sipil) dan saat ini (2013) dijabat oleh Soesilo Bambang Yoedoyono (dari kalangan militer) yang merupakan presiden ke-6. Dengan jumlah penduduk 250 jiwa (2013) dan dengan memili angka fertilitas total (TFR) sebesar 2,6 (2013), maka diproyeksikan jumlah penduduk akan bertambah menjadi sebesar 281,5 juta jiwa pada tahun 2025 dan 330 juta jiwa pada tahun 2050. Penduduk Indonesia tediri dari bermacam  etnis 1340 dan 546 bahasa. Untuk menjaga keharmonisan hidup bernegara Indonesia menggunakan jargon “Bhineka Tunggal Ika” atau “Berbeda Tetapi Tetap Satu” pada sebuah lambang negara yang bernama Garuda Pancasila (five pillars eagle). Ibukota Indonesia adalah kota Jakarta (atau Batavia pada jaman kolonialisasi Belanda). Indonesia  pernah  disebut “American Asia”, karena negara ini bersifat sebagai negara terbuka..
.
  1. Guru,  apa yang bisa diharapkan dari negara Indonesia?
Menurut perkiraan berdasarkan fakta riil, maka terdapat 5 kemampuan negara Indonesia yaitu :
a   Indonesia mampu menjadi penghasil ikan/produk laut terbesar didunia.
b. Indonesia mampu menjadi penghasil obat herbal dan produk pertanian  terbesar didunia.
c.   Indonesia mampu menjadi contoh dunia untuk kerukunan hidup bertoleransi
    dalam hal kepercayaan dan agama.
d.   Indonesia mampu menjadi raksasa olahraga ke-2 terbesar se-Asia setelah China.
e.  Indonesia mampu menghasilkan barang barang dan pertunjukan budaya terbesar didunia.

  1. Guru, apa hambatan atau kendala  yang dihadapi Indonesia untuk menjadi negara besar, kuat dan makmur?
a.       Sebagai negara bebas informasi global atau negara yang tak menutup wilayahnya dari pancaran siaran media sosial (televisi dan internet), maka akan terjadi banjir informasi, maka bila falsafah Garuda Pancasila tak dipahami rakyat dengan baik dan benar, maka akan timbul kecemburuan sosial, bila kemakmuran rakyat tak segera terwujud. Mereka akan merasa bisa berdiri sendiri atau berusaha melepaskan diri karena tergoda oleh pengaruh asing. Apalagi dengan wilayah yang terdiri dari kepulauan, infiltrasi asing gampang masuk melalui lautan.

b.      Jumlah penduduk miskin dan terbelakang dalam pendidikan masih banyak, sehingga dapat menimbulkan kecemburuan sosail bila pemerataan hasil hasil pembangunan tak tercapai. Dalam kondisi seperti ini, maka program keluarga berencana harus terus ditingkatkan mutunya. Belanja negara untuk pendidikan, kesehatan dan ketersediaan pangan merupakan tantangan yang harus diutamakan. Disamping itu perlu juga dikampanyekan hidup dengan hemat energi.
 
c. Kondisi geografi yang berupa pulau pulau merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk memakmurkan wilayah perbatasan agar dapat berfungsi sebagai sabuk pengaman bila terjadi infiltrasi asing. Pemekaran wilayah pemerintahan akan terus digagas seiring dengan semangat otonomi daerah untuk mengikut sertakan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dalam era keterbukaan dan demokrasi.  

d. Maraknya kasus korupsi yang melibatkan para pemimpinnya.

e. Kelompok eksklusif-negatip yang marak pertumbuhannya yang berkedok alam demokrasi  atau kebebasan mengeluarkan pendapat (misalkan :  kelompok anti dialog, kelompok yang suka membuat onar/anarkhi, kelompok anti kemapanan dll)

  1. Guru, bagaimana dengan keterbatasan sumber energi masa depan Indonesia?
- Kalian tidak perlu kawatir bila suatu saat potensi sumber daya enerji fosil telah habis, maka diharapkan para teknokrat kita sudah siap dengan cadangan energi terbarukan yaiti energi panas bumi, energi surya, energi angin dan energi gelombang laut. Jangan terkejut bila suatu saat nanti terdapat satu kompor tenaga surya yang akan memenuhi kebutuhan rumah tangga (misalkan merebus air bergantian) dalam lingkup wilayah RT (kira kira 30 kepala keluarga di pulau Jawa) . Sekaranglah saatnya rakyat Indonesia mulai meninggalkan ketergantungan pada energi fosil dan pelahan lahan mencoba berinovasi menggunakan energi terbarukan itu.

5. Guru, bagaimana cara mengatasi kemacetan di Jakarta dan kota kota lainnya?

- Gampang sekali, seperti membalikkan telapak tangan jika mau. Perlu kau ketahui hampir semua instansi memulai jam kerja jam 8 pagi dan pulang jam 4 sore, maka terang saja akan terjadi penumpukan kendaraan di jalanan sekitar jam 7-8 pagi yaitu saat berangkat  dan saat pulang jam 4-5 sore. Sekarang pemakaian jalan raya dibagi pada pagi hari, yaitu :
a. Semua pegawai di lingkungan departemen keuangan jam buka kantor atau jam kerja diubah menjadi jam 9 pagi lalu pulangnya diundur 1 jam menjadi jam 5 sore.
b. Demikian juga untuk departemen lain tidak boleh jam 8 semua, tetapi ada yang jam kantornya jam 7 atau jam 10, lalu pulangnya diajukan menjadi jam 3 atau jam 6 maka dijamin Jakarta mengurangi kemacetan karena penumpukan. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar