Jumat, 26 Agustus 2011

Apa Itu Nyisir?


Nyisir berasal dari kata sisir (alat untuk merapikan rambut). Nyisir secara singkat dapat diartikan merapikan sesuatu yang pabaliut/tak karuan. Kalau anda punya masalah yang tidak bisa diselesaikan segera, maka tunda barang beberapa menit, lalu kerjakan sesuatu yang lain dengan Nyisir. Nyisir akan mengendorkan ketegangan dan membangkitkan spirit baru untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih berat. Pekerjaan Nyisir misalnya :

  1. Mengangkat sampah dari got/slokan, nilainya 90 skala 100
  2. Mengairi (mengocori air) pot bunga/tanaman di halaman, nilainya 80
  3. Menyiangi rumput liar di halaman sehingga nampak rapi dan bersih, 70
  4. Pergi ke salon/babershop, 70
  5. Mencoba resep masakan, 70
  6. Curhat, 80
  7. Petan/Cari kutu kutu rambut, 80                                                                               Suntuk memang akan menekan perasaan kita, manakala jenuh-yang hitam dan pekat sudah melingkupi pikiran kita, capek dan bosan akan merambati jiwa. Lelah dan ngilu terasa dsekujur jasad-badanmu oleh kerja rutin kehidupan. Apa yang harus engkau lakaukan, Bung! Nyisirlah. Pandang rerumputan liar di halaman-tepi jalan rumahmu, cabutilah! Lihat hasilnya terang-padang-bersih-nyaman bukan? ya, itu memang pekerjaan kecil, tapi jangan diremehkan sebab nyisir akan melenyapkan kerak jiwa yang lelah-rapuh. Pekerjaan besar yang menghadang laju-hari kehidupan kita, memang harus kita selesaikan, tapi tak bisa sembarangan, bukan? apalagi bila pekerjaan besar itu akan menentukan karir atau masa depan kita. Kita butuh suasana yang tenang dan hikmat, teliti ngastiti-ati-ati dalam mencari solusi tugas-pekerjaan besar. Coba rehat sejenak, nyisirlah, patutlah dirimu agar cantik-tampan, kau perlu mematut diri untuk merapikan tata-letak-model rambutmu, pergilah ke salon, setelah itu coba amati tampilanmu yang baru, amat mengesankan, bukan? Nyisir itu pekerjaan kecil, sepele memang, tapi amat memberikan suasana batin yang segar-lapang-nyaman, lalu siapkan dirimu setelahnya untuk mencari solusi masalahmu yang lebih besar atau yang paling besar, rehatlah sejenak. Nyisirlah di halaman, agar saluran pembuangan sampah cair di rumahmu mengalir lancar, selancar aliran hawa putih jiwa-semangatmu, sebagai bekal untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih besar. Nyisirlah, amati persoalan kecil disekelilingmu, selesaikanlah, untuk mencari hawa sejuk, sebagai bekal untuk menyelesaikan persoalan utama. Selamat nyisir!

Senin, 15 Agustus 2011

Apa Itu Ngobor?

Ngobor adalah aksi mensunyikan diri/menyepi/menyendiri lalu melakukan aktifitas olah tubuh baik dengan berdiri atau duduk. Ngobor biasanya dilakukan malam hari saat semua orang sedang pada pergi tidur. Olah tubuh itu misalkan berdiri di pinggir sawah/di halaman lalu menggerakkan kedua telapak tangan seperti hendak menangkap angin atau mengumpulkan awan lalu membentuknya menjadi bulatan atau bisa juga dengan membayangkan tubuh seperti pohon tinggi yang tertiup angin, ikutilah dengan lembut arah angin yang menerpa tubuh anda, . Ngobor dengan dua telapak tangan dapat dikatakan  berhasil, bila terjadi bulatan energi yang menggumpal digenggaman kedua belah tangan anda. Ngobor berguna untuk menangkap/menghimpun aliran energi positip kedalam tubuh, sehingga terjadi relaksasi. Ngobor berasal dari kata obor, yang bila kehabisan aliran bahan bakar, maka untuk menyalakan lagi dengan lebih terang, maka obor harus dijungkir ke tanah untuk mengisi minyak bakar.


Apakah kebebasan itu? ialah keleluasaan untuk membiarkan karsa-karep atau perilaku. Kebebasan selalu dihadang dengan batas, agar kita selalu dalam kewarasan, agar kita tak terjerumus dalam keliaran laku pebuatan-gila itu namanya. Bung, kita hidup didunia yang penuh dengan pagar etika-tata krama dan unggah-ungguh, kebebasan lepas landas tanpa batas untuk mencari kesenangan hidup, itu mustahil dan jangan sampai terjebak suatu adagium bahwa dunia ini adalah sorga, sehingga kesenangan mutlak disalurkan tanpa rintangan pembatas. Kalau kita merasa hidup terbelenggu, maka perasaan kita jadi tertekan-membisu. Obatnya adalah ngobor. Ia adalah upacara ritual dengan gerak tangan bebas, sambil duduk bersila. Gerakkan tanganmu mengikuti irama hati, tangan menari atau menarik, itu tak masalah asal jarak lenggah-duduk diatur sedemikian rupa hingga tangan-posisi tetangga yang duduk disebelahmu tidak berinteraksi-tabrakan. Coba gerakkan tanganmu ikuti irama angin-bertiup, selembut apapun, tangkaplah angin itu, ikuti kemana ia pergi dan mengalir kemudian tirukan, boleh juga disertai dengan hembusan nafas, yang terdengar dalam suara hati, suara jiwa dan rohmu akan mengalir mengitari ragamu bukan? Ngobor adalah penciptaan kebebasan untuk bergerak-bersuara hati-rasa-wening. Lakukanlah sehabis bangun tidur, 5 menit tanpa henti, atau bersama-sama dalam sanggar. Niscaya akan kau dapatkan cahaya-tubuhmu akan menyala menembus batas kebelengguan dan kejenuhan.


Kamis, 04 Agustus 2011

Apa Itu Barikan?

Barikan adalah makan bersama yang dilakukan ditempat terbuka, biasanya di halaman. Dalam acara Barikan, tumpeng dibagi dalam wadah daun pisang lalu makan bersama sama. Barikan bertujuan untuk merukunkan, mengakrabkan, membina perasaan bersatu/guyub dalam kelompok. Barikan bisa juga berfungsi untuk mendamaikan kelompok yang bertikai.
Berkumpul bersama sudah menjadi perilaku manusia. Ketika merasa bahwa sepi itu adalah neraka. Siapa yang butuh kesepian? Tak banyak orang yang butuh kesepian, kecuali bagi mereka yang sedang tafakkur dalam pencarian, baik mencari sepi untuk menemukan solusi atau mencari sepi untuk menghindari stress dan kejenuhan, karena keramaian dipandang sudah terlalu membisingkan. Kebersamaan bisa dilarutkan bersama sembari bernyanyi, makan-makan atau sekedar mengumbar obrolan. Berkumpul bersama sembari makan disebut barikan. Itu upacara sakral, Bung! Bisa dilakukan untuk merukunkan kabilah yang sedang bertikai atau mencari solusi untuk mengatasi masalah – juga merupakan tindakan rasa bersyukur sembari memperingati hari yang dihormati, atau hari hari penting. Dengan barikan semua individu akan larut dalam satu rasa, baik rasa dilidah oleh sajian masakan, hidangan itu atau rasa bersatu atas kehadirannya disitu. Sesibuk apa sih barikan itu? ya yentu akan menciptakan kesibukan. Ibu-ibu akan menyiapkan masakan untuk makan besar, para bapak akan meyiapkan alas-tikar untuk beratu dalam lingkaran memanjang, yang bisa saja memakan ruas jalan atau sebidang luasan di halaman. Do’a-pun dipanjatkan oleh sesepuh desa atau kelompok, lalu tudung makanan beraeka warna dibuka, dan mulailah menyantap hidangan itu dengan kidmat dan penuh selera. Setelah tandas habis, maka hajatpun terhelat sudah. Rasa guyub dan ayom-ayem akan melingkupi setiap peserta yang hadir. Selamat barikan-selamat makan-makan. Teruslah bersatu, tolaklah untuk diadu. Selamat!  
$$$

Apa Itu Momong?


















Momong adalah kegiatan mengasuh anak usia 1-5 tahun, biasanya dengan menggendong. Dengan momong terjadi transfer aura tubuh atau energi positip karena terjadi kontak antara anak dan ibu/orang yang lebih tua. Dengan momong, maka sifat kemanusiaan anak akan meningkat, disamping rasa bersatu, rasa kasih, rasa melindungi dan rasa membela/mengayomi. Momong bisa juga hanya dengan mengawasi anak yang sedang bermain.

Siapakah gembalamu?
Dalam kebingungan dan ketidak-tahuan memang diperlukan gembala.
Ia akan mengajak kita untuk selalu berada pada track-record yang benar, bukan?
Itu bukan berarti suatu bentuk kekangan pada kebebasan pribadi, tapi semata mata agar kita tidak ingin celaka dan salah arah. Para gembala akan mengasuh kita, mengawasi gerak-gerik kita dan memberitahukan pada kita kalau kita tak boleh meneruskan perjalanan karena didepan ada lubang atau halangan. Lantas siapa yang menggaji para gembala itu? kok demikian susah payah mereka menuntun kita? Orang bilang itu suatu panggilan jiwa atau semacam kewajiban. Siapakah gembala yang baik itu? ibu kita, guru kita atau kakak kita? Atau Tuhan kita? Mereka berkepentingan agar kita bisa tumbuh menjadi dewasa dengan benar, dengan kehadiran mereka, kita akan selalu berada di padang asuhan yang nyaman-aman dan menyenangkan, karena sudah merupakan jatah kita, kewajiban merekalah agar kita memperoleh padang gembalaan, baik karena pertalian darah, tugas-profesi atau panggilan pribadi. Jadi mereka – para gembala itu akan merasa berdosa bila membiarkan kita untuk tersesat atau terperosok pada lubang kesulitan dan penderitaan. Konon, Tuhan-lah yang paling bertanggung jawab atas hambanya untuk tak terbiarkan sesat menerus, maka Tuhan kirimkan para utusan itu, para nabi dengan petunjuk, larangan dan hukuman. Tujuannya tentu agar kita-manusia menjadi insan kamil, manusia bijak berperi kehidupan sosial yang baik. Tuhan sudah berjanji bahwa pada setiap umat akan ia kirimkan seorang gembala – messiah, yang berfungsi sebagi penuntun dan pemegang amanat. Aji saka untuk gembalakan orang Jawa, Kong Fu Tse untuk gembalakan orang China, Musa untuk orang Yahudi dan masih banyak lagi. Mereka adalah orang orang terpilih pada jamannya, untuk gembalakan atau momong umatnya. Mereka akan didatangkan bila ayah-ibumu sudah tak mampu gembalakan engkau lagi, seperti saat para ayah kaum Quraish-Arab membunuhi bayi perempuannya, maka Tuhan kirimkan Muhammad, sang rasul. Sesulit itukah untuk menjadi gembala? Sehingga diperlukan tangan Tuhan untuk momong kita? Jawabannya tentu akan berpulang pada pribadi kita dan rasa kesadaran kita, bahwa si yunior berhak tahu, mana yang baik dan buruk. Itu saja tidak lebih


Apa Itu Samadhi?

Samadhi adalah aksi penenangan diri dengan berdiam memikirkan satu hal atau kosong. Samadhi biasanya dilakukan dengan duduk bersila atau tidur, bisa dialam terbuka atau kamar. Misalkan memikirkan seandainya dirinya menjadi botol dan hanyut di sungai hingga lautan atau memikirkan diri seolah olah jadi semut yang kelaparan sedang mencari makanan. Bila samadhi kosong, maka yang didengarkan adalah bunyi nafas serta merasakan naik turunnya dada karena pernafasan. Jika Samadhi berhasil, maka ketika membuka mata terjadi suasana yang fresh, rileks dan perasaan santai.
   
Diam itu emas, demikian kata kata bijak sering dilontarkan pada saat suasana ricuh-kacau. Kenapa harus diam, karena suasananya tak menguntungkan untuk bicara, gaduh karena terlalu banyak yang bicara. Bila semua bicara, lantas siapa yang mendengar?. Diamlah, kalau begitu. Dengarkan sesuatu yang lalu lalang didepan rasa batin anda. Dengarkan suara nafas anda. Dengarkan suara gerak dada anda yang naik turun, ramai bukan? jangan hiraukan suara sekitar atau lingkungan anda yang tak membawa manfaat apapun pada anda. Tenang, hening dan hitam pekat. Kosong. Tenggelam dalam diam dapat menjernihkan segala persoalan, sehingga duduk perkaranya jadi jelas-gamblang. Setelah itu pasti datang suasana terang-damai batin, yang siap untuk mencari jawaban atas persoalan yang dihadapi. Jadi sesekali cobalah untuk berdiam dengan mata terpejam, mendengarkan suara alam, mendengarkan suara batin, mendengarkan bisikan lembut yang mungkin akan anda temui dalam kebekuan diam. Diam bersamadhi, mencari jati diri.

Sikap Samadhi Ala Budhiroso.
1. Posisi Badan : 
Cara 1 : Duduk bersila atau duduk dengan kaki lurus (Samadhi jogo),  bila kesemutan. Menghadap kearah matahari terbit/timur. Boleh juga duduk di kursi. 
Cara 2 : Samadhi Sare, yaitu samadhi yang dilakukan dalam posisi tidur, dengan posisi kepala di arah barat.
2. Posisi Jari Tangan : Menggenggam ibu jari
3. Posisi Lengan Tangan : Bersedakep dengan menyilangkan kedua lengan tangan di atas dada, tangan kanan diatas (memeluk dada).
4. Posisi Mata : Terpejam, dengan melihat dalam gelap seolah olah ada 1 titik didahi, pandangi titik ini.

Waktu pelaksanaan Samadhi boleh kapan saja, bila dilakukan pada malam hari, maka lampu harap dimatikan atau dalam suasana gelap/remang. Selama samadhi, maka harap melafalkan huruf Jawa (ho no co ro ko do to so wo lo po do jo yo nyo) secara berbisik dan berulang ulang. Durasi samadhi adalah minimal 10   menit. Selamat praktek. 


Aku biasa samadhi dalam susana gelap, 
mencari kekuatan batin di 
"Gubuk Derita" Lokasi : Rahasia.




Apa Itu Kungkum?

Kungkum adalah relaksasi dengan berendam di air dingin atau hangat. Biasanya dilakukan ditempat terbuka. Dengan kungkum, badan terasa segar, nyaman dan siap beraktifitas kembali. Kungkum bisa dilakukan kapan saja. Kumkum malam hari di sungai pada tanggal 1 Suro (tahun baru Jawa) akan menambah penguatan nilai spiritual.



Profesionalisme hanya bisa dijalani dengan laku-ajar, belajar menjadi atau to be setelah melalui proses lelaku kerja-karya yang dikreasi dengan segenap semangat dan jiwa pengabdian pada kerja, kerja dan kerja. Yakinlah, hasil terbaik akan diperoleh bila segala sesuatunya dilakukan dengan sungguh sungguh - kesungguhan hati dan tekad – tentunya sebagai modal spiritual. “cincing cincing gak wurung yo teles, dijeguri mesisan ae” arti bebasnya adalah “sudah kepalang basah, mandi sekalian saja” dan sesekali bila ingin merasakan pendalaman pada sesuatu itu “dicoba menyelami peristiwa itu”, maka akan didapat suatu ilmu yang kental dan dikuasai. Menjadi professional adalah menjadi satu jiwa antara alat dan semangat kerja, seperti cerita Musashi yang jago pedang tak tertandingi, karena sang pendekar telah menyatu dengan pedangnya. Akhir kata, jadilah sang professional yang diperhitungkan, dihargai dan dihormati karena kesetiaan yang tak lekang oleh waktu pada kerja dan karya.   

Senin, 01 Agustus 2011

Apa Itu Perkutut & Puter?

Perkutut adalah burung yang dipercaya dapat mengusir bala atau roh jahat. Burung perkutut yang suka manggung/berkicau dengan suara kurketekung itu amat dihargai oleh penganut budhiroso.
(Burung Perkutut)

Burung Puter adalah burung yang dipercaya bisa dipelihara untuk mendatangkan rejeki Burung ini memiliki suara magis atau suara spiritual. 
 (Burung Puter)

Siapa yang menyukai kesendirian? Bila kesendirian itu untuk menghilangkan keramaian sesaat demi ketenangan suasana untuk merenungkan suatu masalah, maka itu diperbolehkan, tapi bila kesendirian itu untuk menghindari kesibukan sosial, maka akan dianggap bermasakah . Kenapa? Karena ciri ciri awal penyakit kejiwaan adalah suka menyendiri dan menghindari interaksi sosial. Oleh karena itu, untuk menghindari akan anggapan kuper (kurang pergaulan), maka carilah teman, bertemanlah. Dengan berteman akan mendapatkan masukan baik dari cerita pengalaman hidup atau curhat sampai berita adanya peluang kerja disana. Curhat itu penting, tapi harus hati hati. Hanya teman/sobat akrablah tempat curhat atau berkeluh kesah tentang masalah kehidupan. Barangkali sang sahabat dapat memberi masukan atau solusi yang kita harapkan. Jangan suka menyendiri, bergaulah! Tapi gaul yang sehat. Dengan gaul, itu berarti sudah memenuhi  takdir kita sebagai mahluk sosial. Tunggu dulu, saat pandemic virus korona seperti sekarang ini, wajib bagi kita untuk memakai masker, sesuai dengan protocol kesehatan, lalu jaga jarak minimal 1 meter. Bila takut tertular penyakit itu, maka gantilah pertemanan itu dengan hewan peliharaan, baik kucing, anjing atau burung. 3 binatang peliharaan ituhah yang paling populer . Dengan memelihara hewan, maka binatang itulah yang bisa didekati atau dibelai untuk menyalurkan hasrat kasih sayang kita, disamping membelai anak-anak kita agar berhati lembut. Dengan kehadiran hewan peliharaan ini, maka diharapkan kita tak merasa kesepian lagi.

Apa Itu Keris Pusaka?


Keris adalah senjata khas yang mayoritas dimiliki oleh suku suku yang mendiami 4 pulau besar di nusantara, yaitu pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Keris bisa dibedakan menjadi 2 yaitu keris piandel (pusaka) dan keris cundrik (pembunuh). Keris piandel (pusaka) biasanya disimpan turun temurun dalam satu generasi keluarga ke generasi berikutnya.  Keris biasa disandang diselipkan dipinggang baik belakang maupun depan. Digunakan sebagai perangkat upacara ritual keagamaan, pernikahan atau budaya (contoh: dalang wayang kulit). 
Keris telah ditetapkan UNESCO sebagai benda warisan budaya dunia. Kita patut bersyukur atas penetapan/pengakuan secara internasional ini. Keris piandel (pusaka) biasanya disimpan di dalam lemari, sedang keris cundrik biasanya dipajang di ruang tamu.

Bukankah kita lahir dalam kondisi telanjang? Tatkala isi batin masih kosong, mata rabun, gerak minim karena pancaindera belum sepenuhnya berfungsi dengan penuh dan  tentu saja kita belum bisa mengenali sosok sekitar kita bukan? kecuali bau air susu (tetek) ibu, yang senantiasa menetes menanti kucupan. Ibu tak mengerti bahasa lain, selagi kita masih bayi dalam buaian kecuali rengekan dan tangisan belaka. Seluruh ujung syaraf sensorik-motorik kita senantiasa bergerak mencari mencari dan berusaha mencari-kenali . Dimana saat ini aku berada? Tentunya dalam gendong-ayunan ibu atau yang merasa bersedia menjadi “ibu” kita. Ya, kita telah terlahir ke dunia yang terang, setelah 9 bulan 10 hari dalam dekapan hangat - cairan ketuban indung kita, yaitu ibu. Apakah sesungguhnya yang kita pikirkan dalam masa gendongan ini? Tentu pengharapan agar kita bisa cepat terang melihat, lalu berusaha mendengar dan merekam apa yang diucapakan ibu. Demikian penting arti bayi bagi ibu. Ia adalah anak yang perlu dirawat dan dijaga, hingga suatu saat akan menjadi dewasa dan dapat hidup mandiri setelah melalui proses dengar-belajar dari ibu. Demikian juga dengan keris pusaka yang kita miliki, ia ibarat anak kita yang harus kita rawat dan jaga. Suatu saat keris itu akan kita jamas (keramas), agar terhindar dari karat dan senantiasa wangi. Keris pusaka kita simpan, hingga kelak akan kita wariskan kepada anak cucu kita, sebagai tanda dan rasa kekeluargaan serta kehormatan.

Apa Itu Tayub?

 Tayub adalah seni tari gaul yang dihelat pada pesta rakyat dengan diiringi gending gending tradisional Jawa. Dengan formasi tari berpasangan yang ditarikan oleh para wanita - lelaki dewasa. Tayub bisa diadakan di tanah lapang (outdoor) atau dalam gedung (indoor). Gending gending Tayub mengalun tenang akan membuat sampeyan betah ngibing. Pada acara Tayub, biasanya dihidangkan minuman tradisional Badeq, yaitu air tape ketan hitam yang disimpan kira kira satu minggu (7 hari), dengan minuman ini badan menjadi hangat dan menari Tayub jadi gayengBadeq dalam khasanah Jepang disebut juga sake. Budhiroso percaya bahwa badeq bila diminum secara berkala mampu menjadi obat penenang serta obat kuat, karena bisa membangkitkan antibodi dalam darah.

Bagaimana rasanya hidup sendirian? Tersiksa bukan? Maka carilah teman untuk berdialog atau bercengkerama untuk berbagi  tentang pengalaman hidup dan kehidupan. Media berkumpul di lingkungan terdekat, bisa saja berupa hadir dalam rapat tingkat RT atau menghadiri acara tahlilan. Memiliki banyak teman-sahabat tentu sangat menyenangkan, sebab dapat membuat beban pikiran terkurangi. Ayo, kenapa diam saja kalau berkumpul? Cobalah bercengkerama-berbicara masalah yang ringan ringan sebagai bumbu sedapnya pergaulan. Bila telah bosan berkumpul, maka menyendirilah ambil seruling atau gitar, senandungkan lagu tanah air merdeka atau cinta membara. Dengan cara menghibur diri sendiri, maka setres akan mereda dengan sendrinya. Bila bosan menghibur diri sendiri, maka hadirilah acara musik, menyanyi dan menarilah, berjoget juga tak apa. Itu kerna Tuhan suka melihat umat manusia menari dan bernyanyi, apalagi seraya memujiNya.

$$$